Fenomena yang cukup janggal terjadi di lini Google Pixel: model entry-level justru lebih dulu mencicipi fitur baru ketimbang saudara kandungnya yang lebih premium. Pixel 8a resmi masuk daftar perangkat yang kompatibel dengan AirDrop milik Apple melalui Quick Share, sementara Pixel 8 dan Pixel 8 Pro—yang harga aslinya jauh lebih mahal—justru ditinggalkan tanpa kejelasan.

Berdasarkan laporan Android Authority pada 3 Juni 2026, firmware Pixel 8 Pro disebut belum memiliki berkas kunci yang dibutuhkan untuk menjalankan interoperabilitas tersebut. Bagi pengguna Pixel 8 series di Indonesia yang mengandalkan ekosistem campuran Android dan iPhone, situasi ini tentu memunculkan banyak pertanyaan.

Pixel 8a Masuk Daftar, Pixel 8 dan 8 Pro Tertinggal

Quick Share dengan kompatibilitas AirDrop memungkinkan transfer berkas langsung antara perangkat Android dan iPhone, iPad, maupun Mac tanpa perlu kabel atau layanan cloud pihak ketiga. Bayangkan Anda sedang liburan ke Bali bersama teman pengguna iPhone—biasanya berbagi foto harus lewat WhatsApp atau Google Drive, kini cukup dengan satu ketukan.

Menurut Android Authority, Pixel 8a kini resmi masuk daftar perangkat Pixel yang mendukung interoperabilitas Quick Share dengan AirDrop. Namun anehnya, Pixel 8 dan Pixel 8 Pro—yang merupakan saudara kandung di generasi yang sama dengan harga global mulai dari US$699 (sekitar Rp 11.350.000) hingga US$999 (sekitar Rp 16.230.000) saat peluncuran—justru tidak ada dalam daftar.

Konfigurasi seperti ini terasa kontradiktif dari sudut pandang konsumen. Biasanya, model premium yang lebih dulu mendapatkan fitur baru, lalu menyusul ke varian yang lebih terjangkau. Kali ini, polanya justru terbalik.

Petunjuk dari Analisis Firmware

Android Authority menyebut bahwa beberapa pengguna Pixel 8 Pro melaporkan telah menerima aplikasi pendukung yang menjadi prasyarat AirDrop. Sayangnya, kehadiran aplikasi tersebut tidak otomatis membuat fitur berjalan.

Petunjuk lebih dalam datang dari analisis firmware. Pada perangkat yang sudah resmi kompatibel, firmware-nya mengandung berkas terkait Quick Share Extension. Sementara di Pixel 8 Pro, berkas tersebut belum dapat ditemukan. Hal ini mengindikasikan bahwa Google perlu "menyalakan saklar" dari sisi server untuk masing-masing perangkat. Apakah Pixel 8 dan 8 Pro akan menyusul atau benar-benar ditinggalkan permanen, hingga kini belum jelas.

Daftar Lengkap Smartphone Lain yang Sudah Kompatibel

Pengumuman ini bukan ekslusif untuk Pixel. Google memanfaatkan ajang The Android Show 2026 untuk memperluas dukungan interoperabilitas Quick Share-AirDrop ke berbagai merek lain. Banyak merek di daftar ini sudah sangat familier bagi konsumen Indonesia:

  • Samsung: Galaxy S26, S25, S24 series, Z Flip7, Z Fold7, Z Flip6, Z Fold6, Z TriFold
  • OPPO: Find X9, X9 Pro, X9 Ultra, X9s, Find N6
  • OnePlus: OnePlus 15
  • Xiaomi: Xiaomi 17T Pro
  • vivo: X300 Ultra
  • HONOR: Magic V6, Magic8 Pro

Cara penggunaannya sederhana. Di sisi iPhone, pengguna perlu memilih opsi "Everyone for 10 minutes" pada pengaturan AirDrop. Sementara di sisi Android, cukup buka Quick Share dan pilih perangkat Apple yang muncul di sekitar Anda.

Mengingat Samsung, OPPO, Xiaomi, dan vivo merupakan empat merek dengan pangsa pasar terbesar di Indonesia, fitur ini secara praktis akan langsung berdampak pada jutaan pengguna Android di tanah air begitu update resmi tersedia.

Alternatif Berbasis QR Code untuk Perangkat yang Tidak Kompatibel

Bagi pemilik Pixel 8, Pixel 8 Pro, atau perangkat lain yang tidak masuk daftar, Google menyiapkan jalur alternatif berbasis cloud. Mengutip laporan 9to5Google, mekanismenya bekerja seperti ini:

  • Enkripsi: Berkas yang dikirim dilindungi dengan enkripsi end-to-end
  • Masa simpan: File akan tersedia untuk diunduh di server Google selama maksimal 24 jam
  • Cara kerja: Perangkat Android menghasilkan kode QR, lalu pengguna iPhone tinggal memindainya untuk mengakses file
  • Integrasi WhatsApp: Google juga menyatakan rencana memperluas Quick Share ke aplikasi pihak ketiga, dengan WhatsApp sebagai mitra pertama

Integrasi WhatsApp ini sangat relevan bagi pasar Indonesia, mengingat WhatsApp masih menjadi aplikasi pesan dominan. Ketika integrasi aktif, pengguna tidak perlu lagi berpindah aplikasi atau menyalin file secara manual untuk mengirimnya ke teman pengguna iPhone.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan Pengguna Pixel 8 dan 8 Pro?

Untuk konsumen yang membeli Pixel 8 atau Pixel 8 Pro—termasuk yang mendatangkannya dari luar negeri karena Google Pixel belum dijual resmi di Indonesia—situasi ini cukup mengecewakan. Hingga saat ini, Google belum mengumumkan rencana ekspansi resmi ke kedua perangkat tersebut.

Berdasarkan kondisi firmware, masih ada kemungkinan Google mengaktifkan flag di sisi server agar Pixel 8 dan 8 Pro ikut mendukung. Namun tidak ada jaminan. Bagi yang sangat membutuhkan AirDrop secara native, opsinya adalah menggunakan metode QR Code sebagai jalan tengah, atau mempertimbangkan upgrade ke perangkat yang sudah resmi kompatibel.

Perlu dicatat bahwa di pasar Indonesia, alternatif seperti Samsung Galaxy S24/S25 series sudah tersedia secara resmi melalui Samsung Experience Store dan distributor seperti Erafone—menjadikannya pilihan yang lebih praktis dibanding mengandalkan Pixel impor.

Sumber