Google memperbarui Project Genie dengan integrasi Street View, memungkinkan pengguna mengubah lokasi nyata menjadi dunia virtual interaktif bergaya "Stone Age" atau "Desert Sands". Fitur ini kini dibuka untuk seluruh dunia — termasuk Indonesia — namun dengan satu syarat utama: berlangganan Google AI Ultra seharga $200 per bulan (sekitar Rp 3.250.000). Ada pula batasan penting yang perlu diketahui pengguna di luar Amerika Serikat.
Apa Itu Project Genie dan Apa yang Baru?
Project Genie adalah model AI eksperimental dari Google yang mampu menghasilkan dunia virtual interaktif berdasarkan prompt teks pengguna. Proyek ini masih berstatus prototipe riset dalam Google Labs, bukan produk konsumen final.
Pada pembaruan terbaru, Google menambahkan fitur "Maps Pin" di dalam antarmuka Project Genie. Cara kerjanya cukup intuitif:
- Pilih lokasi di Amerika Serikat melalui Maps Pin
- Tentukan gaya dunia yang diinginkan (contoh yang disebutkan: "Desert Sands" atau "Stone Age")
- Deskripsikan karakter yang akan menjelajahi dunia tersebut
Dari tiga input tersebut, Project Genie akan menghasilkan dunia imajinatif yang berpijak pada foto Street View nyata dari lokasi yang dipilih. Sebuah persimpangan di New York, misalnya, bisa disulap menjadi padang pasir atau kawasan prasejarah — semuanya berjalan langsung di browser web.
Perlu dicatat, kemampuan teknis Genie 3 saat ini masih dalam tahap pengembangan: resolusi 720p, kecepatan 20–24 fps, dan konsistensi lingkungan yang terjaga selama beberapa menit. Model ini juga belum sepenuhnya memahami hukum fisika — salah satu contoh yang dilaporkan adalah karakter yang bisa menembus kaktus tanpa hambatan.
Batasan Lokasi: Hanya Amerika Serikat untuk Saat Ini
Meski akses ke Project Genie kini dibuka secara global, titik awal Street View yang dapat dipilih masih terbatas pada lokasi di Amerika Serikat. Artinya, pengguna di Indonesia belum bisa menjadikan Bundaran HI, Malioboro, atau kawasan Kota Tua Jakarta sebagai basis dunia virtual mereka.
Google belum mengumumkan jadwal atau negara mana yang akan ditambahkan ke dalam cakupan Street View untuk fitur ini. Bagi konsumen di Indonesia, ini berarti pengalaman yang ditawarkan masih bersifat terbatas secara geografis, meski akses teknisnya sudah tersedia.
Struktur Harga AI Ultra yang Perlu Dipahami
Pembaruan Project Genie ini tidak bisa dilepaskan dari restrukturisasi paket berlangganan Google AI yang diumumkan pada Google I/O 2026. Google kini menawarkan dua tingkatan AI Ultra:
| Paket | Harga/Bulan | Project Genie | Keterangan |
|---|---|---|---|
| AI Ultra (atas) | $200 (~Rp 3.250.000) | ✓ | Paket tertinggi, harga turun dari $250 |
| AI Ultra (baru) | $100 (~Rp 1.625.000) | ✗ | 20TB storage, Gemini Spark, YouTube Premium |
| AI Pro | — | ✗ | Fitur dasar |
Penting untuk dipahami: harga $200 ini sebenarnya merupakan penurunan harga dari paket tertinggi sebelumnya yang dipatok $250. Google menambahkan tingkatan $100 sebagai entry point baru, sementara paket paling premium diturunkan harganya.
Akses ke Project Genie hanya tersedia di paket $200, bukan di paket $100 yang baru. Selain itu, sistem pembatasan penggunaan juga berubah: dari batas harian menjadi model berbasis "compute usage" yang diperbarui setiap 5 jam — sistem yang lebih berdampak pada fitur berat seperti Genie yang membutuhkan pemrosesan real-time intensif.
Potensi Jangka Panjang: Lebih dari Sekadar Hiburan
Yang menarik dari Project Genie bukan hanya aspek hiburannya. Google menekankan bahwa teknologi ini memiliki aplikasi serius di bidang robotika dan simulasi kendaraan otonom. Genie 3 dilaporkan sudah dimanfaatkan oleh Waymo — divisi kendaraan otonom Google — untuk mensimulasikan skenario langka seperti badai tornado atau hambatan tak terduga di jalan.
Lebih jauh, integrasi Street View membuka kemungkinan melatih robot untuk menghadapi kondisi lingkungan spesifik yang jarang terjadi, misalnya pantulan cahaya matahari pada permukaan basah di kondisi cuaca tertentu. Ini menempatkan Project Genie bukan sekadar sebagai alat kreatif, melainkan sebagai infrastruktur pelatihan AI generasi berikutnya.
Relevansi bagi Pengguna di Indonesia
Bagi konsumen di Indonesia, fitur ini secara teknis sudah dapat diakses — asalkan berlangganan Google AI Ultra $200 per bulan. Namun dengan harga setara sekitar 1,5 kali UMP DKI Jakarta, paket ini jelas bukan untuk segmen pengguna umum. Target utamanya adalah pengembang, peneliti, atau profesional yang membutuhkan akses ke eksperimen AI terdepan Google.
Informasi ketersediaan resmi di pasar Indonesia melalui kanal lokal belum diumumkan. Untuk saat ini, akses kemungkinan besar hanya tersedia melalui langganan langsung di platform Google dengan metode pembayaran internasional.
Sumber
- Android Authority — Project Genie now lets you reimagine your favorite real-world spots with a creative twist
- TechCrunch — Google's Genie world model can now simulate real streets with Street View
- Google DeepMind — Genie 3
