Apple dikabarkan akan memulai era foldable-nya dengan pendekatan yang sangat hati-hati. Bocoran dummy unit terbaru iPhone Fold memperlihatkan bodi titanium setipis 4,5mm, hanya tersedia dalam warna putih, dan berpotensi menghidupkan kembali Touch ID. Harganya? Dimulai dari US$2.000 (sekitar Rp 32.500.000) — angka yang menempatkannya jauh di atas iPhone Pro Max paling mahal sekalipun.

Dummy Unit Ungkap Desain yang Sudah Mendekati Final

Leaker ternama Sonny Dickson pada 7 Juni 2026 merilis foto-foto detail dummy unit iPhone Fold yang tingkat penyelesaiannya jauh lebih matang dibandingkan sampel yang ia tampilkan pada April 2026 lalu. Dummy unit adalah replika non-fungsional yang biasa digunakan produsen casing untuk menyiapkan aksesori sebelum perangkat resmi diluncurkan, sehingga dimensinya umumnya sudah mendekati produk final — meski detail kecil masih bisa berubah.

Sebelumnya, leaker Ice Universe juga sempat membagikan gambar dummy iPhone Fold berwarna putih di awal pekan ini. Namun sampel dari Dickson menangkap desain bingkai dan layar secara lebih jelas, termasuk lengkungan halus di tepi cover display yang membentang edge-to-edge.

Spesifikasi Utama: Format Passport, Titanium 4,5mm, dan Touch ID

Berdasarkan gabungan rumor dan dummy unit terbaru, berikut spesifikasi yang beredar:

KomponenDetail
FormatBook-style passport (rasio 4:3, lipat horizontal)
Layar luar5,5 inci
Layar dalam OLED7,8 inci (sedikit lebih kecil dari iPad mini)
BingkaiTitanium 4,5mm
Tombol fisikTombol volume di sisi atas, tanpa Action Button
Autentikasi biometrikTouch ID, bukan Face ID
Kamera belakangDual horizontal dalam camera plateau bergaya iPhone Air

Poin paling mengejutkan adalah biometrik. Setelah hampir satu dekade Face ID menjadi standar di lini iPhone Pro, Apple dikabarkan akan kembali ke Touch ID demi mengakomodasi keterbatasan ruang pada engsel dan layar lipat. Bagi pengguna yang sudah terbiasa membuka iPhone hanya dengan tatapan, ini akan terasa seperti langkah mundur — sebuah kompromi khas "generasi pertama".

Detail baru lain yang terlihat: kamera depan layar dalam ditempatkan di pojok kiri atas (yang akan memengaruhi implementasi Dynamic Island), serta microphone belakang dengan tujuh lubang dan posisi flash di bawahnya dalam camera plateau.

Strategi "Satu Warna untuk Generasi Pertama"

Klaim Dickson selaras dengan informasi dari leaker Weibo "Instant Digital" yang menyebut Apple tidak menyiapkan varian hitam — hanya putih. Mark Gurman dari Bloomberg sebelumnya juga melaporkan bahwa Apple sengaja menghindari warna mencolok dan bertahan pada finishing tradisional.

Pendekatan ini konsisten dengan pola peluncuran produk kategori baru milik Apple. Apple Watch Ultra dan Vision Pro keduanya debut dengan satu warna saja. Sebagai gambaran historis, iPhone X yang dirilis November 2017 pun hanya hadir dalam Silver dan Space Gray dengan harga awal US$999 — rekor saat itu — sebelum varian Gold ditambahkan di iPhone XS setahun kemudian.

Dengan kata lain, generasi kedua atau ketiga iPhone Fold kemungkinan besar akan membuka pintu pilihan warna yang lebih beragam.

Jadwal Rilis dan Harga: Mulai Rp 32,5 Juta

iPhone Fold dijadwalkan diumumkan pada September 2026, bersamaan dengan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max. Menurut Gurman, harga awalnya akan menembus US$2.000 (sekitar Rp 32.500.000) — belum termasuk pajak dan margin distributor lokal.

Sebagai konteks bagi konsumen Indonesia: angka itu setara dengan harga iPhone 17 Pro Max varian tertinggi yang dijual iBox saat ini, bahkan bisa lebih mahal lagi setelah masuk skema pajak resmi melalui jalur Erafone, Digimap, atau iBox. Belum ada konfirmasi apakah iPhone Fold akan masuk Indonesia di gelombang pertama, mengingat ketersediaan global yang diprediksi sangat terbatas.

Teknologi Layar Tanpa Lipatan dari Samsung × Fine M-Tec

Salah satu kelemahan utama smartphone foldable selama ini adalah garis lipatan (crease) yang terlihat di tengah layar. Pada CES 2026, Samsung Display mendemonstrasikan panel OLED foldable generasi baru yang diklaim "tanpa crease sama sekali" jika dibandingkan dengan Galaxy Z Fold 7.

Rahasianya ada pada pelat logam berlubang hasil laser drilling buatan Fine M-Tec asal Korea Selatan, yang berfungsi mendistribusikan tekanan saat layar dilipat. Komponen ini dilaporkan akan dipakai bersama oleh iPhone Fold dan Galaxy Z Fold 8. Menariknya, meski panel diproduksi Samsung Display, struktur panel, metode laminasi, dan proses materialnya dirancang langsung oleh tim Apple — sebuah indikasi bahwa standar Apple soal "tanpa crease" telah mengangkat bar industri secara keseluruhan.

Pasokan Tipis: Hanya 3–5 Juta Unit di Tahun Pertama

Analis Ming-Chi Kuo memperkirakan pengiriman iPhone Fold pada 2026 hanya berkisar 3–5 juta unit secara global. Samsung Display sebenarnya menyiapkan kapasitas produksi panel 7–8 juta unit per tahun, tetapi tantangan yield dan ramp-up produksi membuat pasokan stabil baru bisa terwujud pada 2027.

IndikatorAngka
Prediksi pengiriman 2026 (Kuo)3–5 juta unit
Kapasitas panel Samsung7–8 juta unit/tahun
Pasokan normal2027
Pertumbuhan pasar foldable 2026 (IDC)+30% YoY

IDC memprediksi kehadiran iPhone Fold akan mendorong pasar foldable global tumbuh 30% dibanding tahun sebelumnya. Bagi konsumen Indonesia yang berminat, ini berarti dua hal: pertama, kemungkinan besar iPhone Fold tidak akan tersedia secara resmi di Indonesia hingga setidaknya kuartal kedua 2027; kedua, harga unit di pasar gelap (BM) berpotensi melonjak tinggi karena kelangkaan global. Menunggu generasi kedua mungkin menjadi opsi paling rasional, baik dari sisi harga, ketersediaan, maupun kematangan teknologi engsel.

Sumber