OnePlus telah mengumumkan kelanjutan distribusi OxygenOS versi terbaru setelah sempat dihentikan selama beberapa hari akhir pekan lalu. Kepada pengguna yang sudah menerapkan pembaruan tersebut, OnePlus menyatakan bahwa mereka dapat "menggunakan perangkat dengan tenang" (use your device with confidence). Penghentian ini ternyata bersifat pencegahan, bukan respons terhadap kerusakan yang sudah terjadi pada perangkat pengguna.

Mengapa Distribusi Sempat Dihentikan?

Berdasarkan laporan Android Authority, penghentian distribusi dipicu oleh deteksi anomali pada build OxygenOS seri 16.0.7.XXX dan 16.0.5.XXX. Anomali tersebut berupa potensi abnormal reboot dan bootloop yang terdeteksi oleh sistem pemantauan internal OnePlus — sebelum build bermasalah itu sempat dikirimkan ke pengguna eksternal.

OnePlus menegaskan hal ini dalam pernyataan resminya:

"Pemantauan internal mendeteksi anomali pada build sebelum distribusi eksternal dilakukan. Kami menghentikan distribusi sebagai langkah pencegahan. Pengguna eksternal tidak terdampak."

Perlu dicatat bahwa penghentian ini mencakup sejumlah model sekaligus, antara lain OnePlus 15, 15R, 13, 13s, 13R, 12, 12R, Nord 5, dan Nord CE 5. Cakupan yang luas ini menunjukkan bahwa sistem pemantauan rollout OnePlus bekerja lintas segmen — dari flagship hingga kelas menengah.

Status Pengguna yang Sudah Memperbarui

Bagi pengguna yang sudah lebih dulu menerapkan pembaruan sebelum penghentian diumumkan, OnePlus menyatakan tidak ada kebutuhan untuk melakukan rollback. Tidak ada instruksi resmi yang memerintahkan pengembalian ke versi sebelumnya.

Sebagai gambaran, penghentian distribusi yang berlangsung hanya beberapa hari dan berakhir tanpa dampak eksternal yang signifikan merupakan skenario yang relatif jarang terjadi pada pembaruan OS besar. Ini mengindikasikan bahwa mekanisme staged rollout OnePlus berfungsi sebagaimana mestinya.

Bagi pengguna yang belum menerima notifikasi pembaruan, tidak perlu terburu-buru melakukan pemeriksaan manual. Distribusi dilakukan secara bertahap, sehingga notifikasi akan tiba pada waktunya. Jika ingin memeriksa secara manual, langkahnya adalah: Pengaturan → Sistem → Pembaruan Perangkat Lunak.

OxygenOS 16.1: Pembaruan Lebih Besar Sudah Dalam Perjalanan

Bersamaan dengan insiden penghentian ini, OnePlus juga tengah mendistribusikan OxygenOS 16.1 — pembaruan fitur yang lebih substansial. Untuk OnePlus 15, build yang dirilis adalah firmware CPH2745_16.0.7.201 dengan ukuran unduhan sekitar 2,1 GB, dan distribusi perdananya dimulai untuk pengguna di India.

Fitur-fitur utama yang hadir di OxygenOS 16.1 meliputi:

  • Live Space — antarmuka berbentuk kapsul di bagian bawah layar kunci yang menampilkan informasi real-time, serupa dengan fitur "Now Bar" milik Samsung
  • Live Activities yang diperluas dan peningkatan pemrosesan AI
  • Integrasi patch keamanan Android Mei 2026
  • Aplikasi Translate kini dilengkapi model AI on-device untuk terjemahan tanpa koneksi internet
  • AI Documents dengan kemampuan penyimpanan otomatis dan pemindaian dokumen yang lebih canggih

Build seri 16.0.7.XXX yang sempat dihentikan distribusinya merupakan bagian dari jalur pembaruan yang berkaitan dengan OxygenOS 16.1 ini, sehingga kualitas distribusi menjadi faktor yang semakin krusial.

Apa Artinya bagi Pengguna OnePlus di Indonesia?

OnePlus memiliki basis pengguna yang cukup aktif di Indonesia, terutama di segmen flagship dan upper-midrange. Menariknya, penghentian distribusi ini tidak berdampak pada pengguna eksternal mana pun — termasuk di Indonesia — karena anomali terdeteksi sebelum build tersebut dikirimkan keluar.

Bagi pengguna OnePlus 15, 13, 12, maupun seri Nord yang menantikan OxygenOS 16.1, distribusi bertahap kemungkinan akan menjangkau kawasan Asia Tenggara dalam beberapa waktu ke depan. Informasi jadwal rilis resmi untuk pasar Indonesia belum diumumkan secara spesifik, sehingga disarankan untuk memantau kanal resmi OnePlus atau forum komunitas untuk mendapatkan pembaruan terkini.

Sumber