Apple diam-diam menyisipkan pengaturan baru bernama "App Installation" ke dalam iOS 26.5, yang memungkinkan pengguna di Brasil memilih marketplace aplikasi selain App Store sebagai pilihan utama. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan Apple dengan otoritas persaingan usaha Brasil, CADE, dan menjadi sinyal bahwa era sideloading di luar Uni Eropa mulai meluas.
Apa Itu Pengaturan "App Installation" di iOS 26.5?
Berdasarkan laporan 9to5Mac, pengaturan baru ini ditemukan oleh akun Sorcererhat Tech di platform X pada 15 Mei 2026. Lokasinya berada di Pengaturan > Apps > App Installation, atau dalam antarmuka berbahasa Portugis: Pengaturan > Apps > Padrão > App Installation.
Melalui menu ini, pengguna dapat mengelola aplikasi default untuk berbagai fungsi — mulai dari membuka tautan web, mengirim email, hingga pembayaran nirsentuh. Yang paling signifikan, terdapat opsi untuk menetapkan marketplace mana yang menjadi pilihan utama saat mengunduh aplikasi.
Saat ini, satu-satunya pilihan yang muncul di dalam menu tersebut masih App Store. Namun, teks penjelasan dari Apple sendiri sudah mengisyaratkan kemampuan yang lebih luas:
"Marketplace default ditampilkan di bagian atas dan digunakan untuk rekomendasi di Spotlight, Siri, dan Safari. Jika Anda menambahkan beberapa marketplace, Anda dapat mengubah marketplace default."
Kalimat tersebut secara eksplisit menyebut kemungkinan adanya "beberapa marketplace" — artinya infrastruktur untuk menampung toko aplikasi pihak ketiga sudah disiapkan, meski belum diaktifkan.
Latar Belakang: Kesepakatan Apple dengan CADE
Akar dari perubahan ini bermula jauh sebelum iOS 26.5. Pada 2022, MercadoLibre — raksasa e-commerce Amerika Latin — mengajukan aduan ke CADE atas praktik App Store Apple yang dinilai membatasi persaingan, termasuk kewajiban penggunaan sistem pembayaran Apple.
Perjalanan kasusnya panjang: pada awal 2025, muncul ancaman denda harian lebih dari $40.000 (sekitar Rp 650.000.000) jika Apple tidak mengaktifkan sideloading, meski keputusan tersebut sempat digugat secara hukum. Titik baliknya terjadi pada 23 Desember 2025, ketika dewan CADE menyetujui "perjanjian penghentian sementara" (TCC) yang diajukan Apple.
Berdasarkan kesepakatan itu, Apple diwajibkan untuk:
- Mengizinkan distribusi aplikasi melalui saluran alternatif di Brasil
- Memperbolehkan tautan ke metode pembayaran eksternal
- Menyediakan opsi pembayaran pihak ketiga secara bersamaan
Apple diberi waktu 105 hari untuk memenuhi kewajiban tersebut. Jika gagal, risiko denda mencapai 150 juta real Brasil (sekitar $27 juta atau sekitar Rp 438.750.000.000). Masa berlaku kesepakatan adalah tiga tahun. Kemunculan pengaturan "App Installation" di iOS 26.5 RC dinilai konsisten dengan tenggat waktu tersebut.
Model Brasil vs. Model EU: Apa Bedanya?
Perlu dicatat bahwa model yang diterapkan di Brasil tampaknya berbeda dari yang berlaku di Uni Eropa berdasarkan Digital Markets Act (DMA).
Di EU, Apple memperkenalkan Web Distribution — mekanisme yang memungkinkan pengembang mendistribusikan aplikasi iOS langsung dari situs web mereka sendiri, tanpa harus melalui marketplace mana pun. Sejak iOS 18.6, pengalaman pengguna saat menginstal aplikasi dari marketplace alternatif atau situs pengembang di EU juga telah diperbarui.
Sementara itu, teks pengaturan di iOS 26.5 untuk Brasil hanya menyebut "marketplace" — bukan distribusi langsung via web. Hal ini sejalan dengan tuntutan CADE yang memang berfokus pada "distribusi aplikasi melalui toko alternatif", bukan distribusi mandiri oleh pengembang. Dengan kata lain, Brasil kemungkinan akan mengadopsi model marketplace-only, tanpa Web Distribution seperti di EU.
Struktur Biaya Baru untuk Pengembang di Brasil
iOS 26.5 juga mengisyaratkan skema komisi baru yang akan berlaku bagi pengembang yang beroperasi di Brasil. Berdasarkan laporan 9to5Mac, rinciannya adalah sebagai berikut:
| Kategori | Komisi |
|---|---|
| Penjualan melalui App Store | 25% (atau 10% untuk program khusus) |
| Tambahan jika menggunakan Apple In-App Purchase | +5% |
| Tautan/tombol pembayaran eksternal di App Store | 15% (teks statis gratis) |
| Aplikasi di marketplace alternatif (Core Technology Commission) | 5% |
Menariknya, istilah "Core Technology Commission" (CTC) yang digunakan di Brasil identik dengan terminologi yang sedang diterapkan Apple di EU mulai 1 Januari 2026, di mana Core Technology Fee (CTF) lama digantikan oleh CTC yang berlaku lintas saluran distribusi. Ini mengindikasikan Apple sedang membangun kerangka kebijakan global yang lebih seragam.
Apple belum mengonfirmasi secara resmi detail komisi tersebut maupun jadwal pasti pengaktifan marketplace alternatif di Brasil.
Relevansi bagi Pengguna di Indonesia dan Asia Tenggara
Untuk saat ini, pengaturan "App Installation" hanya tersedia bagi pengguna di Brasil. Tidak ada indikasi bahwa Apple akan segera memperluas mekanisme serupa ke kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Namun, perkembangan ini layak dipantau. Jika Brasil berhasil menjadi preseden kedua setelah EU dalam memaksa Apple membuka ekosistemnya, tekanan regulasi serupa berpotensi muncul dari negara-negara lain. Di Indonesia sendiri, belum ada regulasi setara DMA atau tekanan dari otoritas persaingan usaha yang secara spesifik menargetkan kebijakan App Store Apple.
Bagi konsumen Indonesia yang menggunakan iPhone, kondisi saat ini tidak berubah: App Store tetap menjadi satu-satunya saluran resmi untuk mengunduh aplikasi iOS. Perkembangan di Brasil dan EU bisa menjadi gambaran seperti apa masa depan ekosistem aplikasi Apple jika tekanan regulasi global terus menguat.
