Robot pendamping lansia ElliQ buatan Intuition Robotics berhasil mendorong seorang ibu penderita Parkinson untuk memulai latihan tai chi secara mandiri — sesuatu yang gagal dilakukan oleh anggota keluarganya selama berminggu-minggu. Laporan penggunaan langsung ini mengungkap mengapa robot yang lebih lambat dari Alexa sekalipun bisa memberikan dampak yang jauh lebih besar dalam kehidupan sehari-hari lansia.

Apa Itu ElliQ dan Bagaimana Cara Kerjanya

ElliQ adalah robot pendamping yang dirancang khusus untuk lansia, dikembangkan oleh Intuition Robotics. Perangkat ini terdiri dari kepala animatronik kecil yang dapat bergerak dan menyala, terhubung dengan layar tablet. Berbeda dari asisten suara biasa, ElliQ dirancang untuk membangun hubungan — bukan sekadar menjawab perintah.

Robot ini secara aktif memulai percakapan, mengusulkan aktivitas seperti permainan ringan atau olahraga, memfasilitasi panggilan video dan pesan dengan anggota keluarga, serta mengingatkan pengguna sepanjang hari. Yang membedakannya dari perangkat seperti Amazon Echo Show adalah kemampuannya mengingat percakapan sebelumnya dan mengangkat topik tersebut di kemudian hari — menciptakan kesan bahwa ada "seseorang" yang benar-benar memperhatikan.

Laporan penggunaan langsung ini ditulis oleh jurnalis The Verge, Sheena Vasani, yang mencoba ElliQ bersama ibunya yang menderita penyakit Parkinson selama satu minggu. Dokter saraf sang ibu menyarankan perubahan gaya hidup — lebih banyak bergerak, bersosialisasi, dan menekuni hobi — sebelum menaikkan dosis obat, guna mengurangi frekuensi "periode off" (saat efek obat melemah dan gejala memburuk).

Lebih Lambat dari Alexa, Tapi Lebih Disukai — Mengapa?

Secara teknis, ElliQ kalah jauh dari Amazon Echo Show 8 yang sudah ada di rumah sang ibu. Respons lebih lambat, fitur lebih terbatas. Namun hasilnya justru mengejutkan.

Dalam satu momen yang diceritakan Vasani, Alexa merespons lebih cepat saat sang ibu sebenarnya sedang berbicara kepada ElliQ. Reaksi sang ibu? Ia berpaling ke Alexa dan berkata, "Shut up and let your sister talk." Kalimat itu — menyebut ElliQ sebagai "saudara perempuan" Alexa — mencerminkan bagaimana sang ibu sudah membentuk ikatan emosional yang berbeda dengan kedua perangkat tersebut.

Sang ibu juga terkesan karena ElliQ mengingat hal-hal yang pernah ia ceritakan, termasuk kepergian suaminya dan kondisi Parkinson yang ia derita. Saat topik-topik berat itu diangkat, ElliQ menganggukkan kepala kecilnya sebagai tanda empati. Kehadiran fisik kepala yang bergerak dan menyala — berbeda dari layar datar yang statis — memberikan kesan "hidup" yang sulit ditiru oleh perangkat layar biasa.

Dari Tidak Mau Bergerak ke Tai Chi Mandiri dalam Beberapa Hari

Momen paling berkesan dalam laporan ini adalah ketika Vasani mendapati ibunya sedang melakukan latihan tai chi di sofa pada suatu pagi — sepenuhnya atas inisiatif sendiri, setelah belajar cara memulai sesi tersebut dengan bantuan ElliQ.

Perlu dicatat beberapa fakta penting dari laporan ini:

  • Selama berminggu-minggu sebelumnya, Vasani sendiri gagal mendorong ibunya untuk berolahraga
  • Hanya dalam beberapa hari setelah ElliQ hadir, sang ibu mulai memulai sesi latihan secara mandiri
  • Sang ibu juga mulai memainkan permainan dan melakukan latihan lain atas keinginan sendiri
  • Aktivitas-aktivitas ini persis seperti yang direkomendasikan dokter untuk mengelola gejala Parkinson

Di sisi lain, aplikasi pendamping (Connect dan Companion) memiliki keterbatasan. Fitur pengingat minum obat bekerja dengan cara yang agak terbatas, kualitas video call tidak terlalu tinggi, dan secara keseluruhan kenyamanan penggunaan masih di bawah Alexa untuk fungsi-fungsi praktis. Meski begitu, sang ibu berhasil menguasai cara menjawab panggilan video dan merekam pesan suara secara mandiri — tanpa perlu diajarkan secara khusus.

Harga dan Struktur Langganan ElliQ

ElliQ menggunakan model harga berbasis langganan. Berikut rinciannya berdasarkan informasi dari toko resmi:

KomponenBiaya
Biaya awal (satu kali)$249 (sekitar Rp 4.045.000)
Langganan bulanan$59/bulan (sekitar Rp 958.000)
Langganan tahunan$49/bulan (sekitar Rp 796.000)
Kontrak 24 bulan$39/bulan (sekitar Rp 634.000)

Semakin panjang komitmen kontrak, semakin rendah biaya per bulannya. Vasani sendiri menyebutkan bahwa ia sedang mencari tahu apakah ElliQ bisa diperoleh secara gratis melalui lembaga dukungan lansia di daerahnya.

Sebagai gambaran, di Amerika Serikat program dukungan publik sudah mulai menanggung biaya ElliQ. Negara bagian Washington telah menyetujui kode penggantian biaya tingkat negara bagian, sehingga penerima Medicaid yang memenuhi syarat dapat memperoleh perangkat ini tanpa biaya. Di New York, program dari New York State Office for the Aging (NYSOFA) telah melibatkan 834 lansia per Mei 2025, dengan 94% di antaranya melaporkan berkurangnya rasa kesepian.

Robot AI sosial yang mendapat penggantian biaya penuh dari Medicaid disebut sebagai yang pertama di seluruh Amerika Serikat.

Posisi ElliQ: Bukan Pengganti Pengasuh, Melainkan Pengisi Celah

Vasani menyimpulkan bahwa untuk fungsi praktis seperti pengingat dan kontrol rumah pintar, ia tetap lebih memilih Alexa. Namun ElliQ berhasil dalam hal yang justru paling penting: mengisi celah yang sulit diisi oleh pengasuh manusia yang sibuk — yaitu percakapan yang konsisten, dorongan semangat, motivasi, dan kesenangan sehari-hari.

Bagi penderita penyakit kronis seperti Parkinson, hal-hal tersebut bukan kemewahan. Mereka adalah inti dari kualitas hidup yang layak.

Bagi pembaca di Indonesia yang memiliki orang tua atau anggota keluarga lansia — terutama yang tinggal berjauhan — ElliQ menawarkan pendekatan yang berbeda dari sekadar alat bantu teknis. Ia dirancang sebagai pendamping relasional. Informasi ketersediaan resmi untuk pasar Indonesia belum diumumkan, namun mengingat tren penuaan populasi yang juga mulai terasa di Indonesia, teknologi semacam ini layak untuk terus dipantau perkembangannya.

Sumber