Google secara bertahap meluncurkan desain ulang ikon aplikasi untuk seluruh lini Google Workspace, menggantikan tampilan lama yang datar dengan gradasi warna yang lebih kaya dan beragam. Peluncuran ini dimulai tepat menjelang Google I/O 2026 pada 19–20 Mei, dan reaksi pengguna pun terbagi antara yang menyambut positif dan yang kurang setuju.
Ikon Baru Hadir untuk Gmail, Drive, Calendar, hingga Meet
Perubahan desain ini mencakup sejumlah besar aplikasi Google Workspace, di antaranya Gmail, Drive, Docs, Sheets, Slides, Calendar, Chat, Meet, Vids, Forms, Keep, Voice, dan Tasks. Setiap aplikasi mendapatkan penyesuaian warna tersendiri yang kini mengandalkan efek gradasi, berbeda dari pendekatan warna datar yang selama ini digunakan.
Beberapa perubahan yang dapat dicatat antara lain:
| Aplikasi | Perubahan Warna |
|---|---|
| Drive | Merah dihapus, diganti gradasi hijau–kuning–biru |
| Gmail | Siluet "M" amplop dipertahankan, merah datar beralih ke gradasi |
| Calendar | Kembali ke dominasi warna biru |
| Meet | Gradasi dengan nuansa kuning lebih kuat |
Perlu dicatat bahwa efek gradasi ini tidak hanya diterapkan pada aplikasi Workspace, tetapi juga terlihat pada logo "G" milik Google, Gemini, Photos, Maps, dan Home—menjadikannya bagian dari bahasa visual yang lebih luas, termasuk untuk mencerminkan kehadiran fitur kecerdasan buatan (AI) di ekosistem Google.
Peluncuran Dimulai dari Web, Lalu Merambah ke Android dan iOS
Menurut laporan Android Authority dan 9to5Google, ikon baru ini pertama kali muncul bukan di aplikasi mobile, melainkan di sisi web. Titik awal penyebarannya adalah app launcher (ikon grid) di sudut kanan atas berbagai situs Google, serta halaman tab baru di Chrome.
Setelah itu, pembaruan mulai menjangkau aplikasi mobile di platform Android dan iOS secara bertahap. Karena distribusinya bersifat bertahap (staged rollout), tidak semua pengguna akan melihat ikon baru secara bersamaan—ada kemungkinan sebagian perangkat menerima pembaruan lebih awal dibanding yang lain.
Waktu peluncuran yang berdekatan dengan Google I/O 2026 bukan tanpa alasan. Google tampaknya ingin menyelaraskan tampilan visual produknya dengan berbagai pengumuman yang direncanakan dalam ajang tersebut.
Respons Pengguna Terbagi, Fungsi Tidak Berubah
Android Authority melaporkan bahwa respons pengguna terhadap desain baru ini tidak seragam. Sebagian menyambut tampilan yang lebih segar dan modern, sementara sebagian lain merasa perubahan ini terlalu drastis atau tidak perlu. Judul artikel Android Authority sendiri berbunyi: "Google's redesigned app icons are rolling out, whether you want them or not"—yang secara implisit menggambarkan bahwa perubahan ini bersifat wajib dan tidak dapat dihindari melalui pengaturan resmi.
Yang perlu digarisbawahi: perubahan ini murni bersifat visual. Tidak ada fungsi, fitur, maupun data yang terpengaruh. Pengguna tidak perlu melakukan tindakan apa pun sebagai respons atas pembaruan ini.
Bagi yang ingin mempertahankan tampilan ikon lama, satu-satunya cara yang tersedia saat ini adalah menggunakan icon pack pihak ketiga atau aplikasi launcher alternatif yang mendukung kustomisasi ikon secara manual.
Apa Artinya bagi Pengguna di Indonesia?
Bagi pengguna Google Workspace di Indonesia—baik yang menggunakan versi gratis maupun versi berbayar untuk keperluan bisnis dan pendidikan—perubahan ini akan hadir secara otomatis tanpa perlu pembaruan manual yang disengaja. Cukup pastikan aplikasi Google di perangkat Anda diperbarui melalui Google Play Store atau App Store, dan ikon baru akan muncul dengan sendirinya seiring waktu.
Sebagai gambaran, jika Anda belum melihat ikon baru meski rekan Anda sudah mendapatkannya, hal tersebut wajar mengingat sifat distribusi bertahap yang diterapkan Google. Tidak ada langkah khusus yang perlu dilakukan—cukup tunggu hingga pembaruan tiba di perangkat Anda.
