Mengunduh ulang seluruh pustaka foto berukuran ratusan GB setiap kali ingin mencadangkan data — beban berat ini akhirnya mendekati akhir. Google dilaporkan menambahkan fitur baru bernama Incremental Takeout for Photos pada layanan Google Takeout, yang memungkinkan pengguna menjadwalkan ekspor pustaka Google Photos secara berkala, sebagaimana dilaporkan Android Authority.

Akhir dari Kebiasaan Mengunduh Pustaka Penuh Berulang Kali

Inti dari pembaruan ini adalah kemampuan menjalankan ekspor Google Photos lewat Google Takeout secara terjadwal. Selama ini, setiap kali pengguna ingin mengeluarkan pustaka Google Photos melalui Takeout, sistem memaksa unduhan ulang seluruh isi pustaka — sebuah proses yang memakan waktu lama, menguras kuota internet, dan menghabiskan ruang penyimpanan lokal.

Bagi pengguna di Indonesia yang mengandalkan jaringan rumah dengan kuota terbatas, beban ini terasa nyata. Mencadangkan pustaka berukuran puluhan hingga ratusan GB lewat koneksi rata-rata di tanah air bisa memakan waktu setengah hari atau lebih. Dengan opsi penjadwalan yang dijanjikan Incremental Takeout, pengguna kini dapat membiarkan proses berjalan otomatis pada interval tetap tanpa intervensi manual berulang.

Spesifikasi Jadwal: Setiap 2 Bulan, Maksimal 6 Kali, ZIP 50GB

Berdasarkan informasi tambahan yang diungkap 9to5Google dan Android Police, ekspor terjadwal dirancang berjalan otomatis setiap dua bulan sekali, dengan maksimal enam kali pengiriman dalam periode satu tahun. Eksekusi pertama akan mengirim seluruh foto dan album yang dipilih, sementara pengiriman berikutnya hanya memuat item yang ditambahkan, dicadangkan, dibuat, atau diedit sejak ekspor sukses sebelumnya.

ParameterDetail
Interval eksekusiSetiap 2 bulan
Durasi maksimum1 tahun
Jumlah pengirimanMaksimal 6 kali
Batas ukuran ZIP50GB per file
Metode pengirimanTautan unduhan via email / Google Drive / Dropbox / Box

Perlu dicatat, opsi penjadwalan ini hanya muncul apabila pengguna memilih Google Photos sebagai satu-satunya layanan yang diekspor dalam Takeout. Job ekspor tradisional yang mencakup beberapa layanan Google sekaligus tidak akan menampilkan opsi tersebut.

Mengapa Pengguna Pustaka Besar Paling Diuntungkan

Pustaka foto cenderung membengkak dari tahun ke tahun. Pengguna yang menyimpan lebih dari satu dekade foto dan video smartphone bisa memiliki pustaka berukuran ratusan GB. Dengan model lama, mencoba mencadangkan ulang setiap beberapa bulan berarti menghabiskan setengah hari hanya untuk proses unduh dan ekstraksi — sebuah rutinitas yang membuat banyak pengguna akhirnya menyerah.

Dengan Incremental Takeout, pengguna yang menjadikan Google Photos sebagai cloud utama namun ingin tetap memiliki cadangan lokal atau di cloud sekunder akan sangat terbantu. Bagi konsumen Indonesia yang menggunakan Google One langganan 100GB (sekitar Rp 26.900 per bulan) atau 200GB (sekitar Rp 43.900 per bulan), fitur ini memudahkan strategi dual backup tanpa harus rutin mengulang proses manual setiap kuartal.

Beberapa Rincian Masih Belum Diungkap

Beberapa aspek operasional masih belum dijelaskan secara resmi, termasuk kondisi akun mana yang lebih dulu menerima fitur, kriteria kelayakan, serta perilaku presisi dari ekspor diferensial. Karena distribusi fitur Google biasanya bertahap, tidak semua akun akan langsung melihat opsi ini di Google Takeout. Jika belum muncul, pengguna disarankan memeriksa kembali pengaturan Takeout setelah beberapa minggu.

Alternatif dan Pelengkap: Layanan Cloud serta Solusi Self-Hosted

Ulasan komparatif edisi 2026 dari Cloudwards, NordVPN, dan Android Authority menyebut beberapa alternatif maupun pelengkap Google Photos yang relevan bagi pengguna yang ingin mendiversifikasi penyimpanan foto:

  • Proton Drive — mendukung pencadangan foto otomatis di latar belakang dengan pendekatan privasi tinggi
  • pCloud — menawarkan unggahan otomatis foto dan video dengan enkripsi 256-bit
  • Flickr — pasca-rebranding menyediakan 1TB penyimpanan gratis di paket dasar
  • Immich — implementasi open-source dengan UI mirip Google Photos yang dapat dijalankan di server pribadi

Android Authority juga mempublikasikan pengalaman migrasi penuh dari Google Photos ke server Immich pribadi, menjadikannya kandidat menarik bagi pengguna yang ingin kontrol penuh atas data foto mereka.

Bagi pengguna di Indonesia, hadirnya Incremental Takeout adalah sinyal positif bahwa Google mulai memperhatikan kebutuhan pengguna pustaka besar — sebuah kabar baik di tengah meningkatnya kekhawatiran soal kedaulatan data pribadi. Begitu opsi ini muncul di akun Anda, mengaktifkannya untuk pencadangan rutin ke Google Drive atau Dropbox layak dipertimbangkan sebagai lapis pengaman tambahan.

Sumber