Apple dikabarkan tengah mempersiapkan lini laptop flagship terbarunya dengan nama MacBook Ultra — sebuah perangkat yang akan berada di atas MacBook Pro saat ini dan membawa lima pembaruan besar sekaligus: layar OLED, dukungan sentuh langsung, Dynamic Island, desain lebih tipis, serta chip M6 Pro/Max berbasis proses 2nm dari TSMC. Meski peluncurannya masih jauh, bocoran ini cukup signifikan untuk diperhatikan siapa pun yang berencana membeli laptop Apple dalam waktu dekat.

Mengapa "Ultra", Bukan Sekadar "Pro" Baru?

Nama "Ultra" bukan hal baru di ekosistem Apple. Sebutan ini sudah digunakan pada Apple Watch Ultra, CarPlay Ultra, serta lini chip Ultra (M-series). Kini, menurut laporan dari MacRumors yang mengutip analis Mark Gurman (Bloomberg) dan Ming-Chi Kuo, giliran laptop flagship Apple yang mendapat label tersebut.

MacBook Ultra tidak akan menggantikan MacBook Pro. Sebaliknya, perangkat ini akan diposisikan sebagai lapisan di atasnya — dengan harga yang lebih tinggi dari MacBook Pro M5 Pro/M5 Max yang saat ini dijual mulai sekitar $1.999 (sekitar Rp 32.500.000). Artinya, MacBook Ultra kemungkinan besar akan dibanderol di atas angka tersebut, meski angka resminya belum diumumkan.

Bagi konsumen di Indonesia, perlu dicatat bahwa harga resmi di pasar lokal biasanya lebih tinggi dibanding harga dasar AS setelah memperhitungkan pajak dan biaya distribusi.

Lima Fitur yang Menjadi Alasan Nama "Ultra" Layak Disandang

1. Layar OLED Ini adalah perubahan paling mendasar. MacBook Ultra disebut akan menggunakan teknologi OLED hibrida — serupa dengan yang sudah hadir di iPad Pro terbaru — dengan panel diproduksi oleh Samsung Display melalui lini generasi ke-8.6 mereka. Dibanding layar mini-LED LCD yang digunakan MacBook Pro saat ini, OLED menawarkan kontras lebih tinggi, warna lebih akurat, dan konsumsi daya lebih efisien. Bagi kreator konten, fotografer, maupun editor video, perbedaan ini akan terasa nyata.

2. Dukungan Sentuh Langsung pada Layar Untuk pertama kalinya dalam sejarah Mac, pengguna kemungkinan bisa menyentuh layar secara langsung. Apple pernah mencoba pendekatan serupa lewat Touch Bar berbasis OLED, namun fitur itu dihentikan karena kurang diminati. Kali ini, desain yang direncanakan memungkinkan peralihan mulus antara trackpad, mouse, dan sentuhan — termasuk menu kontekstual yang secara otomatis membesar saat diakses lewat jari. macOS pun disebut sedang dikembangkan dengan elemen UI khusus sentuh dalam versi macOS 27.

3. Desain Lebih Tipis Mark Gurman melaporkan bahwa MacBook Ultra dirancang untuk menjadi salah satu laptop tertipis di kelasnya. Ini menarik mengingat MacBook Pro generasi 2021 justru lebih tebal dibanding pendahulunya demi mengembalikan port-port yang sempat dihilangkan. Bagaimana Apple menyeimbangkan ketipisan dengan kelengkapan port akan menjadi salah satu poin perhatian utama.

4. Dynamic Island Notch persegi panjang yang selama ini "memakan" area menu bar Mac kemungkinan akan digantikan oleh Dynamic Island — fitur yang sudah hadir di iPhone sejak iPhone 14 Pro (2022). Pada Mac, Dynamic Island diperkirakan berfungsi secara interaktif: menampilkan notifikasi kontekstual, kontrol pemutaran media, atau informasi aplikasi yang relevan secara real-time.

5. Chip M6 Pro/Max (TSMC 2nm) MacBook Ultra akan menggunakan chip M6 Pro dan M6 Max yang dibangun di atas proses fabrikasi 2nm TSMC — lebih canggih dari proses 3nm yang digunakan chip M4 saat ini. Selain peningkatan performa CPU dan GPU, chip ini disebut mengintegrasikan CPU, GPU, DRAM, dan Neural Engine dengan cara yang lebih erat melalui teknologi pengemasan baru. Apple diperkirakan akan menonjolkan kemampuan AI sebagai daya jual utama.

Kapan MacBook Ultra Akan Hadir?

Awalnya, peluncuran MacBook Ultra sempat disebut bisa terjadi pada paruh kedua 2026. Namun, laporan terbaru menyebutkan bahwa kekurangan pasokan chip memori global kemungkinan besar akan menggeser jadwal tersebut ke awal 2027.

Sebagai gambaran, MacBook Pro M5 Pro/M5 Max yang ada saat ini disebut akan tetap dijual berdampingan dengan MacBook Ultra — bukan dihentikan. Ini berarti konsumen tetap punya pilihan di berbagai rentang harga.

Perlu dicatat pula bahwa seluruh informasi ini masih bersifat rumor dan analisis dari pihak ketiga. Apple belum membuat pengumuman resmi apa pun terkait MacBook Ultra.

MacBook Neo $499–$699: Sisi Lain Ekspansi Lini Mac

Di ujung berlawanan dari spektrum harga, Apple juga tengah memperluas lini Mac ke segmen lebih terjangkau. MacBook Neo — laptop entry-level dengan chip A18 Pro (varian dari chip iPhone 16 Pro) — dikabarkan hadir dalam dua konfigurasi:

KonfigurasiHarga
256 GB (standar)$499 (sekitar Rp 8.100.000)
512 GB + Touch ID$699 (sekitar Rp 11.350.000)
Harga pendidikan$499 (sekitar Rp 8.100.000)

Tim Cook secara terbuka mengakui bahwa permintaan MacBook Neo melampaui perkiraan awal, dan target produksi telah dinaikkan dari 5–6 juta unit menjadi sekitar 10 juta unit. Di sisi lain, Mac mini kini dikabarkan menaikkan harga awalnya dari $599 menjadi $799 (sekitar Rp 12.975.000) seiring penghapusan konfigurasi 256 GB.

Bagi konsumen di Indonesia yang mencari laptop Apple dengan harga lebih terjangkau, MacBook Neo bisa menjadi pilihan menarik — meski informasi ketersediaannya di pasar Indonesia melalui saluran resmi seperti iBox atau Digimap belum diumumkan.

Haruskah Menunggu atau Membeli Sekarang?

Jika Anda membutuhkan laptop Mac untuk kebutuhan profesional dalam waktu dekat, MacBook Pro M5 Pro/M5 Max tetap merupakan pilihan yang sangat kompeten dan akan terus tersedia bahkan setelah MacBook Ultra diluncurkan. Tidak ada kerugian besar dalam membeli sekarang.

Namun, jika layar OLED, dukungan sentuh, Dynamic Island, atau desain lebih tipis adalah prioritas Anda — dan Anda tidak terburu-buru — menunggu hingga awal 2027 untuk melihat pengumuman resmi MacBook Ultra adalah keputusan yang masuk akal. Pembaruan yang direncanakan cukup substansial untuk disebut sebagai generasi baru yang sesungguhnya, bukan sekadar pembaruan chip.

Sumber