Samsung baru saja merilis pembaruan perangkat lunak besar untuk lini kulkas Bespoke-nya, mengintegrasikan Google Gemini agar kulkas mampu mengenali lebih dari 2.000 jenis makanan — naik drastis dari sekitar 100 item sebelumnya. Pembaruan ini juga membawa kontrol suara yang lebih canggih dan sistem diagnosis kerusakan berbasis AI.

Dari 100 Menjadi 2.000 Item: Lompatan yang Signifikan

Sebelum pembaruan ini, kulkas Bespoke hanya mampu mengenali sekitar 60 jenis produk segar seperti buah dan sayuran, ditambah sekitar 50 produk kemasan seperti yogurt dan popcorn. Jumlah tersebut jelas tidak mencukupi jika dibandingkan dengan ribuan produk yang tersedia di supermarket modern.

Dengan menggabungkan sistem pengenalan objek bawaan Samsung dengan model berbasis cloud dari Google, jumlah item yang dapat diidentifikasi melonjak menjadi lebih dari 2.000 jenis. Koneksi Wi-Fi diperlukan untuk mengaktifkan fitur ini, namun mengingat kulkas Bespoke sudah mendukung berbagai fungsi pintar seperti sinkronisasi kalender dan pemutaran video, hal tersebut bukan hambatan berarti.

Dalam uji coba awal yang dilakukan oleh Engadget, kulkas ini berhasil mengenali saus sambal Taiwan bermerk "Bull Head Shallot Sauce" — produk yang tergolong niche — dan langsung mendaftarkannya ke AI Food Manager. Kulkas juga mampu membedakan Diet Coke dan Coke Zero secara akurat, termasuk menghitung jumlah kaleng masing-masing. Respons dari server cloud pun terbilang cepat, hanya membutuhkan beberapa detik.

Kontrol Suara Lebih Luas dan Diagnosis Kerusakan Proaktif

Integrasi Gemini tidak hanya memperluas pengenalan makanan. Kontrol suara kini mencakup perubahan pengaturan suhu, pengecekan jadwal penggantian filter air, hingga permintaan panduan pemecahan masalah. Dalam beberapa kasus, kulkas bahkan dapat memutar video tutorial langsung di layarnya.

Untuk kerusakan yang lebih kompleks, Samsung memperkenalkan fitur bernama "Reliability AI" — sistem pemantauan komponen yang dirancang mendeteksi anomali sebelum berkembang menjadi kerusakan serius. Sebagai contoh, jika mesin pembuat es menghasilkan gumpalan beku, teknisi Samsung dapat menyesuaikan volume air yang masuk ke baki es secara jarak jauh, tanpa perlu kunjungan langsung. Apabila kunjungan tetap diperlukan, data kondisi perangkat dapat dibagikan terlebih dahulu untuk mempercepat diagnosis.

Perlu dicatat, akses teknisi terhadap data kesehatan perangkat hanya dapat dilakukan atas persetujuan eksplisit pemilik. Samsung menegaskan bahwa aspek privasi tetap dijaga dalam desain sistem ini.

Daftar Belanja Otomatis dan Saran Resep Berbasis Isi Kulkas

Berdasarkan pengujian selama delapan bulan dengan unit percobaan, termasuk dua minggu menggunakan versi awal perangkat lunak baru, Engadget melaporkan sejumlah keunggulan praktis:

  • Bahan makanan yang mudah busuk seperti alpukat dipantau masa simpannya, dan notifikasi dikirim saat mendekati batas konsumsi
  • Kulkas mempelajari kebiasaan pengambilan bahan tertentu, lalu secara otomatis mengusulkan penambahan ke daftar belanja
  • Karena isi kulkas terpantau secara akurat, saran resep yang dihasilkan pun lebih relevan dengan bahan yang tersedia

Pengalaman ini dinilai mengurangi gesekan dalam rutinitas belanja harian — cukup buka aplikasi di supermarket, daftar belanja sudah tersedia.

Halusinasi AI dan Batas yang Perlu Diperhatikan

Seperti layanan AI pada umumnya, sistem ini belum bebas dari kesalahan. Dalam satu kejadian, AI mengenali plester berwarna cerah di jari seseorang sebagai "sayuran". Keterangan produk untuk krim keju berbahan nabati juga dilaporkan tidak lengkap.

Artinya, label dan informasi stok yang dihasilkan AI sebaiknya tidak langsung diandalkan sepenuhnya. Untuk bahan penting atau produk dengan tanggal kedaluwarsa kritis, verifikasi manual tetap disarankan.

Satu hal yang menarik perhatian: meski Gemini berperan besar di balik layar, nama "Gemini" hampir tidak muncul di antarmuka kulkas. Asisten yang dapat diajak bicara langsung tetaplah Bixby, bukan Gemini.

Ekosistem Lebih Luas: Wine Cellar hingga Kompor

Pembaruan ini bukan hanya untuk kulkas. Samsung juga mengumumkan Bespoke AI Wine Cellar baru yang dilengkapi AI Vision berbasis Google Gemini. Kamera di bagian atas unit akan mengenali label botol saat dimasukkan atau dikeluarkan, memperbarui SmartThings AI Wine Manager secara otomatis, dan memberikan saran paduan makanan berdasarkan koleksi wine yang tersimpan.

Di sisi perangkat keras, Bespoke AI 3-Door French Door hadir dengan desain Zero Clearance Fit yang menyisakan celah samping hanya sekitar 4 mm, serta pintu transparan AutoView. Pada CES 2026, Samsung juga memperkenalkan pembaruan untuk microwave OTR dan kompor slide-in, termasuk DualVent OTR dengan desain ventilasi yang dirancang ulang secara menyeluruh.

Strategi Samsung jelas: menjadikan AI Vision sebagai benang merah yang menghubungkan seluruh ekosistem peralatan dapur mereka.

Samsung vs LG: Persaingan AI di Dapur

Samsung bukan satu-satunya yang bergerak di segmen ini. LG, dalam rangka peringatan 10 tahun lini SIGNATURE, memperkenalkan kulkas baru dengan AI percakapan berbasis LLM dan layar LCD 6,8 inci. LG SIGNATURE Smart InstaView bahkan menggunakan ThinQ Food dan kamera internal untuk mengenali bahan makanan serta menyarankan resep dan alternatif bahan.

Perbedaan pendekatannya cukup jelas: Samsung memilih mengintegrasikan Gemini dari Google, sementara LG mengembangkan LLM milik sendiri. Keduanya sama-sama merespons kekhawatiran privasi terkait kamera di dalam kulkas — Samsung, misalnya, menerapkan pemburaman wajah otomatis saat kamera menangkap gambar manusia, sebagaimana dilaporkan oleh Wired.

Bagi konsumen di Indonesia yang mempertimbangkan investasi pada peralatan rumah tangga pintar, perkembangan ini menunjukkan bahwa kulkas kelas premium kini bukan sekadar tempat penyimpanan, melainkan asisten dapur yang terus berkembang melalui pembaruan perangkat lunak. Informasi ketersediaan resmi produk Bespoke terbaru di pasar Indonesia dapat dikonfirmasi melalui Samsung Indonesia atau mitra resmi seperti Samsung Experience Store.

Sumber