Google dikabarkan tengah mengembangkan agen AI baru bernama Spark yang akan hadir di dalam aplikasi Gemini. Berdasarkan bocoran layar sambutan yang beredar, Spark dirancang untuk mengotomatiskan pekerjaan harian pengguna — mulai dari merapikan kotak masuk Gmail, merangkum catatan sebelum rapat penting, hingga menyusun ringkasan berita yang dipersonalisasi. Ini bukan sekadar chatbot biasa, melainkan agen yang benar-benar mengambil alih tindakan atas nama pengguna.
Spark Bukan Chatbot — Ia Bertindak Langsung di Aplikasi Lain
Menurut laporan Android Authority, Spark dirancang sebagai agen AI (AI agent), bukan sekadar asisten tanya-jawab. Artinya, ketika pengguna meminta "rapikan email masuk saya," Spark tidak hanya memberikan saran — ia membuka Gmail dan menjalankan proses tersebut secara langsung.
Perlu dicatat bahwa informasi ini berasal dari fitur tersembunyi dalam aplikasi yang diaktifkan melalui cara tidak resmi. Spesifikasi dan cakupan fitur pada produk akhir masih dapat berubah.
Spark juga disebut mampu menjalankan alur kerja multi-langkah (multi-step workflow) sambil mengindeks informasi dari beberapa aplikasi secara bersamaan. Tangkapan layar yang beredar menunjukkan aplikasi Google Workspace sebagai target utama, meski dukungan untuk aplikasi pihak ketiga juga disebut-sebut sebagai kemungkinan.
Fitur yang Dilaporkan: Dari Gmail hingga Pembuatan "Skill" Khusus
Dari bocoran layar sambutan Spark, sejumlah skenario penggunaan yang diperlihatkan antara lain:
- Merapikan kotak masuk Gmail dari email yang tidak penting
- Merangkum catatan menjelang rapat penting
- Membuat ringkasan berita yang disesuaikan dengan preferensi pengguna
Yang menarik, Spark juga disebut memiliki fitur pembuatan "skill" — semacam templat instruksi yang dapat digunakan berulang kali, dengan kemampuan menerima variabel melalui prompt. Mekanisme ini dilaporkan mirip dengan fitur "Projects" milik Claude dari Anthropic.
Dari sisi sumber data, Spark disebut dapat mengakses berbagai informasi secara bersamaan, di antaranya:
- Aplikasi yang telah terhubung
- Skill yang dibuat pengguna
- Riwayat percakapan sebelumnya
- Tugas yang sedang berjalan maupun yang telah selesai
- Situs web yang sudah masuk (login)
- Personal Intelligence
- Data lokasi
Jika benar demikian, Spark tidak hanya bereaksi terhadap perintah, tetapi juga memahami konteks kebiasaan dan situasi pengguna. Sebagai catatan, semakin luas data yang diakses, semakin besar pula pertanyaan seputar privasi — sejauh mana fitur ini aktif secara default atau memerlukan persetujuan eksplisit pengguna belum dapat dipastikan sebelum pengumuman resmi.
Perbandingan dengan Claude Cowork: Seberapa Jauh Spark Bisa Bersaing?
Spark disebut-sebut sebagai respons Google terhadap Claude Cowork milik Anthropic. Berikut perbandingan berdasarkan informasi yang tersedia:
| Kemampuan | Claude Cowork (konfirmasi) | Spark (bocoran, belum pasti) |
|---|---|---|
| Tugas lintas aplikasi | ✅ Didukung | ✅ Kemungkinan didukung |
| Kontrol browser | ✅ Didukung | ✅ Kemungkinan via Chrome |
| Kontrol seluruh PC | ✅ Didukung | ❌ Belum didukung |
| Fitur templat/skill | ✅ Tersedia via Projects | ⚠️ Disarankan ada |
Dari tabel di atas, Spark tampaknya belum mampu mengontrol komputer secara menyeluruh seperti yang bisa dilakukan Claude Cowork. Sementara itu, Claude Cowork sendiri terus bergerak cepat: sejak diluncurkan sebagai pratinjau riset pada Januari 2026, platform ini telah menambahkan konektor Google Drive, Gmail, DocuSign, dan FactSet pada Februari 2026, lalu mengumumkan integrasi alat hukum khusus dengan Westlaw pada 13 Mei 2026.
Untuk segmen bisnis kecil, Claude Cowork bahkan sudah menawarkan 15 skill siap pakai — termasuk penggajian dan rekonsiliasi pembukuan — serta konektor ke QuickBooks, PayPal, dan Gmail.
Kapan Spark Akan Diumumkan Resmi?
Hingga saat ini, Google belum mengonfirmasi keberadaan Spark secara resmi. Tidak ada jadwal peluncuran, tidak ada informasi mengenai platform yang akan didukung (Android, iOS, atau web), dan belum diketahui apakah fitur ini akan tersedia di paket gratis atau berbayar.
Cakupan wilayah dan dukungan bahasa — termasuk Bahasa Indonesia — juga belum diketahui. Mengingat sifat informasi ini yang masih berupa bocoran dari UI tersembunyi, ada kemungkinan fitur ini tidak dirilis dalam bentuk seperti yang terlihat saat ini.
Bagi pengguna di Indonesia yang sudah memanfaatkan Gemini untuk produktivitas sehari-hari, Spark bisa menjadi peningkatan signifikan — terutama jika integrasi Gmail dan Google Workspace berjalan mulus. Namun, langkah paling bijak saat ini adalah menunggu pengumuman resmi dari Google sebelum menarik kesimpulan lebih jauh.
Sumber
- Android Authority — Gemini's Spark agent has leaked, and it looks like it's gunning for Claude Cowork's throne
- FindSkill.ai — What Is Gemini Spark? Google's Leaked 24/7 Agent
- NokiaPowerUser — Gemini Spark Leak Reveals Google's New AI Agent Ahead of Event
