Setelah hampir tidak merilis Google Play system update sepanjang paruh kedua 2025, Samsung tampaknya mengubah haluan secara drastis. Memasuki 2026, perusahaan asal Korea Selatan ini sudah mengirimkan pembaruan ketujuhnya untuk perangkat Galaxy, demikian dilaporkan Android Authority. Bagi pengguna Galaxy di Indonesia, ini adalah sinyal positif bahwa fitur keamanan dan privasi besutan Google akan lebih cepat sampai ke perangkat Anda.

Pembaruan Ketujuh Galaxy di 2026 Mulai Bergulir

Android Authority melaporkan bahwa Google Play system update terbaru sudah mulai menyapa perangkat Galaxy. Pembaruan ini tercatat sebagai yang ketujuh sepanjang 2026, sebuah ritme yang jauh lebih agresif dibandingkan tahun sebelumnya. Tushar Mehta dari Android Authority bahkan mengonfirmasi bahwa perangkat Galaxy miliknya sudah menerima update tersebut.

Meski begitu, isi pembaruan kali ini masih menjadi tanda tanya. Tidak ada perubahan signifikan yang terdeteksi pada fungsi inti, dan tanggal yang tertera pada halaman pembaruan masih menunjukkan 1 Mei 2026. Dengan kata lain, Samsung dan Google belum membuka detail apa yang sebenarnya dibawa pada rilis ketujuh ini.

Dari Nol ke Tujuh: Perubahan Sikap Samsung

Yang membuat angka tujuh ini menarik adalah perbandingannya dengan paruh kedua 2025. Pada periode tersebut, Samsung praktis tidak mengirimkan Play system update sama sekali untuk perangkat Galaxy. Saat itu, Samsung berdalih bahwa mereka perlu menyempurnakan fitur bawaan Google terlebih dahulu sebelum mendistribusikannya kepada pengguna.

Sikap tersebut menuai kritik luas dari komunitas Android. Android Authority menilai bahwa peningkatan frekuensi rilis di 2026 ini kemungkinan besar merupakan respons Samsung terhadap gelombang kritik tersebut. Berikut perbandingan singkatnya:

PeriodeJumlah Play System Update
Paruh kedua 2025Nol
2026 (sampai saat ini)7 kali

Apa Sebenarnya Fungsi Play System Update?

Perlu dicatat, Play system update berbeda dengan pembaruan One UI yang biasa kita kenal. Jika One UI membawa fitur khas Samsung melalui firmware, Play system update justru menjadi jalur langsung dari Google untuk mengirimkan komponen inti Android — seperti Digital Wellbeing, Privacy Dashboard, hingga fitur anti-pencurian — tanpa harus melewati intervensi pabrikan.

Sayangnya, Android Authority menilai mekanisme ini belum berjalan sesuai harapan Google. Letak menu pembaruan yang tersembunyi di pengaturan membuat banyak pengguna tidak menyadari keberadaannya, sehingga banyak perangkat tertinggal pada versi lama meskipun status sistemnya tampak "sudah diperbarui".

Cara Mengecek di Perangkat Galaxy Anda

Bagi pengguna Galaxy di Indonesia, berikut langkah memeriksa ketersediaan Play system update terbaru:

  • Buka Pengaturan > Keamanan dan Privasi > Sistem & Pembaruan
  • Periksa apakah ada pembaruan tertunda
  • Jika diminta, lakukan restart perangkat agar pembaruan baru muncul

Fitur Konkret dari Update Mei dan Juni 2026

Walaupun isi pembaruan ketujuh belum jelas, rilis Mei dan Juni 2026 sudah membawa sejumlah fitur yang patut diperhatikan. Sammy Fans melaporkan bahwa update Mei menambahkan tool terkait AirDrop untuk perangkat Samsung. Sementara itu, Google Play Services v26.21 dan Play Store v51.7 yang dirilis Juni membawa beberapa peningkatan berikut:

  • Dukungan standar Credential Exchange — memungkinkan impor-ekspor password dan passkey antara Google Password Manager dengan aplikasi pihak ketiga
  • Tampilan diskon Play Store yang lebih jelas, termasuk pembaruan dialog untuk Android Auto, smartphone, dan TV
  • Penggabungan alur pre-registrasi dan auto-install menjadi satu proses
  • Notifikasi banner untuk fitur Loyalty MAX dan tantangan bulanan bagi sebagian pengguna

Bagi pengguna Galaxy di Indonesia yang aktif menggunakan Google Password Manager, dukungan Credential Exchange ini bisa menjadi kabar baik karena memudahkan migrasi dari atau ke aplikasi seperti Bitwarden atau 1Password tanpa proses manual yang rumit.

One UI 8.5 Stabil Mulai Bergulir Secara Global

Bersamaan dengan kembali aktifnya Play system update, Samsung juga mulai menggulirkan One UI 8.5 versi stabil sejak 11 Mei 2026, seperti dilaporkan nokiapoweruser. Jadwal distribusinya kurang lebih sebagai berikut:

TahapPerangkat
Mei (awal)Galaxy S25 Ultra/Plus/Edge/FE, Z Fold 7, Z Flip 7, Z TriFold
Juni dan setelahnyaGalaxy A/M/F series
Tahap lanjutanGalaxy S24 series, Z Fold 6, Z Flip 6, Galaxy Tab S11/S10

Sammy Fans menyebut bahwa One UI 8.5 stabil mencakup security patch Mei 2026 dengan total 39 perbaikan kerentanan — 29 dari Android dan 10 khusus Samsung. Sayangnya, Galaxy S21 series (kecuali FE), Galaxy Note 20 series, dan beberapa perangkat A/M/F rilisan sebelum 2023 tidak masuk daftar karena belum mendukung One UI 8.0. Konsumen di Indonesia yang masih menggunakan perangkat-perangkat tersebut sebaiknya mulai mempertimbangkan upgrade jika dukungan software jangka panjang menjadi prioritas.

Implikasi untuk Pengguna Galaxy di Indonesia

Dengan tingkat penetrasi Samsung yang masih tinggi di pasar Indonesia — bersaing ketat dengan Oppo, Xiaomi, dan Vivo — perubahan sikap Samsung soal Play system update ini cukup relevan. Anda tidak perlu menunggu One UI berikutnya untuk menikmati pembaruan keamanan dan privasi dari Google. Cukup buka menu pengaturan secara berkala untuk memastikan perangkat Galaxy Anda benar-benar berada pada versi paling mutakhir.

Sumber