Apple dikabarkan tengah menyiapkan iPhone lipat perdana untuk diluncurkan pada September 2026, dengan banderol awal diperkirakan menembus US$2.000 (sekitar Rp 32.500.000). Namun, di tengah persiapan produksi massal, muncul bocoran baru yang justru menambah kebingungan: warna hitam yang biasanya menjadi pilihan utama konsumen Apple, kabarnya belum pasti masuk daftar.

Sindiran Instant Digital soal Absennya Warna Hitam

Bocoran terbaru datang dari leaker ternama asal Tiongkok, Instant Digital, yang aktif di platform Weibo. Sebagaimana dilaporkan MacRumors, sosok ini menyebut bahwa Apple "bahkan belum memutuskan apakah akan merilis layar lipat dalam warna hitam," sembari menyindir dengan kalimat "apakah Apple punya dendam pada warna hitam?"

Meski demikian, MacRumors sendiri menilai rumor ini masih questionable alias meragukan. Warna hitam kemungkinan masih dipertimbangkan, namun belum dipastikan masuk lini produk final. Yang menarik, keputusan warna biasanya sudah dikunci jauh sebelum perangkat masuk fase produksi massal — sehingga ketidakpastian di tahap ini terbilang tidak biasa.

Putih Pasti, Warna Kedua Masih Simpang Siur

Pada Februari 2026 lalu, Instant Digital sempat menyebut iPhone lipat hanya akan tersedia dalam dua varian warna. Satu-satunya yang dipastikan adalah putih, sementara warna kedua belum jelas. Posisi ini ia pertahankan hingga laporan Mei 2026, namun komentar terbarunya justru menambah kabut soal pilihan kedua.

Beberapa sumber lain memberikan gambaran berbeda:

  • Macworld, mengutip sumber rantai pasok, menyebut warna kedua kemungkinan adalah indigo yang mirip dengan Deep Blue pada iPhone 17 Pro, ditambah varian silver klasik dan putih.
  • Sumber yang sama menyatakan opsi warna iPhone lipat akan lebih sedikit dibanding iPhone 18 Pro, dan warna cerah mencolok tidak akan digunakan.
  • Mark Gurman dari Bloomberg menyebut Apple akan menjauhi fun colors dan kemungkinan tetap memilih nuansa tradisional seperti silver/putih dan space gray/hitam.

Singkatnya, jumlah warna, kehadiran hitam, hingga kemungkinan indigo masih simpang siur.

Produksi Massal Dimulai, Tapi Warna Belum Final?

Samsung Display dilaporkan sudah memulai produksi massal panel OLED untuk iPhone lipat dan sedang dalam tahap ramp-up. Biasanya, keputusan warna terkait langsung dengan rantai pasok material dan komponen, sehingga sudah dikunci jauh hari sebelum peluncuran.

MacRumors menduga bocoran terbaru ini mungkin hanya mencerminkan ketidakpastian di sisi rantai pasok, bukan keraguan Apple secara internal. Sebagai catatan, dummy unit (replika fisik) iPhone lipat yang beredar selama ini hanya muncul dalam varian putih. Spesifikasi akhir tentu masih bisa berubah.

Pola Apple: Lini Premium Selalu Mulai dengan Sedikit Warna

Strategi merilis produk baru kelas atas dengan pilihan warna terbatas bukan hal asing bagi Apple. Apple Watch Ultra dan Vision Pro dirilis hanya dalam satu varian warna. Analis rantai pasok Ming-Chi Kuo menyebut tantangan yield awal dan ramp-up produksi berpotensi membatasi pasokan hingga akhir 2026.

Kuo juga menegaskan, angka 15–20 juta unit yang sering disebut media kemungkinan mencerminkan akumulasi permintaan selama 2–3 tahun siklus produk, bukan target tahun pertama.

Sebagai gambaran historis, iPhone X debut pada November 2017 hanya dengan silver dan space gray seharga US$999 (sekitar Rp 16.250.000). Varian gold baru ditambahkan setahun kemudian pada iPhone XS. Pola serupa kemungkinan akan diulang Apple untuk produk yang sebagian media menyebutnya "iPhone Ultra" ini.

Dengan banderol awal yang diperkirakan tembus US$2.000 (sekitar Rp 32.500.000), segmen pembeli yang menentukan keputusan berdasarkan warna kemungkinan kecil — sehingga Apple punya ruang menjaga palet awal tetap sempit.

Spesifikasi yang Beredar: Engsel Liquid Metal dan Layar 7,8 Inci

Dari sisi desain, engsel iPhone lipat dikabarkan menggunakan material liquid metal (logam cair), dengan Dongguan EonTec asal Tiongkok sebagai pemasok eksklusif. Material ini menawarkan rasio kekuatan-terhadap-berat lebih tinggi serta ketahanan korosi dan aus yang lebih baik dibanding logam konvensional.

KomponenSpesifikasi
Layar dalamsekitar 7,8 inci
Layar luarsekitar 5,5 inci
Ketebalan (tertutup)sekitar 9,5mm (versi lain menyebut 11mm)
Ketebalan (terbuka)sekitar 4,5mm
Target kedalaman lipatandi bawah 0,15mm
Target sudut lipatandi bawah 2,5 derajat

Target kedalaman lipatan di bawah 0,15mm tergolong sangat ketat, dengan tujuan menghilangkan jejak lipatan secara visual — kelemahan utama smartphone lipat di pasaran saat ini, termasuk Samsung Galaxy Z Fold dan Oppo Find N yang dijual di Indonesia.

Skema Produksi Samsung Display

Samsung Display memperkuat posisinya sebagai pemasok eksklusif panel OLED lipat untuk Apple, dengan kontrak eksklusif selama tiga tahun. Rinciannya:

  • Lini produksi A4 ditingkatkan kapasitasnya hingga 30.000 panel per bulan pada Q2 2026.
  • Target pengiriman 8–9 juta panel ke Apple sepanjang tahun ini.
  • Dengan yield perakitan, setara sekitar 7–8 juta unit produk jadi.
  • Produksi massal dimulai Mei 2026, pengiriman skala penuh diperkirakan Juli 2026.

Apa Artinya bagi Konsumen Indonesia?

Bagi konsumen di Indonesia, iPhone lipat perdana ini hampir pasti menjadi produk yang sangat sulit dijangkau pada gelombang pertama — baik dari sisi ketersediaan resmi melalui iBox/Digimap maupun dari sisi harga. Dengan banderol awal global di kisaran Rp 32.500.000 dan kemungkinan harga resmi Indonesia yang lebih tinggi karena pajak impor, perangkat ini setara dengan harga sepeda motor matic kelas menengah.

Bagi yang sudah berniat membeli, opsi warna yang terbatas justru bisa menyederhanakan keputusan. Bagi yang masih wait-and-see, lebih bijak menunggu pengumuman resmi pada September 2026 — bersamaan dengan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max — sebelum mempertimbangkan langkah lanjut.

Sumber