Chromecast generasi pertama yang diluncurkan pada 2013 dilaporkan tiba-tiba berhenti berfungsi di sejumlah aplikasi streaming. Berdasarkan laporan Android Authority, perangkat ini tidak lagi terdeteksi sebagai tujuan cast di YouTube dan HBO Max, meskipun Spotify dan Disney+ dilaporkan masih berjalan normal. Penyebab pasti dari masalah ini belum diketahui hingga saat ini.

Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Android Authority melaporkan bahwa sejumlah pengguna Chromecast generasi pertama mendapati perangkat mereka "tidak terlihat" oleh beberapa aplikasi streaming. Yang membuat situasi ini membingungkan adalah ketidakkonsistenan perilakunya: YouTube dan HBO Max tidak lagi menampilkan Chromecast sebagai opsi cast, sementara Spotify dan Disney+ masih dapat mengenali perangkat tersebut tanpa masalah.

Ketidakkonsistenan ini memunculkan spekulasi di kalangan pengguna bahwa Google mungkin telah melakukan perubahan di sisi server yang secara tidak langsung memutus dukungan untuk perangkat lama tersebut. Namun, Android Authority menegaskan bahwa tidak ada bukti yang mengonfirmasi Google sengaja menonaktifkan perangkat ini. Dalam laporannya, media tersebut bahkan menggunakan judul "nobody knows why" untuk menggambarkan betapa tidak jelasnya akar permasalahan ini.

Perlu dicatat pula bahwa tidak ada pesan kesalahan yang muncul di layar — perangkat seolah-olah tidak ada di jaringan dari sudut pandang aplikasi tertentu, sehingga pengguna tidak mendapatkan petunjuk apa pun tentang apa yang salah.

Riwayat Dukungan yang Sudah Berakhir Sejak 2023

Untuk memahami konteks masalah ini, penting untuk diketahui bahwa Chromecast generasi pertama sudah tidak mendapatkan dukungan resmi dari Google sejak April 2023. Saat itu, Google mengumumkan bahwa perangkat ini tidak akan lagi menerima pembaruan perangkat lunak maupun keamanan, dan dukungan teknis pun dihentikan.

Pembaruan firmware terakhir yang diterima perangkat ini adalah versi 1.36.159268, yang dirilis pada November 2022 — dan itu pun merupakan pembaruan pertama dalam lebih dari tiga tahun. Bahkan sejak pertengahan 2019, Google sudah menghentikan penambahan fitur baru untuk dongle ini. Ketika mengumumkan akhir dukungan, Google memperingatkan bahwa pengguna "mungkin akan merasakan penurunan performa" seiring berjalannya waktu.

Dengan harga peluncuran $35 (sekitar Rp 568.000) dan masa dukungan sekitar 9–10 tahun, Chromecast generasi pertama sebenarnya sudah mendapatkan siklus hidup yang cukup panjang untuk sebuah perangkat di segmen harganya.

Google TV Streamer sebagai Penerus Resmi

Saat ini, lini Chromecast secara resmi sudah dihentikan oleh Google. Penggantinya adalah Google TV Streamer, yang membawa ekosistem Google TV dengan antarmuka yang jauh lebih modern dibandingkan Chromecast generasi pertama.

Di sisi platform, Google TV terus berkembang pesat. Pada CES 2026, Google mengumumkan serangkaian fitur baru berbasis Gemini untuk Google TV, mencakup kemampuan pencarian suara melalui Google Photos, pembuatan gambar dan video menggunakan Nano Banana dan Veo, serta baris "Short videos" baru di halaman utama. Fitur-fitur ini diumumkan secara resmi melalui blog Google pada 29 April 2026.

Namun, ada catatan penting: fitur Gemini untuk TV pada tahap awal hanya tersedia di Amerika Serikat dan Kanada, dengan perangkat TCL mendapatkan akses lebih awal, sementara Google TV Streamer dan perangkat lainnya masih harus menunggu beberapa bulan. Selain itu, sebagian fitur memerlukan Android 14 ke atas, yang berarti sejumlah perangkat lama perlu pembaruan firmware terlebih dahulu.

Apa yang Harus Dilakukan Pengguna Chromecast Lama?

Bagi siapa pun yang masih menggunakan Chromecast generasi pertama — termasuk pengguna di Indonesia yang mungkin mendapatkannya melalui pembelian paralel atau pasar bekas — situasi ini menjadi sinyal yang cukup jelas bahwa perangkat tersebut sudah memasuki masa akhir hayatnya secara fungsional.

Mengingat tidak ada jaminan perbaikan dari Google (dan kemungkinan besar tidak akan ada, mengingat status dukungannya), mengandalkan Chromecast generasi pertama sebagai jalur streaming utama kini menjadi pilihan yang berisiko. Beralih ke perangkat yang lebih baru adalah langkah yang paling masuk akal.

Untuk pasar Indonesia, beberapa alternatif yang dapat dipertimbangkan antara lain Google TV Streamer, Amazon Fire TV Stick, maupun smart TV dengan platform Google TV bawaan yang kini sudah banyak tersedia dari berbagai merek. Informasi ketersediaan resmi Google TV Streamer di Indonesia belum diumumkan secara spesifik, sehingga pembelian melalui jalur importir atau marketplace perlu diperhitungkan dengan cermat terkait garansi dan kompatibilitas.

Sumber