Pengalaman seorang penulis Android Authority, Dhruv Bhutani, yang memutuskan beralih dari Google TV ke Apple TV 4K menjadi sorotan di kalangan pengguna perangkat streaming. Tiga keluhan utama menjadi pemicunya: tampilan home screen yang dipenuhi iklan, performa yang terus melambat seiring waktu, serta pelacakan riwayat tontonan yang dinilai berlebihan. Bagi konsumen di Indonesia yang sedang mempertimbangkan ekosistem hiburan ruang keluarga, perbandingan ini cukup relevan.
Home Screen Google TV Berubah Jadi "Papan Reklame"
Keluhan pertama yang diangkat adalah transformasi home screen Google TV menjadi platform iklan. Bagian atas UI didominasi banner sponsor berukuran besar, dan ketika kursor berhenti di sana, pratinjau video dengan suara akan otomatis diputar.
Meski Bhutani lebih sering menonton film art-house dan horor indie, iklan yang muncul justru berkisar pada konten Bollywood, kriket, hingga produk skincare — sama sekali tidak relevan dengan preferensinya. Aplikasi yang sudah ter-install seperti Netflix dan Plex justru terdorong ke bawah, tergeser oleh rekomendasi berbasis algoritma iklan.
"Google TV tidak lagi memperlakukan Anda sebagai pelanggan, melainkan sebagai impresi iklan."
Performa Melambat dalam Hitungan Bulan, Bahkan di TV Premium
Isu kedua adalah performa. Bhutani mengaku mengalami penurunan responsivitas pada beberapa TV Google TV baru dari berbagai merek hanya dalam hitungan bulan. Penyebabnya adalah kombinasi akumulasi cache, telemetri di latar belakang, dan pengambilan iklan video dari server jarak jauh secara terus-menerus.
Masalah diperparah oleh kenyataan bahwa chip yang tertanam di banyak TV tergolong entry-level dengan kapasitas RAM terbatas. Bahkan TV Sony kelas premium miliknya pun mulai menunjukkan lag beberapa detik saat mengubah pengaturan, animasi tersendat, hingga input remote yang kadang terlewat.
Dari sisi harga, Google TV Streamer dijual sekitar US$99 (sekitar Rp 1.608.000), sementara Apple TV 4K hanya berselisih sekitar US$30 (sekitar Rp 487.500) lebih mahal. Apple TV 4K dinilai jauh lebih lancar dalam navigasi UI, pergantian aplikasi, maupun frame rate, berkat hardware yang punya headroom performa lebih besar.
"Ruang Keluarga Bukan Tempat Pengawasan" — Filosofi Privasi yang Berbeda
Poin ketiga menyangkut privasi. Google TV merekam perilaku menonton, query pencarian, hingga durasi pengguna berhenti di sebuah banner, lalu menautkannya ke akun Google untuk targeting iklan di smartphone, web browser, dan email.
Lebih jauh lagi, banyak unit Google TV dilengkapi teknologi ACR (Automatic Content Recognition) yang bahkan mampu memindai tayangan dari input eksternal seperti pemutar Blu-ray atau konsol game. Beberapa produsen TV juga menerapkan ACR versi mereka sendiri, sehingga pelacakan sulit dihindari sepenuhnya.
Sebaliknya, tvOS pada Apple TV mengandalkan pendapatan dari hardware dan langganan, sehingga tidak bergantung pada iklan tertarget. Pengumpulan riwayat tontonan dan pelacakan perilaku tidak dilakukan, dan tersedia opsi untuk memblokir pelacakan antar aplikasi.
Kehilangan Chromecast Tidak Terlalu Terasa di 2026
Awalnya Bhutani khawatir kehilangan fitur Chromecast. Namun pada 2026, hampir seluruh layanan streaming utama sudah menyediakan aplikasi tvOS dengan fitur lengkap, sehingga kebutuhan casting menurun drastis. Jika tetap diperlukan, aplikasi pihak ketiga di App Store dapat menjembatani protokol casting.
Perpindahan ini juga membuka akses ke ekosistem Apple lain seperti Apple Fitness Plus, Apple Music Sing, dan Apple Arcade. Integrasi dengan Apple Watch untuk pengalaman fitness, serta katalog game tanpa iklan dan mikrotransaksi, dianggap sebanding dengan biaya tambahan yang harus dikeluarkan.
Bocoran Apple TV 4K Generasi Baru: A17 Pro dan RAM 8GB
Bagi yang sedang menimbang pembelian, perlu dicatat bahwa generasi baru Apple TV 4K sedang dipersiapkan. Menurut laporan MacRumors dan 9to5Macros, hardware sebenarnya sudah rampung sejak beberapa bulan lalu dan dipakai sehari-hari oleh karyawan Apple di Cupertino. Peluncuran tertahan karena menunggu kesiapan Siri versi baru, dan diperkirakan rilis bersamaan dengan iOS 27 pada September 2026 atau setelahnya.
| Komponen | Model Saat Ini | Model 2026 (Rumor) |
|---|---|---|
| SoC | A15 Bionic | A17 Pro |
| RAM | 4GB | 8GB |
| Konektivitas | Wi-Fi 6 | Apple N1 (Wi-Fi 7 / Bluetooth 6 / Thread) |
| Desain | Squircle, plastik hitam | Mirip desain saat ini |
Karena Apple Intelligence membutuhkan RAM minimal 8GB, peningkatan kapasitas memori hampir dapat dipastikan. Pertimbangannya kini menjadi: membeli model saat ini, atau menunggu beberapa bulan lagi.
Arah Google TV 2026: Gemini dan Iklan yang Justru Makin Banyak
Update Google TV pada April 2026 dinilai Android Authority justru memperburuk situasi. Fokus pembaruan bukan pada pengurangan iklan, melainkan pada penonjolan YouTube Shorts dan fitur Gemini AI.
Menurut panduan iklan MNTN untuk 2026, bagian paling atas home screen diperuntukkan bagi konten sponsor atau iklan layar penuh, dan section di bawahnya pun diisi slot promosi brand. Mode "Apps Only" yang biasa digunakan untuk menghindari iklan kini dilaporkan FlatpanelsHD mulai disusupi iklan di kawasan Eropa.
Bagi konsumen Indonesia, perbandingan ini memberi gambaran realistis: meskipun Google TV Streamer maupun Apple TV 4K belum dijual resmi secara luas melalui kanal seperti iBox atau Erafone untuk model terbaru, perangkat ini banyak ditemui via importir. Pilihan akhirnya bergantung pada seberapa besar toleransi Anda terhadap iklan dan pelacakan, serta seberapa penting performa jangka panjang dibanding harga awal yang lebih murah.
Sumber
- Android Authority — I finally ditched my Google TV for the Apple TV — and I couldn't be happier
- MacRumors — Here's What's Coming in the 2026 Apple TV
- Android Authority — Google TV is in trouble, and the latest update only makes it worse
