Motorola akhirnya melangkah ke segmen foldable tipe book dengan meluncurkan Razr Fold di pasar Eropa, Inggris, India, Amerika Serikat, dan Kanada. Perangkat ini membawa baterai 6.000 mAh — sekitar 1,36 kali lebih besar dari Galaxy Z Fold7 yang hanya 4.400 mAh — dengan banderol yang justru sedikit lebih murah dari rival utamanya dari Samsung.

Strategi Harga: Lebih Terjangkau dari Galaxy Z Fold7

Meskipun terlambat masuk ke segmen book-type foldable dibandingkan Samsung yang sudah lebih dulu eksis, Motorola mencoba bermain di sisi harga dan kapasitas. Berikut daftar harga resmi Razr Fold di sejumlah pasar:

WilayahHargaEstimasi Rupiah
EropaEUR 2.000sekitar Rp 35.000.000
InggrisGBP 1.800sekitar Rp 36.900.000
IndiaINR 150.000sekitar Rp 28.900.000
Amerika SerikatUS$ 1.900sekitar Rp 30.875.000
KanadaCAD 2.700sekitar Rp 32.000.000

Di Amerika Serikat, Razr Fold mulai dibuka pre-order pada 14 Mei 2026 dan resmi dirilis 21 Mei 2026 dengan harga US$ 1.899,99 (sekitar Rp 30.875.000), atau sekitar US$ 100 lebih murah dibandingkan Galaxy Z Fold7. Sebagai gambaran, harga ini setara dengan dua kali UMP Jakarta — masih masuk kategori premium yang menyasar segmen profesional dan early adopter.

Spesifikasi Layar, Chipset, dan Kamera

Razr Fold mengusung layar penutup (cover) 6,6 inci LTPO dengan rasio 21:9, resolusi 1080p+, dan refresh rate hingga 165Hz. Layar dalamnya berukuran 8,1 inci LTPO dengan resolusi 2.232 × 2.484 piksel dan refresh rate 120Hz, mendekati rasio kotak. Kedua layar mendukung stylus opsional bernama Moto Pen Ultra.

Dapur pacunya mengandalkan Snapdragon 8 Gen 5 — perlu dicatat, ini bukan versi Elite. Konfigurasi kameranya cukup ambisius:

Kamera Belakang:

  • Utama: 50MP (sensor 1/1,28 inci, OIS)
  • Telephoto periskop 3x 71mm: 50MP (sensor 1/1,95 inci, OIS)
  • Ultrawide 122°: 50MP

Kamera Depan:

  • Selfie cover: 32MP
  • Selfie layar dalam: 20MP

Untuk ketahanan, perangkat ini mengantongi sertifikasi IP48/IP49, yang berarti tahan terhadap perendaman maupun semprotan air bertekanan.

Baterai 6.000 mAh Berkat Teknologi Si/C

Inilah keunggulan utama Razr Fold yang sulit ditandingi pesaing saat ini:

PerangkatKapasitasPengisian KabelNirkabel
Motorola Razr Fold6.000 mAh80W50W
Galaxy Z Fold74.400 mAh25W15W
Pixel 10 Pro Fold5.015 mAh30W15W

Menurut analisis GSMArena, kapasitas jumbo ini dimungkinkan oleh penggunaan baterai Silicon-Carbon (Si/C) — teknologi yang hingga kini belum diadopsi oleh Samsung, Google, maupun Apple. Ketebalan saat dilipat mencapai 10,1 mm — lebih tebal dari Z Fold7 (8,9 mm) namun lebih tipis dari Pixel 10 Pro Fold (10,8 mm). Bobotnya 243 gram, berada di antara Z Fold7 (215 gram) dan Pixel 10 Pro Fold (258 gram).

Desain, Engsel, dan Integrasi Moto AI

Razr Fold hadir dalam dua pilihan warna dengan finishing vegan leather yang berbeda:

  • Pantone Blackened Blue: tekstur tenun bergaya diamond piqué
  • Pantone Lily White: kilau halus menyerupai sutra

Engselnya menggunakan struktur teardrop stainless steel presisi tinggi, dengan pelat layar dalam berbahan titanium untuk meratakan tekanan saat dilipat. Dari sisi perangkat lunak, Razr Fold tidak hanya membawa Google Gemini, tetapi juga Moto AI — suite AI khusus dari Motorola. Pengguna dapat memanggil Gemini melalui penekanan lama tombol power, atau mengakses Perplexity dan Microsoft Copilot lewat tombol khusus bertekstur knurled. Fitur Moto AI mencakup transkripsi, pembuatan catatan, generasi gambar, hingga konversi sketsa kasar menjadi ilustrasi melalui fitur Sketch to Image.

Peta Persaingan Pasar Foldable Global

Lembaga riset IDC memproyeksikan pasar foldable global tumbuh 30% pada 2026, dengan iPhone foldable pertama Apple diperkirakan langsung meraih 22% pangsa unit dan 34% pangsa nilai di tahun pertamanya. Berikut peta pangsa pasar terkini:

WilayahMerekPangsa Pasar
Global Q1 2026Huawei40%
Global Q1 2026Samsung25% (sebelumnya 14%)
Global Q1 2026HONOR19% (sebelumnya 11%)
Global Q1 2026Motorola14%
Amerika SerikatMotorola50% (peringkat 1)

Implikasi untuk Konsumen Indonesia

Hingga artikel ini ditulis, Motorola belum mengumumkan rencana resmi peluncuran Razr Fold untuk pasar Indonesia. Bagi konsumen lokal yang mengincar segmen book-type foldable, opsi resmi masih didominasi Samsung Galaxy Z Fold7 melalui kanal seperti Samsung Experience Store, Erafone, dan iBox. Apabila Motorola memutuskan masuk via distributor resmi seperti yang sebelumnya dilakukan pada seri Edge, harga di Indonesia kemungkinan akan berada di kisaran Rp 32–35 juta — masih lebih kompetitif dibanding Galaxy Z Fold7 yang dijual mulai Rp 33 jutaan. Bagi yang tidak ingin menunggu, jalur inden via importir tetap menjadi opsi, meski tanpa garansi resmi.

Sumber