Google TV semakin populer di Indonesia berkat perangkat seperti Chromecast with Google TV dan smart TV bermerek TCL maupun Hisense. Namun, antarmuka standarnya kerap dikeluhkan karena penuh rekomendasi dan iklan. Hadlee Simons dari Android Authority membagikan enam trik tersembunyi untuk mengoptimalkan pengalaman menonton, mulai dari fitur bawaan gratis hingga aplikasi premium seharga sekitar Rp 32.000 (US$2).

Peta Singkat 6 Trik yang Wajib Dicoba

Berikut keenam trik yang dirangkum Simons, yang akan dibahas lebih dalam di bagian berikutnya:

  1. Apps Only Mode — fitur bawaan, gratis
  2. Projectivy Launcher atau peluncur alternatif lain — gratis
  3. Developer Options untuk menonaktifkan animasi — gratis
  4. Pengaturan Background Process Limit — gratis
  5. USB-C Hub untuk menambah port — perlu beli hub terpisah
  6. ATVTools / CX File Explorer untuk integrasi dengan smartphone dan PC — mulai sekitar Rp 32.000 (US$2) hingga gratis

Dalam jajak pendapat kecil Android Authority (29 responden), Apps Only Mode menjadi pilihan favorit dengan 38%, diikuti penggantian peluncur (24%), serta penyesuaian Developer Options dan ATVTools yang masing-masing 14%.

Apps Only Mode: Hapus Rekomendasi di Layar Utama

Peluncur standar Google TV sering dikritik karena performa lambat di sebagian perangkat, rekomendasi yang berlebihan, dan iklan di layar utama. Solusi resmi dari Google adalah Apps Only Mode, yang dapat diaktifkan melalui Settings > Accounts & Sign-In > akun Google Anda > Apps Only Mode.

Fitur ini secara otomatis menyembunyikan tab atas, menghilangkan rekomendasi di home screen, serta menonaktifkan fitur suara dan pencarian. Konsekuensinya, asisten suara seperti Gemini juga tidak dapat digunakan. Mode ini cocok bagi Anda yang ingin fokus menonton tanpa gangguan visual.

Projectivy Launcher: Alternatif Tanpa Iklan

Jika Apps Only Mode dirasa kurang, beralih ke peluncur pihak ketiga adalah langkah berikutnya. Simons merekomendasikan Projectivy Launcher yang tersedia di Play Store. Peluncur ini bebas iklan, ringan, serta menawarkan kustomisasi luas seperti plugin wallpaper, background animasi, ikon kustom, hingga auto-launch aplikasi tertentu saat perangkat menyala. Alternatif lain yang patut dipertimbangkan adalah AT4K, Arc, dan Dispatch.

Trik Developer Options: Animasi dan Background Process

Sama seperti Android pada smartphone, Google TV juga memiliki Developer Options. Simons menyarankan dua penyetelan utama. Pertama, matikan Window animation scale, Transition animation scale, dan Animator duration scale. Secara teknis ini bukan peningkatan performa, tetapi hilangnya animasi sistem terasa membuat navigasi lebih cepat. Jika ingin tetap ada animasi, atur ke skala 0,5x.

Kedua, atur Background process limit untuk membatasi jumlah aplikasi yang berjalan di latar belakang, dari "No background processes" hingga maksimal 4. Pengaturan ini dilaporkan mengatasi banyak masalah lag, meski perlu dicatat bahwa batas yang terlalu ketat dapat memaksa aplikasi sering memuat ulang.

USB-C Hub dan ATVTools: Perluas Fungsi Perangkat

Kelemahan klasik perangkat Google TV adalah jumlah port USB yang minim. Pada Chromecast with Google TV maupun Google TV Streamer yang menggunakan USB-C, Anda dapat memasang USB-C hub atau kabel USB-C OTG untuk menambah port USB-A. Daya perangkat tetap dipasok lewat charger yang dicolokkan ke hub. Namun, tidak semua hub kompatibel — pastikan hub mendukung Power Delivery (PD) dan cek ulasan komunitas sebelum membeli di Tokopedia, Shopee, atau Blibli.

Untuk integrasi dengan smartphone, ATVTools untuk Android sangat berguna. Aplikasi ini memungkinkan screenshot jarak jauh, monitor resource, instalasi APK dari smartphone, hingga manajemen file. Fitur premium seperti uninstall aplikasi, mode remote/mouse, gamepad, dan perekaman layar tersedia mulai sekitar Rp 32.000 (US$2) dengan pembelian sekali bayar. Syaratnya, fitur Wireless Debugging di Developer Options harus aktif di smartphone maupun Google TV.

Sementara itu, untuk transfer berkas dari PC, CX File Explorer menyediakan layanan FTP sederhana. Buka tab Network > Access from PC > Start service, lalu masukkan alamat FTP yang muncul di File Explorer PC Anda. Untuk streaming video atau musik, Plex dan Jellyfin tetap lebih unggul.

CES 2026: Gemini Mengubah Wajah Google TV

Di CES 2026, Google mengumumkan integrasi mendalam Gemini pada Google TV — mencakup jawaban visual yang kaya, narasi penjelasan mendalam, dan ringkasan pertandingan olahraga. Editing foto serta video lewat Google Photos Remix, Nano Banana, dan Veo juga akan hadir di layar besar.

Menurut Tom's Guide, demo memperlihatkan pengguna cukup berkata "the dialog is too quiet" dan Gemini akan menyesuaikan balance audio tanpa menjeda tontonan. FlatpanelsHD melaporkan bahwa fitur ini akan tersedia lebih dulu pada perangkat TCL kompatibel, dengan syarat minimum Android 14.

Bagi konsumen Indonesia, ini patut diperhatikan karena TCL termasuk merek TV pintar yang banyak tersedia di pasar lokal. Namun, transisi ke Gemini juga menimbulkan masalah: Android Authority melaporkan layar onboarding "Meet Gemini for TV" sempat membentuk loop yang menghalangi pencarian suara dan akses ke Google Play. Troypoint menambahkan, mulai awal 2026 Google secara bertahap menghentikan Classic Assistant dan menjadikan Gemini sebagai default permanen pada perangkat baru.

Urutan Prioritas: Mana yang Harus Dicoba Lebih Dulu?

Sebagai panduan ekonomis bagi pembaca di Indonesia, berikut urutan yang disarankan:

  1. Gratis — Aktifkan Apps Only Mode untuk membersihkan layar utama
  2. Gratis — Nonaktifkan animasi via Developer Options agar respons terasa lebih cepat
  3. Gratis — Pasang Projectivy Launcher jika masih kurang puas
  4. Sekitar Rp 32.000 (US$2) — Beli fitur premium ATVTools jika butuh integrasi smartphone
  5. Opsional — Tambahkan USB-C hub dan CX File Explorer sesuai kebutuhan

Dengan banyaknya pengguna Chromecast with Google TV serta smart TV berbasis Google TV di Indonesia, trik-trik ini bisa memperpanjang kenyamanan menggunakan perangkat tanpa harus mengganti hardware. Pendekatan bertahap dari yang gratis ke berbayar memastikan investasi Anda tetap masuk akal.

Sumber