Google resmi membuka akses mode berpikir "Extended" pada Gemini untuk seluruh pengguna, termasuk pengguna gratis, di platform Web, Android, dan iOS. Fitur ini menjanjikan jawaban yang lebih mendalam, namun perlu digunakan secara selektif agar tidak menguras kuota kredit lebih cepat dari yang diperkirakan.

Dua Mode Berpikir: Standard dan Extended Kini Terbuka untuk Semua

Pada menu pengaturan model Gemini, kini terdapat opsi "Thinking" yang memungkinkan pengguna memilih seberapa dalam AI memproses sebuah pertanyaan sebelum menjawab. Terdapat dua tingkatan utama: Standard untuk respons cepat, dan Extended untuk penalaran bertahap (step-by-step reasoning) yang lebih komprehensif.

Pengumuman ini disampaikan oleh Josh Woodward, VP Gemini di Google, melalui unggahannya di X (sebelumnya Twitter). Sebelumnya, fitur ini hanya tersedia bagi sebagian akun terpilih, namun kini telah digelar secara luas di antarmuka Web maupun aplikasi mobile.

Bagi pengguna di Indonesia, ini merupakan kabar baik karena akses ke kemampuan AI generatif tingkat lanjut yang sebelumnya hanya dimiliki oleh pelanggan berbayar kini dapat dinikmati tanpa biaya tambahan.

Model yang Didukung: Gemini 3.5 Flash hingga Deep Think untuk AI Ultra

Mode Standard dan Extended dapat digunakan pada dua model utama, yakni Gemini 3.5 Flash dan Gemini 3.5 Flash-Light. Keduanya tersedia baik untuk pengguna paket gratis maupun berbayar.

Sementara itu, Gemini 3.1 Pro memiliki tingkatan tambahan bernama Deep Think, yang dirancang untuk tugas penalaran paling berat. Berdasarkan video yang dibagikan Woodward, opsi Deep Think ini terbatas hanya untuk pelanggan AI Ultra.

ModelStandardExtendedDeep Think
Gemini 3.5 FlashTersediaTersedia (gratis & berbayar)Belum tersedia
Gemini 3.5 Flash-LightTersediaTersedia (gratis & berbayar)Belum tersedia
Gemini 3.1 ProTersediaTersediaEksklusif AI Ultra

Cara mengaktifkannya cukup sederhana: pengguna hanya perlu masuk ke menu model settings di Gemini, kemudian memilih level Thinking yang diinginkan.

Awas "Tokenmaxxing": Kredit Bisa Habis Lebih Cepat

Meski Extended thinking menjanjikan analisis yang lebih mendalam, Google sendiri mengingatkan bahwa mode ini dapat menghabiskan batas penggunaan (usage limits) secara lebih cepat. Tidak ada jaminan bahwa setiap pertanyaan akan menghasilkan jawaban yang jauh lebih baik dibanding mode Standard.

Perlu dicatat, Google baru-baru ini memperkenalkan sistem kredit baru. Istilah "tokenmaxxing" mengacu pada fenomena ketika pengguna tanpa sadar menghabiskan token dalam jumlah besar akibat kompleksitas prompt. Google dilaporkan tengah menangani isu ini, namun untuk sementara waktu, pengguna disarankan menggunakan mode Standard untuk pertanyaan ringan atau pencarian sederhana.

Sebagai gambaran, mengandalkan Extended untuk meringkas berita singkat, menerjemahkan kalimat, atau menjawab sapaan akan memboroskan kredit harian tanpa memberikan nilai tambah yang berarti.

Gemini Spark: Asisten Agentic 24/7 yang Berjalan di Latar Belakang

Pada Google I/O 2026 (19 Mei 2026), Google juga memperkenalkan Gemini Spark, sebuah agen AI personal yang dirancang bekerja 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Bahkan ketika smartphone atau PC pengguna dimatikan, sebuah VM khusus di Google Cloud akan melanjutkan tugas yang sedang berjalan.

Beberapa karakteristik kunci Gemini Spark antara lain:

  • Integrasi native dengan Gmail, Calendar, Drive, Docs, Sheets, Slides, YouTube, dan Maps (secara default nonaktif, dan pengguna harus memberikan izin eksplisit per layanan)
  • Setiap tugas dijalankan secara terisolasi di dalam ephemeral VM yang akan dihancurkan setelah tugas selesai
  • Aksi berdampak tinggi seperti pengiriman email tetap memerlukan persetujuan pengguna terlebih dahulu
  • Ditenagai oleh kombinasi model Gemini 3.5 dan harness bernama "Antigravity"

Dari sisi keamanan, kredensial pengguna disebut tetap terenkripsi dan tidak diteruskan langsung ke agen, sementara seluruh lalu lintas melewati Agent Gateway milik Google dengan penerapan kebijakan DLP.

AI Ultra Pangkas Harga: Akses Deep Think Mulai US$99,99/Bulan

Pada I/O 2026, Google juga merevisi struktur harga AI Ultra. Tarif entry-level diturunkan dari US$249,99 menjadi US$99,99 per bulan (sekitar Rp 1.625.000), sementara tersedia pula opsi premium US$200 per bulan (sekitar Rp 3.250.000) untuk pengguna dengan kebutuhan tinggi.

ItemDetail
Harga entry-level baruUS$99,99/bulan (sekitar Rp 1.625.000)
Paket premiumUS$200/bulan (sekitar Rp 3.250.000)
Model termasukGemini 3.1 Pro, Gemini Deep Think, Veo 3.1
Kredit AI bulanan25.000
Agen termasukGemini Spark

Sebagai catatan, Gemini 3.1 Pro diluncurkan pada 19 Februari 2026 dengan tiga level penalaran yang dapat disesuaikan (low, medium, high). Pada setting HIGH, model ini berfungsi sebagai "Deep Think Mini" dan dilaporkan mencatat skor 77,1% pada benchmark ARC-AGI-2.

Bagi pengguna di Indonesia yang ingin mencoba AI Ultra, harga Rp 1,6 juta per bulan masih tergolong premium — setara dengan beberapa langganan layanan streaming sekaligus. Namun bagi profesional kreatif, peneliti, atau developer yang rutin memanfaatkan AI untuk tugas berat, paket ini bisa menjadi alternatif yang menarik dibanding ChatGPT Pro atau Claude Max.

Tips Penggunaan: Kapan Harus Pilih Extended?

Agar kuota kredit tidak cepat habis, gunakan Extended thinking hanya pada situasi yang benar-benar memerlukan penalaran kompleks, seperti:

  • Penelitian atau analisis dokumen panjang
  • Penyusunan struktur artikel atau proposal multi-bagian
  • Debugging atau pembacaan kode yang melibatkan logika berlapis
  • Pertanyaan dengan konteks yang memerlukan pemikiran bertahap

Untuk pertanyaan ringan, terjemahan singkat, atau pencarian fakta sederhana, mode Standard sudah lebih dari cukup dan jauh lebih hemat kredit.

Sumber