Ugreen meluncurkan dua aksesori yang dirancang khusus untuk pengguna iPhone: power bank Qi2 bernama MagFlow Air dan charger GaN 65W bernama Nexode Air. MacRumors telah menguji keduanya secara langsung dan menyoroti kombinasi kabel USB-C terintegrasi, magnet kompatibel MagSafe, hingga form factor super tipis. Artikel ini merangkum performa, batasan, serta posisi keduanya untuk konsumen Indonesia yang sedang mempertimbangkan aksesori pengisian daya iPhone 17 series.
MagFlow Air: Power Bank 10.000 mAh dengan Kabel USB-C Built-in
MagFlow Air dijual dengan harga US$60 (sekitar Rp 975.000) dan menawarkan kapasitas 10.000 mAh, charging nirkabel Qi2, sekaligus kabel USB-C yang sudah terintegrasi pada bodi. Dimensinya 4,4 x 2,75 x 0,55 inci dengan bobot yang dideskripsikan setara iPhone 17 Pro Max. Secara desain, perangkat ini menyerupai Anker MagGo yang dijual US$80 (sekitar Rp 1.300.000), sehingga Ugreen mengambil posisi US$20 (sekitar Rp 325.000) lebih murah dibanding kompetitor utamanya.
Kabel USB-C terintegrasi disimpan di sudut bawah dan berfungsi ganda sebagai lanyard ketika tidak digunakan. Menariknya, dibutuhkan sedikit tenaga untuk menariknya keluar, sehingga aman saat dibawa sebagai strap. Ugreen mengklaim kabel ini lolos uji tekuk 10.000 kali. Perlu dicatat, kabel tersebut tidak dapat dilepas atau diganti — sebuah keterbatasan yang patut dipertimbangkan untuk pemakaian jangka panjang.
Kecepatan pengisian mencapai 15W via Qi2 nirkabel dan 30W via kabel USB-C. Sebagai gambaran, charger MagSafe resmi Apple dan perangkat berstandar Qi2.2 mampu mencapai 25W nirkabel, sehingga MagFlow Air belum tergolong tercepat di kelasnya. Magnetnya cukup kuat sehingga iPhone tidak mudah terlepas saat ditarik keluar dari saku. Pengguna juga bisa menggabungkan magnet MagSafe dengan kabel USB-C untuk kepraktisan dan kecepatan, namun saat USB-C aktif, jalur nirkabel tidak akan menyalurkan daya.
Kapasitas 10.000 mAh cukup untuk satu kali pengisian penuh iPhone 17 Pro Max dengan sedikit sisa, namun belum mampu menggandakan pengisian penuh. Pengisian power bank dari kosong hingga penuh memakan waktu sekitar 2 jam via USB-C. Fitur pass-through charging juga tersedia: ketika adaptor dan iPhone tersambung bersamaan, iPhone akan diprioritaskan terlebih dahulu sebelum power bank itu sendiri terisi.
Spesifikasi Keamanan
Ugreen menonjolkan beberapa mekanisme proteksi pada MagFlow Air:
- Sel "Dymondcell ATL" yang menggunakan baterai lithium-ion buatan Amperex Technology Limited (ATL)
- "13 Layer Protection" untuk mencegah overheat, overcurrent, dan short circuit
- Mekanisme Thermal Guard untuk pengendalian suhu
- Kapasitas yang masih di bawah batas 100Wh untuk penerbangan komersial
Sayangnya, definisi pasti "Dymondcell" maupun detail "13 lapisan" tidak diuraikan secara terbuka oleh Ugreen, bahkan di situs resmi Inggris. Sel baterainya diklaim tahan uji penetrasi paku tungsten 4mm dan tekanan 1,43 ton, walau pengujian semacam ini tidak bisa diverifikasi langsung oleh reviewer. Tersedia tiga pilihan warna: Space Gray, Blue, dan White, dengan finishing soft touch yang ramah terhadap bodi iPhone.
