Apple dikabarkan tengah mengembangkan fitur keamanan baru untuk iPhone yang mampu mendeteksi momen perangkat dirampas dan langsung mengunci layar secara otomatis. Fitur ini disebut memiliki konsep serupa dengan Theft Detection Lock yang sudah lebih dulu hadir di Android — dan bagi pengguna di Indonesia yang akrab dengan risiko jambret di ruang publik, ini adalah kabar yang patut dicermati.
Celah yang Belum Tertutup oleh Stolen Device Protection dan Find My
Selama ini, Apple telah menyediakan Stolen Device Protection dan Find My sebagai andalan perlindungan iPhone. Namun menurut laporan Android Authority yang mengutip 9to5Mac, kedua fitur tersebut dirancang untuk skenario setelah perangkat hilang atau dicuri — bukan untuk momen saat iPhone direnggut dari tangan dalam keadaan sudah terbuka (unlocked).
Inilah celah yang ingin ditutup oleh fitur baru ini. Ketika seseorang merampas iPhone yang sedang aktif digunakan, pelaku berpotensi langsung mengakses seluruh isi perangkat sebelum pemilik sempat bereaksi. Fitur yang sedang dikembangkan Apple ini disebut akan mendeteksi gerakan tiba-tiba yang mengindikasikan penjambretan, lalu secara otomatis mengunci perangkat dalam hitungan detik.
Cara Kerja: Sensor Gerak, Apple Watch, dan Deteksi Lokasi
Berdasarkan informasi yang beredar, mekanisme fitur ini memanfaatkan data sensor gerak untuk mengenali pola pergerakan mendadak yang tidak wajar — seperti tarikan keras atau perpindahan posisi yang cepat. Pola inilah yang menjadi pemicu kunci otomatis.
Yang menarik, Apple disebut menambahkan lapisan deteksi ekstra yang tidak dimiliki Android. Pertama, jarak antara iPhone dan Apple Watch yang terpasang akan ikut diperhitungkan untuk meningkatkan akurasi deteksi. Kedua, sistem akan menerapkan logika yang sama dengan Stolen Device Protection dalam menilai apakah iPhone sedang berada di "lokasi yang dikenal" atau tidak.
Jika perangkat terdeteksi dirampas di lokasi yang tidak familiar, fitur ini tidak hanya mengunci layar, tetapi juga memblokir akses ke berbagai pengaturan sensitif — menutup celah bagi pelaku untuk menonaktifkan proteksi dari dalam perangkat itu sendiri.
Perbandingan dengan Theft Detection Lock di Android
Android Authority menyebut konsep fitur Apple ini "pada dasarnya sama" dengan Theft Detection Lock milik Google. Untuk konteks, Theft Detection Lock bekerja dengan menggabungkan kecerdasan buatan (AI) dan sensor gerak untuk mendeteksi gerakan mencurigakan — seperti perangkat yang tiba-tiba berpindah dengan cepat karena dijambret oleh pejalan kaki, pengendara motor, atau penumpang kendaraan — lalu langsung mengunci layar.
Google bahkan telah memperkuat ekosistem perlindungan ini pada Januari 2026 dengan sejumlah pembaruan untuk Android 16 ke atas, antara lain:
| Fitur | Fungsi | Kompatibilitas |
|---|---|---|
| Failed Authentication Lock | Kunci otomatis setelah terlalu banyak percobaan autentikasi gagal | Android 16+ |
| Identity Check | Perlindungan diperluas ke semua fitur yang menggunakan Android Biometric Prompt | Android 16+ |
| Remote Lock | Kunci jarak jauh via android.com/lock dengan tambahan pertanyaan keamanan | Android 10+ |
Perlu dicatat, di Brasil, Theft Detection Lock dan Remote Lock bahkan sudah diaktifkan secara bawaan untuk setiap perangkat Android yang baru diaktifkan — mencerminkan respons terhadap tingginya angka kejahatan jalanan di negara tersebut. Situasi yang tidak jauh berbeda dengan kondisi di sejumlah kota besar Indonesia.
Kapan Hadir? iOS 27 di WWDC 2026 Jadi Kandidat Kuat
Fitur ini belum tersedia dan belum ada pengumuman resmi dari Apple. Informasi yang beredar saat ini bersumber dari analisis kode internal yang dilakukan oleh pengembang 9to5Mac — bukan dari pernyataan Apple secara langsung.
Cult of Mac dan Digital Trends sama-sama menyebut bahwa fitur anti-jambret ini kemungkinan besar akan diumumkan secara resmi pada WWDC 2026 yang dijadwalkan berlangsung Juni mendatang, sebagai bagian dari iOS 27. Adapun soal perangkat yang mendukung, beredar perkiraan bahwa iPhone 18 Pro dan iPhone Fold akan menjadi yang pertama mendapatkannya, sementara model generasi sebelumnya berpotensi menyusul melalui pembaruan iOS.
Namun semua ini masih bersifat spekulatif. Mengingat sumbernya adalah kode yang belum final, bentuk implementasi akhir dan cakupan perangkat yang didukung baru bisa dipastikan setelah Apple membuat pengumuman resmi.
Relevansi bagi Pengguna iPhone di Indonesia
Bagi pengguna iPhone di Indonesia, fitur ini memiliki relevansi yang sangat nyata. Kasus jambret ponsel di ruang publik — dari halte bus hingga area pusat perbelanjaan — masih menjadi perhatian serius di berbagai kota besar. Fitur yang mengunci perangkat secara otomatis dalam momen penjambretan dapat menjadi lapisan perlindungan tambahan yang berarti, terutama karena pelaku sering kali berharap bisa mengakses perangkat yang masih dalam kondisi terbuka.
Sambil menunggu fitur ini hadir secara resmi, langkah paling praktis yang bisa dilakukan saat ini adalah memastikan Stolen Device Protection dan Find My sudah aktif di iPhone Anda. Informasi resmi mengenai ketersediaan di pasar Indonesia belum diumumkan, namun mengingat iOS 27 bersifat global, pembaruan ini diperkirakan akan tersedia untuk pengguna di seluruh dunia termasuk Indonesia — jika memang akhirnya dirilis.
Sumber
- Android Authority — Apple may be planning to steal Android's handy anti-theft trick
- Cult of Mac — Apple plans a powerful new anti-theft upgrade for iPhones
- Digital Trends — Your iPhone might soon lock itself the moment someone snatches it from your hand
