Apple bersiap menutup babak panjang era Intel di lini Mac. Lewat macOS 27 yang akan diumumkan pada keynote WWDC 8 Juni mendatang, perangkat berbasis Intel dilaporkan tidak lagi mendapat pembaruan, sementara lapisan kompatibilitas Rosetta 2 diberi tenggat hingga musim gugur 2027. Bagi pengguna di Indonesia yang masih mengandalkan iMac atau MacBook Pro lawas berbasis Intel, ini adalah sinyal serius untuk mulai menyusun strategi migrasi.

Intel Mac Resmi Ditinggalkan, Rosetta 2 Punya Tenggat 2027

Berdasarkan laporan MacRumors, macOS 27 hanya akan berjalan di Mac dengan chip Apple Silicon mulai dari M1. Artinya, macOS Tahoe yang beredar saat ini menjadi versi terakhir yang menerima dukungan resmi untuk perangkat Intel — termasuk iMac Pro dan Mac Pro varian Intel. Penjualan Mac berbasis Intel sendiri sudah dihentikan Apple sejak 2023, sehingga langkah ini melengkapi transisi penuh ke arsitektur sendiri.

Rosetta 2, lapisan penerjemah yang memungkinkan aplikasi Intel berjalan di Apple Silicon, juga akan dipensiunkan secara bertahap. Fitur ini masih akan tersedia di macOS 27, namun dihapus sepenuhnya di macOS 28. Konsekuensinya, seluruh aplikasi yang belum dikompilasi ulang untuk Apple Silicon harus diperbarui paling lambat musim gugur 2027 agar tetap dapat dijalankan.

Untuk pengguna profesional di Indonesia — terutama studio kreatif, lab riset, dan kantor yang masih memakai software audio, plugin musik, atau tool internal lawas — perlu dicatat bahwa basis data komunitas mencatat lebih dari 18.800 aplikasi Mac berbasis Intel yang belum dikompilasi ulang. Apple sudah mulai menampilkan pop-up peringatan saat aplikasi semacam ini dijalankan di macOS Tahoe 26.4.

Siri Naik Kelas: Bisa Ditenagai Gemini, Claude, atau ChatGPT

Siri yang selama ini jarang digunakan di Mac dilaporkan akan mendapatkan antarmuka baru dan kemungkinan tampil sebagai aplikasi mandiri. Mengacu laporan Bloomberg via Tom's Guide, Apple sedang menggarap kerangka baru bernama Extensions di iOS 27, iPadOS 27, dan macOS 27. Lewat menu Apple Intelligence and Siri pada Settings, pengguna nantinya dapat memilih penyedia AI sesuai kebutuhan:

  • Google Gemini untuk riset dan pencarian informasi
  • Anthropic Claude untuk bantuan coding
  • ChatGPT untuk penulisan kreatif

Apple juga dikabarkan menggandeng tim Gemini Google untuk mengembangkan model AI khusus yang menyokong fungsi inti Siri. Aplikasi Siri khusus tersebut akan mendukung interaksi teks maupun suara, dilengkapi fitur baru Ask Siri dengan desain visual yang lebih segar.

Bagi konsumen Indonesia, opsi ini menarik karena memberi fleksibilitas tanpa harus berpindah aplikasi. Asisten yang biasanya hanya bisa menyetel timer kini berpotensi menjadi titik masuk universal ke ekosistem AI yang sudah banyak digunakan komunitas developer lokal.

Dorongan AI ke Photos, Shortcuts, hingga Safari

Sebagian besar fitur AI yang dilaporkan akan hadir di iOS 27 juga diperkirakan turun ke macOS 27. Beberapa peningkatan yang paling relevan untuk produktivitas harian:

  • Photos: fitur Extend untuk memperluas bidang foto di luar frame, dan Reframe untuk mengubah sudut pandang setelah pengambilan. Editing berbasis instruksi bahasa alami juga sedang digarap, meski mungkin belum siap di rilis perdana.
  • Image Playground: model baru untuk menghasilkan gambar yang lebih realistis sedang diuji, beserta penyesuaian UI di aplikasi.
  • Pembuatan wallpaper: fitur generasi wallpaper berbasis Image Playground di iOS 27 dilaporkan juga akan tersedia di Mac.
  • Shortcuts: pengguna cukup menyuarakan kebutuhan ke Siri, lalu AI akan membuat shortcut otomatis. Otomatisasi yang selama ini terasa rumit akan menjadi jauh lebih mudah diakses.
  • Writing Tools: tambahan pengecekan tata bahasa di samping ejaan, serta perluasan fungsi penulisan ulang dan generasi teks — berguna untuk drafting email panjang.
  • Safari: kemampuan mengelompokkan tab terbuka secara otomatis, ideal bagi pekerja riset yang sering membuka belasan tab sekaligus.

"Snow Leopard Mode": Fokus pada Performa Sehari-Hari

Selain fitur baru, Mark Gurman dari Bloomberg melaporkan bahwa Apple sedang menggarap macOS 27 dan iOS 27 sebagai pembaruan bergaya Snow Leopard — istilah yang merujuk pada rilis macOS 2009 yang memprioritaskan perbaikan bug dan optimasi performa di atas fitur baru.

Artinya, sorotan utama mungkin justru terletak pada kecepatan booting, perpindahan jendela, dan respons aplikasi sehari-hari. Untuk pengguna Indonesia yang memakai MacBook Air M1 atau M2 sebagai mesin kerja utama, peningkatan stabilitas semacam ini bisa lebih bermakna ketimbang fitur AI mencolok. MacBook Pro layar OLED dengan dukungan layar sentuh disebut bakal hadir dalam siklus macOS 27, namun realistisnya baru muncul pada 2027.

Liquid Glass Tetap Dipertahankan dengan Sentuhan Halus

Desain Liquid Glass yang diperkenalkan di macOS Tahoe akan dipertahankan di macOS 27. Meski sebagian pengguna meminta Apple kembali ke estetika lawas, perusahaan dilaporkan hanya akan melakukan slight redesign — terutama pada efek transparansi dan bayangan yang dinilai kurang pas di Mac dibandingkan iPhone. Targetnya adalah keterbacaan menu bar dan jendela yang saling tumpang tindih, bukan perombakan visual besar-besaran.

Nama resmi macOS 27 sendiri belum diumumkan. Berdasarkan nama file hashmoji "Project Big Bear" yang sempat dibagikan Apple di X, kandidat macOS Big Bear mengemuka. Jika benar mengusung filosofi Snow Leopard, nama macOS Emerald — diambil dari teluk dekat Danau Tahoe — juga disebut sebagai kemungkinan.

Implikasi untuk Pengguna di Indonesia

macOS 27 akan didistribusikan ke developer setelah keynote WWDC pada 8 Juni, dilanjutkan public beta pada Juli, dan rilis final pada musim gugur. Untuk memeriksa aplikasi mana saja yang masih berbasis Intel di perangkat Anda, buka About This MacMore InfoSystem Report → bagian Applications, lalu cermati kolom Kind untuk menemukan entri bertanda Intel.

Bagi pengguna kreatif dan profesional di Indonesia yang masih bergantung pada Mac Intel atau aplikasi lawas, kabar ini menjadi pengingat untuk segera menghubungi vendor software dan memastikan ketersediaan versi Apple Silicon. Mengingat unit Mac baru di Indonesia umumnya dipasok via iBox atau Digimap dengan kisaran harga MacBook Air M-series di rentang Rp 15.000.000 hingga Rp 20.000.000 (sekitar US$920–1.230), perencanaan migrasi sejak sekarang dapat menghindari pengeluaran mendadak menjelang 2027.

Sumber