Nexode Air: Charger GaN 65W Berukuran 1,6 Inci
Nexode Air dibanderol US$25 (sekitar Rp 406.000) dan menjadi salah satu charger 65W paling tipis yang pernah diuji reviewer MacRumors. Berbekal teknologi GaN (Gallium Nitride), dimensinya hanya sekitar 1,6 x 1,2 x 1,3 inci dengan plug lipat untuk meningkatkan portabilitas. Daya 65W cukup untuk fast charging MacBook Air sekaligus mengisi iPhone dan iPad tanpa hambatan.
| Ugreen Nexode Air (65W) | Apple USB-C Charger (30W) | |
|---|---|---|
| Output | 65W | 30W |
| Form factor | Plug lipat, GaN kompak | Ukuran standar |
| Kelengkapan | Kabel braided USB-C ke USB-C 1m | Dijual terpisah |
Selain varian 65W, tersedia juga versi 45W dengan empat pilihan warna: Space Gray, Orange, White, dan Blue, yang dirancang menyelaraskan dengan palet warna iPhone 17 Pro. Kabel braided USB-C sepanjang sekitar 1 meter yang disertakan dinilai berkualitas baik. Bagi yang membutuhkan multi-port, charger ini mungkin kurang memadai, tetapi sebagai charger tunggal untuk MacBook atau iPhone, perangkat ini cukup kompeten.
Pertimbangan Sebelum Membeli
MagFlow Air dengan harga US$60 (sekitar Rp 975.000) tergolong premium untuk kelas 10.000 mAh, tetapi kombinasi kabel USB-C terintegrasi dan magnet Qi2 menjadikannya kompetitif dibanding Anker. Bagi pengguna iPhone yang menginginkan satu perangkat dengan dukungan MagSafe sekaligus pengisian cepat berbasis kabel, MagFlow Air adalah pilihan menarik. Namun, jika Anda mengutamakan kecepatan nirkabel maksimal, produk berstandar Qi2.2 25W atau MagSafe 25W layak dipertimbangkan.
Nexode Air, di sisi lain, lebih cocok sebagai charger cadangan saat bepergian. Harga US$25 (sekitar Rp 406.000), bentuk ramping, plug lipat, dan variasi warna menjadikannya pelengkap praktis untuk pengguna iPhone 17 Pro yang ingin mengganti adaptor bawaan 30W Apple dengan opsi yang lebih bertenaga.
Bagi konsumen di Indonesia, perlu dicatat bahwa produk Ugreen umumnya tersedia melalui marketplace seperti Tokopedia dan Shopee melalui official store, dengan harga ritel lokal yang biasanya sedikit lebih tinggi dibanding harga konversi langsung akibat pajak dan biaya distribusi. Informasi rilis resmi untuk pasar Indonesia melalui distributor lokal belum diumumkan oleh Ugreen.
Ekosistem Qi2.2 25W dan Dukungan iPhone 17 Series
iPhone 17 series memiliki batas daya nirkabel yang berbeda-beda. Berdasarkan spesifikasi teknis resmi Apple, iPhone 17, 17 Pro, dan 17 Pro Max mendukung Qi2 dan MagSafe hingga 25W, sementara iPhone 17 Air yang lebih tipis dibatasi pada 20W. Standar Qi2.2 menawarkan daya pengisian sekitar 70% lebih besar dibanding profil Qi sebelumnya, sekaligus memperbaiki presisi alignment magnetik dan manajemen panas.
Pada ajang CES 2026, ESR mengumumkan penambahan model Qi2.2 25W ke jajaran CryoBoost. Sementara itu, Baseus PicoGo AM52 menggabungkan kapasitas 10.000 mAh dengan charging nirkabel Qi2.2 25W dan mekanisme triple cooling. Sepanjang 2026, ekosistem Qi2.2 berkembang pesat baik di sisi charger maupun power bank.
Perbandingan dengan Kompetitor di Pasar Power Bank MagSafe
Kelas power bank MagSafe 10.000 mAh dengan dukungan Qi2/Qi2.2 kini menjadi medan persaingan ketat dengan fokus pada bodi tipis, output tinggi, dan manajemen panas. Anker, yang lima tahun berturut-turut menempati posisi pertama brand mobile charging dunia, menghadirkan MagGo Slim 10K berdimensi 0,58 x 2,78 x 4,09 inci dengan sistem pemantauan suhu "ActiveShield" yang melakukan pengecekan lebih dari 3 juta kali per hari untuk menjaga suhu tetap di bawah 40°C.
| Produk | Output Nirkabel | Fitur Utama |
|---|---|---|
| Anker MagGo Slim 10K | 15W (Qi2) | ActiveShield, monitoring suhu 3 juta kali/hari |
| Baseus PicoGo AM52 | 25W (Qi2.2) | Triple cooling, sekitar 30% lebih cepat dibanding MagSafe 15W |
Baseus PicoGo AM52 mampu menjaga performa optimal pada daya 25W berkat triple cooling, sehingga thermal throttling dapat diminimalkan. Hasilnya, kecepatan pengisian nirkabelnya sekitar 30% lebih cepat dibanding charger MagSafe 15W konvensional.
