Xiaomi resmi membawa Smart Band 10 Pro ke pasar global setelah sebelumnya diluncurkan di Tiongkok. Fitness tracker terbaru ini menawarkan layar AMOLED 1,74 inci dengan kecerahan hingga 2.000 nits, bobot hanya 21,6 gram, dan daya tahan baterai hingga 21 hari — semuanya dalam satu perangkat dengan harga mulai €79,90 (sekitar Rp 1.400.000 atau setara US$87). Bagi konsumen di Indonesia yang mencari alternatif ringan dari smartwatch penuh, ini layak diperhatikan.
Layar 2.000 Nits yang Tetap Terbaca di Bawah Terik Matahari
Salah satu peningkatan paling signifikan pada Smart Band 10 Pro adalah kecerahan layar yang mencapai 2.000 nits. Angka ini bukan sekadar spesifikasi di atas kertas — pada level tersebut, layar tetap terbaca dengan jelas di bawah sinar matahari langsung, kondisi yang kerap dihadapi pengguna di Indonesia saat berolahraga di luar ruangan.
Layar AMOLED berukuran 1,74 inci ini hadir dalam bodi setebal 9,7 mm dengan bobot 21,6 gram (tanpa tali). Dibandingkan generasi sebelumnya, Smart Band 9 Pro, ukuran layar dipertahankan namun bodinya kini lebih tipis dan lebih ringan. Tersedia dalam dua pilihan material: aluminium dan edisi keramik — pilihan terakhir memberikan kesan premium sekaligus tetap nyaman dipakai sepanjang malam.
| Spesifikasi | Smart Band 10 Pro |
|---|---|
| Layar | 1,74 inci AMOLED (maks. 2.000 nits) |
| Ketebalan | 9,7 mm |
| Bobot | 21,6 g (tanpa tali) |
| Baterai | 350 mAh / maks. 21 hari (penggunaan ringan) |
| Material | Aluminium / Keramik |
| Wilayah penjualan resmi | Global (kecuali Amerika Serikat) |
Baterai 21 Hari dan Sensor PPG Baru untuk Pemantauan Tidur
Ketipisan bodi 9,7 mm tidak mengorbankan kapasitas baterai. Dengan sel 350 mAh, Xiaomi mengklaim daya tahan hingga 21 hari pada penggunaan ringan — artinya pengguna cukup mengisi daya sekali setiap tiga minggu. Perlu dicatat bahwa penggunaan fitur AOD (always-on display) atau pelacakan olahraga intensif akan mempersingkat durasi tersebut.
Sensor PPG pada perangkat ini juga diperbarui dengan modul dual-sumber cahaya dan dual-PD sensor. Hasilnya, Smart Band 10 Pro kini mendukung pemantauan HRV (heart rate variability) — indikator kondisi sistem saraf otonom yang berguna untuk mengukur tingkat kelelahan dan pemulihan setelah latihan berat. Algoritma tidur versi 2.0 turut dihadirkan, dengan peningkatan akurasi deteksi waktu tidur dan bangun sebesar 11 persen, serta akurasi fase tidur sebesar 14 persen dibanding generasi sebelumnya.
Sebagai nilai tambah, Xiaomi bermitra dengan aplikasi manajemen siklus menstruasi Clue. Setiap pembelian Smart Band 10 Pro disertai keanggotaan Clue Plus selama tiga bulan secara gratis.
Fitur Olahraga: GNSS 5 Satelit, 150+ Mode, hingga Sinkronisasi Dua Perangkat
Untuk pengguna aktif, Smart Band 10 Pro mendukung GNSS dengan kompatibilitas lima sistem satelit serta lebih dari 150 mode olahraga. Beberapa fitur baru yang ditambahkan antara lain:
- Mode lari di lintasan — mendukung pencatatan lap secara otomatis
- Mode bersepeda — mengubah smartphone menjadi dasbor langsung (live dashboard)
- Sinkronisasi dua perangkat — band dapat terhubung secara bersamaan ke smartphone Android dan iPhone
Fitur sinkronisasi ganda ini cukup relevan bagi pengguna yang membawa dua ponsel sekaligus — misalnya ponsel kerja dan ponsel pribadi — karena data aktivitas tidak akan terputus meski notifikasi datang dari dua perangkat berbeda.
Dari sisi ketahanan, Smart Band 10 Pro memiliki rating tahan air 5ATM hingga kedalaman 50 meter, termasuk dukungan pemantauan detak jantung di dalam air. Satu fitur yang cukup unik adalah gaming mode — mode khusus yang memantau detak jantung dan tingkat stres secara real-time saat bermain game mobile, lalu menghasilkan laporan kesehatan setelah sesi berakhir. Fitur ini jarang ditemukan pada fitness tracker di kelas harga yang sama.
Harga dan Ketersediaan: Mulai Rp 1,4 Jutaan, Bagaimana dengan Indonesia?
Di pasar Eropa, Smart Band 10 Pro dibanderol mulai €79,90 (sekitar Rp 1.400.000 atau setara US$87) untuk model standar. Varian NFC dan edisi keramik tersedia mulai €99,90 (sekitar Rp 1.750.000 atau setara US$109).
Xiaomi belum mengumumkan jadwal rilis resmi untuk pasar Indonesia. Namun mengingat Indonesia merupakan salah satu pasar utama Xiaomi di Asia Tenggara, peluncuran regional dalam waktu dekat cukup realistis untuk diantisipasi. Untuk saat ini, informasi rilis resmi untuk pasar Indonesia belum diumumkan secara resmi oleh Xiaomi.
Sebagai perbandingan, Samsung Galaxy Fit4 berada di kisaran harga yang serupa, tetapi memiliki layar lebih kecil, daya tahan baterai lebih pendek, dan tidak mendukung pemantauan HRV — menjadikan Smart Band 10 Pro pilihan yang lebih kompetitif bagi pengguna yang tidak terikat ekosistem Samsung.
Xiaomi Kembali ke Puncak Pasar Wearable Global
Peluncuran global Smart Band 10 Pro terjadi di tengah momentum positif Xiaomi di segmen wearable. Berdasarkan data terbaru Omdia, pengiriman wearable global pada 2025 melampaui 200 juta unit (naik 6 persen dari tahun sebelumnya), dan Xiaomi berhasil merebut kembali posisi teratas dengan pangsa pasar 18 persen — melampaui Apple (17 persen) dan Huawei (16 persen) untuk pertama kalinya dalam lima tahun. IDC juga mencatat bahwa segmen smartband tumbuh 14,7 persen secara tahunan, dengan Xiaomi sebagai pendorong utama pertumbuhan tersebut.
Bagi konsumen di Indonesia, tren ini mengindikasikan bahwa Xiaomi kemungkinan akan semakin agresif menghadirkan produk wearable ke pasar regional ASEAN, termasuk Indonesia, dengan harga yang kompetitif. Pantau kanal resmi Xiaomi Indonesia atau platform seperti Tokopedia dan Shopee untuk informasi ketersediaan lebih lanjut.
Sumber
- Android Authority — Just as fitness trackers get interesting again, the Xiaomi Smart Band 10 Pro goes global
- Gizmochina — Xiaomi retakes top spot in global wearables market
- Xiaomi Global — Xiaomi Smart Band 10 Pro — Halaman Produk Resmi
