Garmin tampaknya sedang mempersiapkan sebuah fitness band tanpa layar bernama Cirqa, dan bocoran terbaru dari listing sebuah retailer di Ukraina mengungkap kemungkinan harga yang cukup mengejutkan: sekitar $500 (sekitar Rp 8.125.000). Angka ini setara dengan smartwatch kelas menengah Apple Watch, padahal perangkat ini sama sekali tidak memiliki layar. Laporan ini pertama kali diterbitkan oleh Android Authority.
Apa Itu Garmin Cirqa dan Bagaimana Tampilannya?
Garmin Cirqa diposisikan sebagai fitness band minimalis yang berfokus pada pemantauan kesehatan dan pemulihan (recovery) selama 24 jam — konsep yang serupa dengan Whoop maupun Fitbit Air yang baru-baru ini diperkenalkan. Berdasarkan gambar yang bocor, desainnya sangat sederhana:
- Band berbahan kain (fabric) berwarna hitam
- Modul sensor kompak dengan logo Garmin
- Tidak ada layar, tidak ada fitur notifikasi
Keberadaan Cirqa pertama kali terungkap awal tahun ini ketika Garmin secara tidak sengaja mengunggah halaman produk di situs resmi mereka untuk pasar Kanada. Listing dari retailer Ukraina ini disebut sebagai sumber informasi paling jelas sejak insiden tersebut. Perlu dicatat bahwa ini masih merupakan informasi tidak resmi, dan spesifikasi maupun tampilan produk akhir masih bisa berubah.
Harga $500: Masuk Akal atau Sekadar Placeholder?
Bagian yang paling banyak diperbincangkan dari bocoran ini adalah harganya. Listing retailer tersebut mencantumkan harga dalam hryvnia Ukraina yang bila dikonversi setara dengan sekitar $500 (sekitar Rp 8.125.000). Sebagai perbandingan, Whoop menggunakan model berlangganan tanpa biaya perangkat di muka, sementara Fitbit Air hadir di kisaran harga yang jauh lebih terjangkau.
Android Authority sendiri menilai harga ini tergolong sangat tinggi untuk kategori band tanpa layar. Ada dua kemungkinan yang perlu dipertimbangkan: pertama, harga tersebut mencerminkan konfigurasi sensor premium yang diusung Cirqa; kedua, angka itu bisa jadi hanyalah placeholder atau mengandung markup regional yang belum final.
Bagi konsumen di Indonesia, harga Rp 8 juta lebih untuk sebuah band tanpa layar tentu menjadi pertimbangan serius, mengingat di kisaran harga yang sama sudah tersedia berbagai pilihan smartwatch dengan fitur lengkap dari Samsung, Garmin sendiri, maupun Apple.
Teknologi di Balik Cirqa: Sensor, Paten, dan Sertifikasi FCC
Meski belum ada pengumuman resmi, sejumlah langkah regulasi dan paten menunjukkan bahwa Cirqa bukan sekadar rumor. Garmin telah mengajukan merek dagang "CIRQA" ke USPTO pada 25 Februari 2026, dengan deskripsi yang mencakup kata-kata terkait stress recovery, alertness, dan performance — menandakan fokus pada pemulihan, bukan sekadar pelacak aktivitas biasa.
Beberapa poin teknis yang diketahui sejauh ini:
- Cirqa diduga menggunakan sensor optik Garmin Elevate V5, yang merupakan sensor kelas atas dari lini Garmin
- Merek dagang terpisah bernama "Muscle Battery" juga ditemukan, yang dianalisis sebagai indikasi adanya pengukuran SmO2 (saturasi oksigen otot)
- Pengajuan sertifikasi FCC pada Februari 2026 mengonfirmasi bentuk perangkat berupa band
Berdasarkan rangkaian langkah ini, perkiraan waktu peluncuran berada di antara pertengahan Mei hingga pertengahan Juni 2026, meski Garmin belum mengonfirmasi tanggal apa pun secara resmi.
Garmin Connect+ dan Kekhawatiran Soal Fitur Berbayar
Satu pertanyaan besar yang mengiringi Cirqa adalah: apakah fitur analisis pemulihan utamanya akan dikunci di balik langganan berbayar? Kekhawatiran ini muncul seiring diluncurkannya Garmin Connect+, layanan premium Garmin seharga $6,99/bulan atau $69,99/tahun (sekitar Rp 113.000/bulan atau Rp 1.137.000/tahun).
Garmin Connect+ yang diluncurkan pada Maret 2025 ini menawarkan fitur seperti Active Intelligence berbasis AI, Performance Dashboard, Live Activity, serta konten Garmin Coach tambahan. CEO Garmin telah mengonfirmasi bahwa fitur-fitur canggih baru akan ditambahkan secara eksklusif ke tingkatan premium ini — sebuah sinyal pergeseran strategi dari Garmin yang selama ini dikenal tidak mengunci fitur inti di balik paywall.
Di sisi lain, pada pembaruan firmware Februari 2026, fitur gear tracking justru dibuka gratis untuk semua pengguna. Artinya, Garmin belum sepenuhnya beralih ke model berbayar. Namun, mengingat Cirqa dirancang khusus untuk analisis pemulihan jangka panjang, ada kemungkinan fitur analitik tingkat lanjutnya akan masuk ke dalam paket Connect+ di masa mendatang.
Spesifikasi yang Diketahui dan Yang Masih Belum Jelas
Dari listing yang bocor, informasi yang dapat dikonfirmasi masih terbatas:
| Aspek | Informasi |
|---|---|
| Ukuran | S/M dan L/XL (berdasarkan laporan sebelumnya) |
| Warna | Hitam dan abu-abu (berdasarkan laporan sebelumnya) |
| Fitur | Pemantauan detak jantung, kalori, aktivitas lari dan bersepeda |
| Layar | Tidak ada |
| Harga bocoran | ~$500 (sekitar Rp 8.125.000) |
| Tanggal rilis resmi | Belum diumumkan |
Kolom spesifikasi pada listing tersebut dilaporkan belum lengkap, sehingga kemungkinan besar masih ada fitur tambahan yang belum terungkap. Informasi mengenai ketersediaan di pasar Indonesia belum diumumkan secara resmi.
Kesimpulannya, hampir dapat dipastikan Garmin sedang mengerjakan band tanpa layar ini — namun soal harga final dan kelengkapan fitur, keputusan terbaik adalah menunggu pengumuman resmi dari Garmin sebelum mengambil kesimpulan lebih jauh.
Sumber
- Android Authority — Garmin's rumored Fitbit Air competitor may have a seriously wild price tag
- the5krunner — Garmin twin launch? Cirqa and Vivosmart 6: yet another leak
- the5krunner — Garmin CIRQA Leaked Price: The Case for $420
