Google tengah mempersiapkan kategori laptop baru bernama Googlebook — perangkat berbasis Android yang dijadwalkan mulai dijual musim gugur 2025 ini. Menurut laporan Android Authority, lima merek telah dikonfirmasi sebagai mitra peluncuran pertama, sementara Samsung — salah satu pemain terkuat di ekosistem Chromebook — justru tidak masuk dalam daftar tersebut.

Lima Merek Pertama yang Akan Meluncurkan Googlebook

Berdasarkan laporan Android Authority, merek-merek berikut akan menjadi yang pertama merilis Googlebook:

  • Acer
  • ASUS
  • Dell
  • HP
  • Lenovo

Kelima nama ini bukan wajah baru di dunia laptop berbasis Google. Mereka telah lama menjadi mitra Chromebook dan memiliki pengalaman panjang dalam menggarap perangkat Android. Android Authority menegaskan bahwa ini adalah daftar merek pertama yang akan merilis Googlebook, bukan daftar final — artinya merek-merek lain berpotensi bergabung di kemudian hari.

Bagi konsumen di Indonesia, nama-nama seperti ASUS, Acer, Lenovo, dan HP sudah sangat familiar dan tersedia luas di berbagai kanal resmi seperti iBox, Erafone, maupun toko resmi di Tokopedia dan Shopee. Kehadiran merek-merek ini menjadi sinyal positif bahwa Googlebook berpeluang masuk ke pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Samsung Absen: Satu-satunya Mitra Chromebook yang Tidak Ada di Daftar

Perlu dicatat, dari seluruh merek yang tercantum di halaman resmi "Shop Chromebooks" milik Google, hanya Samsung yang tidak masuk dalam daftar peluncuran perdana Googlebook — demikian yang dilaporkan Android Authority.

Padahal, Samsung selama ini dikenal sebagai salah satu produsen Chromebook premium paling menonjol, terutama lewat lini Galaxy Chromebook Plus. Ketidakhadiran Samsung di peluncuran pertama ini tentu menjadi tanda tanya besar, meski alasan resminya belum diungkapkan oleh pihak mana pun.

Yang penting untuk dipahami: absennya Samsung dari peluncuran pertama bukan berarti Samsung tertutup kemungkinannya untuk bergabung di masa mendatang, maupun berhenti memproduksi Chromebook Plus.

Apa Itu Googlebook dan Apa Bedanya dengan Chromebook?

Googlebook adalah laptop berbasis Android — bukan ChromeOS — yang menurut laporan TechCrunch dan Axios dirancang sejak awal sebagai perangkat AI-native dengan Gemini terintegrasi di level sistem operasi.

Beberapa fitur unggulan yang dilaporkan antara lain:

  • Magic Pointer: Kursor berbasis Gemini yang memberikan saran kontekstual sesuai konten di layar saat kursor digerakkan.
  • Create My Widget: Pengguna dapat membuat widget kustom menggunakan prompt Gemini, dengan integrasi data dari Gmail, Google Calendar, dan layanan Google lainnya.
  • Cast My Apps: Aplikasi Android yang terpasang di ponsel dapat digunakan langsung dari laptop tanpa perlu instalasi ulang.
  • Glowbar: Lampu indikator yang terpasang di bodi fisik seluruh unit Googlebook — menjadi identitas visual lintas merek.

Menariknya, Google menyatakan bahwa Googlebook tidak menggantikan Chromebook, melainkan hadir sebagai kategori tersendiri. Namun, belum ada konfirmasi resmi soal apakah model Chromebook baru masih akan terus diluncurkan ke depannya.

Dari sisi teknis, Googlebook dilaporkan berbasis Android 17 dengan nama proyek internal "Aluminium OS", dilengkapi window manager, taskbar, dan virtual desktop tersendiri — menjadikannya lebih dari sekadar Android yang diperbesar ke layar laptop.

Persaingan di Pasar AI PC: MacBook Neo hingga Copilot+ PC

Googlebook hadir di tengah persaingan yang semakin ketat di segmen AI PC. Sebagai gambaran, berikut lanskap kompetitornya:

ProdukKeterangan
Apple MacBook NeoDibanderol $499 (sekitar Rp 8.100.000), ditenagai chip A18 Pro
Microsoft Copilot+ PCLini laptop Windows dengan fitur AI, namun dilaporkan masih menghadapi tantangan adopsi
Google GooglebookBerbasis Android, integrasi Gemini, dijadwalkan rilis musim gugur ini

Kehadiran MacBook Neo di harga $499 (sekitar Rp 8.100.000) menjadi tekanan nyata bagi Google untuk memposisikan Googlebook secara kompetitif — baik dari sisi harga maupun fitur.

Namun perlu dicatat, masih ada ketidakpastian soal jadwal. Berdasarkan dokumen hukum yang dikutip sejumlah media, pengacara Google sempat menyebut kemungkinan rilis versi uji coba Aluminium OS pada paruh kedua 2026, dengan rilis penuh yang bisa mundur hingga mendekati 2028. Artinya, peluncuran musim gugur ini kemungkinan baru mencakup unit-unit awal dari mitra tertentu, bukan ketersediaan global secara penuh.

Yang Perlu Diperhatikan Konsumen Indonesia

Informasi resmi mengenai rilis Googlebook untuk pasar Indonesia belum diumumkan. Harga dan spesifikasi detail dari masing-masing merek juga belum dipublikasikan.

Bagi Anda yang saat ini sedang mempertimbangkan pembelian laptop baru — baik Chromebook maupun laptop Android — ada baiknya menunggu hingga musim gugur 2025 ketika pengumuman resmi dari Acer, ASUS, Dell, HP, dan Lenovo mulai bermunculan. Keputusan pembelian yang terburu-buru sebelum ekosistem Googlebook jelas akan berisiko, mengingat kategori ini masih sangat baru dan belum teruji di pasar nyata.

Sumber