Samsung berhasil menggeser Apple dari puncak klasemen kepuasan pelanggan smartphone versi American Customer Satisfaction Index (ACSI) 2026. Dengan selisih hanya satu poin — 81 berbanding 80 — Samsung kini berdiri sebagai pemimpin tunggal, setelah tahun lalu keduanya berbagi posisi teratas dengan skor yang sama. Bagi konsumen di Indonesia yang tengah mempertimbangkan pembelian ponsel baru, hasil survei ini memberikan gambaran menarik tentang arah persaingan dua raksasa teknologi dunia.

Skor ACSI 2026: Samsung Unggul Tipis, Industri Mulai Pulih

Tahun lalu, industri smartphone mencatat penurunan kepuasan sebesar 4% — level terendah dalam satu dekade. Kini, ACSI 2026 mencatat pemulihan sebesar 1%, mendorong skor industri secara keseluruhan ke angka 79.

Samsung meraih 81 poin dan keluar sebagai pemimpin tunggal, sementara Apple turun ke posisi kedua dengan 80 poin. Perlu dicatat bahwa selisih satu poin ini secara statistik memang tipis, namun maknanya signifikan: ini adalah pertama kalinya Samsung berhasil melampaui Apple secara sendirian dalam survei bergengsi ini.

IndikatorSkor 2026Perubahan dari Tahun Lalu
Samsung (smartphone)81Naik ke posisi pertama tunggal
Apple (smartphone)80Turun dari posisi pertama tunggal
Industri keseluruhan79+1% (pulih dari level terendah 10 tahun)
Daya tahan baterai81+5%

ACSI menyoroti bahwa kepuasan meningkat paling signifikan ketika fitur baru memberikan nilai nyata dalam keseharian tanpa menimbulkan keluhan baru. Sebagai contoh konkret, skor daya tahan baterai naik 5% menjadi 81 poin — sebuah indikator bahwa produsen mulai berhasil menyeimbangkan performa dengan efisiensi energi.

Fitur AI Langsung Raih 85 Poin di Debut Perdananya

Salah satu temuan paling menarik dari survei ACSI 2026 adalah penilaian perdana terhadap integrasi AI. Dalam pengukuran pertamanya, fitur AI meraih skor 85 dari 100 — angka yang hampir menyamai fungsi paling dasar sebuah ponsel, yakni panggilan telepon dan pengiriman pesan teks, yang masing-masing meraih 86 poin.

ACSI menginterpretasikan ini sebagai sinyal bahwa pengguna tidak sekadar menyadari keberadaan fitur AI, melainkan benar-benar merasakannya bermanfaat dalam aktivitas sehari-hari. AI, dengan kata lain, sedang bertransisi dari sekadar daya tarik pemasaran menjadi alat produktivitas yang sesungguhnya.

Konteks ini relevan dengan peluncuran Galaxy S26 Series yang diumumkan Samsung pada 25 Februari 2026. Seri ini diposisikan sebagai "generasi ketiga AI phone" dengan sejumlah fitur baru, antara lain:

  • Advanced Audio Eraser — menghilangkan kebisingan latar dari rekaman audio
  • Call Screening — menyaring panggilan masuk secara otomatis
  • Creative Studio — alat kreasi konten berbasis AI
  • Photo Assist versi terbaru — penyempurnaan foto yang lebih canggih
  • Now Nudge — fitur yang memahami konteks layar dan memberikan saran tindakan berikutnya

Di balik fitur-fitur tersebut, Galaxy S26 Series hadir dengan peningkatan performa NPU sebesar 39%, CPU 19%, dan GPU 24% dibanding generasi sebelumnya — fondasi komputasi yang menjadi tulang punggung kemampuan AI on-device.

Kepuasan Pengguna Flagship Jauh Melampaui Segmen Lain

Survei ACSI juga memecah data berdasarkan segmen produk, dan hasilnya cukup mengejutkan. Pengguna yang baru membeli ponsel flagship merasakan kepuasan jauh lebih tinggi dibanding segmen lainnya:

  • Galaxy S Series terbaru: 84 poin
  • iPhone baru: 82 poin
  • Google Flagship: 80 poin
  • Rata-rata flagship keseluruhan: 82 poin
  • Ponsel lama (legacy): 76 poin
  • Foldable: 72 poin

Sebagai gambaran, selisih 10 poin antara flagship (82) dan foldable (72) cukup besar dalam skala ACSI. Ini mengindikasikan bahwa meski foldable menawarkan faktor keunikan, pengalaman penggunaan sehari-harinya masih menyisakan banyak ruang untuk perbaikan.

Foldable: Samsung Dominan, tapi Keluhan Pengguna 3 Kali Lebih Tinggi

Di segmen foldable, Samsung memimpin dengan skor 80, diikuti Google dengan 72, dan Motorola dengan 70. Dominasi Samsung di segmen ini memang tak terbantahkan — namun ada catatan penting yang perlu diperhatikan.

Pengguna foldable tercatat mengajukan keluhan tiga kali lebih sering dibanding pengguna smartphone konvensional. Ini menunjukkan bahwa meski skor kepuasan Samsung di segmen ini relatif tinggi, kategori foldable secara keseluruhan masih menghadapi tantangan serius dalam hal keandalan dan pengalaman pengguna.

Yang berpotensi mengubah peta persaingan ini adalah kemungkinan masuknya Apple ke pasar foldable. Berdasarkan laporan yang beredar — dan perlu ditekankan ini belum dikonfirmasi resmi — foldable iPhone diperkirakan akan hadir bersamaan dengan iPhone 18 Pro pada musim gugur 2025. Spesifikasi yang dilaporkan mencakup:

SpesifikasiInformasi yang Dilaporkan
Layar dalam7,8 inci
Layar luar (cover screen)5,5 inci
ChipsetApple A20
RAM12 GB
AutentikasiTouch ID terintegrasi di tombol daya (tanpa Face ID)
Kamera belakangKonfigurasi dual kamera
Harga perkiraansekitar $2.000 (sekitar Rp 32.500.000)
Pasokan layarSamsung Display, kapasitas 7–8 juta unit per tahun
Jadwal produksi massalMundur dari Juni ke Agustus

Mundurnya jadwal produksi massal ke bulan Agustus berpotensi membatasi ketersediaan unit pada peluncuran perdana. Seluruh informasi di atas bersifat laporan dan belum dikonfirmasi Apple.

Smartwatch: Apple dan Samsung Berbagi Puncak

Di luar smartphone, ACSI 2026 juga mengukur kepuasan pengguna smartwatch. Apple mempertahankan skor 80, sementara Samsung mengalami penurunan 4% — namun keduanya kini berada di posisi yang setara di puncak klasemen.

Indikator yang mencatat kenaikan paling signifikan di segmen ini adalah kemudahan navigasi menu dan pengaturan (naik 7% menjadi 80 poin) serta konektivitas dengan aplikasi dan aksesori (naik 5% menjadi 83 poin).

Survei ACSI 2026 ini didasarkan pada 26.963 responden yang dihubungi melalui email dalam periode April 2025 hingga Maret 2026.

Bagi konsumen di Indonesia yang sedang mempertimbangkan pembelian smartphone baru, temuan ini memberikan panduan praktis: kepuasan tertinggi ada di segmen flagship, sementara foldable — meski menarik secara konsep — masih membawa risiko keluhan yang lebih tinggi. Pilihan segmen produk tampaknya lebih menentukan kepuasan dibanding sekadar memilih merek. Informasi ketersediaan Galaxy S26 Series di pasar Indonesia dapat diperoleh melalui Erafone, iBox, atau gerai resmi Samsung terdekat.

Sumber