Google resmi memperkenalkan kategori laptop baru bernama Googlebooks, dan langkah ini langsung memunculkan pertanyaan besar: apa yang akan terjadi pada Chromebook? Berdasarkan laporan Android Authority, TechCrunch, dan 9to5Google, dukungan perangkat lunak untuk Chromebook yang sudah ada akan tetap berlanjut — namun masa depan model Chromebook baru justru masih belum jelas.

Googlebooks: Laptop AI-Native dengan Fitur Baru yang Mencolok

Googlebooks bukan sekadar Chromebook dengan nama berbeda. Google merancangnya sebagai kategori tersendiri yang menempatkan kecerdasan buatan dan integrasi smartphone sebagai fitur utama.

Beberapa fitur yang sudah diumumkan antara lain:

  • Magic Pointer — menggerakkan kursor dengan cara tertentu akan langsung mengaktifkan Gemini, asisten AI Google
  • Glowbar — lencana bercahaya yang hadir di semua unit Googlebooks
  • Akses langsung ke aplikasi Android dari smartphone — berbeda dari implementasi Android di Chromebook selama ini, fitur ini memungkinkan pengguna menjalankan aplikasi yang ada di ponsel Android mereka langsung dari Googlebooks

Lima produsen PC besar telah dikonfirmasi sebagai mitra: Acer, Asus, Dell, HP, dan Lenovo. Nama-nama ini bukan hal asing bagi pengguna Chromebook, sehingga jalur distribusi dan ekosistem yang sudah terbentuk kemungkinan besar akan ikut terbawa. Googlebooks dijadwalkan mulai tersedia pada musim gugur 2026.

Perlu dicatat, Google sendiri tidak memproduksi laptop secara langsung — perangkat ini akan datang dari para mitra produsen tersebut.

Chromebook yang Sudah Ada: Tidak Perlu Panik

Bagi pengguna Chromebook saat ini, ada kabar yang cukup melegakan. Google menyatakan akan terus memberikan dukungan perangkat lunak untuk Chromebook yang sudah beredar. Lebih jauh, laporan menyebutkan bahwa Google berkomitmen mendukung ChromeOS hingga sekitar tahun 2033 — sejalan dengan janji pembaruan 10 tahun yang pernah diumumkan sebelumnya.

Artinya, pengguna yang kini memegang Chromebook tidak perlu terburu-buru menggantinya. Perangkat akan tetap menerima pembaruan keamanan dan fungsionalitas dalam jangka waktu yang cukup panjang.

Namun ada satu catatan penting: tidak semua Chromebook lama dipastikan bisa bertransisi ke sistem operasi generasi berikutnya. Sebagian perangkat mungkin tidak memenuhi persyaratan perangkat keras yang dibutuhkan, sehingga hanya akan tetap berjalan di ChromeOS versi yang ada — bukan versi baru berbasis Android.

Rencana Besar di Balik Googlebooks: ChromeOS Menuju "Aluminium OS"

Kehadiran Googlebooks bukan keputusan yang berdiri sendiri. Di baliknya terdapat rencana jangka panjang Google untuk menyatukan ChromeOS dan Android menjadi satu platform tunggal.

Berdasarkan laporan yang beredar, ChromeOS sedang dalam proses migrasi ke platform berbasis Android dengan nama kode internal "Aluminium OS", yang ditargetkan rampung pada 2026. Dengan kata lain, laptop-laptop masa depan dari ekosistem Google — termasuk Googlebooks — kemungkinan besar akan berjalan di atas fondasi Android, bukan ChromeOS seperti yang dikenal selama ini.

Ini menjelaskan mengapa pertanyaan soal "apakah Chromebook baru akan terus diluncurkan?" sulit dijawab saat ini. Jika platform OS-nya sendiri sedang bertransisi, maka definisi "Chromebook baru" pun ikut berubah.

AspekChromebookGooglebooks
Basis OSChromeOSKategori laptop baru
Dukungan perangkat lamaDilanjutkan (hingga ~2033)
Peluncuran model baruTidak jelasDijadwalkan musim gugur 2026
Mitra produsenAcer, Asus, HP, Lenovo, dll.Acer, Asus, Dell, HP, Lenovo
Fitur unggulanRingan, berbasis cloudMagic Pointer, Glowbar, integrasi Android

Haruskah Membeli Chromebook Sekarang, atau Menunggu Googlebooks?

Ini pertanyaan yang wajar muncul, terutama bagi konsumen yang sedang mempertimbangkan pembelian laptop baru.

Jika Anda sudah memiliki Chromebook, tidak ada alasan mendesak untuk menggantinya dalam waktu dekat. Dukungan perangkat lunak masih akan berjalan bertahun-tahun ke depan.

Jika Anda berencana membeli laptop baru, ada baiknya menunggu hingga detail Googlebooks — termasuk harga, spesifikasi lengkap, dan ketersediaan aplikasi — diumumkan secara resmi. Saat ini informasi yang tersedia masih terbatas, dan membuat keputusan pembelian besar berdasarkan pengumuman awal bisa berisiko.

Bagi konsumen di Indonesia, informasi mengenai ketersediaan resmi Googlebooks di pasar lokal belum diumumkan. Mengingat kelima mitra produsen (Acer, Asus, Dell, HP, Lenovo) semuanya memiliki kehadiran di Indonesia, peluang masuknya produk ini ke pasar domestik cukup terbuka — namun kepastiannya masih perlu ditunggu dari pengumuman resmi masing-masing merek.

Sumber