Emulator Xbox 360 baru bernama X360 Mobile telah dirilis ke publik dalam versi alpha (v0.5) melalui GitHub pada 31 Mei 2026. Pengujian awal menggunakan Galaxy S25 Ultra menunjukkan hasil yang cukup mengejutkan — Call of Duty 2 berjalan di sekitar 30fps. Namun, sejumlah kekhawatiran serius soal keamanan membuat aplikasi ini belum layak diinstal di perangkat utama Anda.

Apa Itu X360 Mobile dan Bagaimana Cara Kerjanya?

X360 Mobile adalah emulator Xbox 360 untuk Android yang dibangun di atas basis kode Xenia Canary — proyek emulator Xbox 360 open-source yang sudah dikenal di komunitas emulasi. Versi saat ini (v0.5) berstatus public alpha, artinya bug dan ketidakstabilan adalah hal yang wajar dan sudah diperhitungkan sejak awal.

Proses pengaturan awal terbilang sederhana. Pengguna perlu menentukan lokasi penyimpanan konten (data simpan, DLC, profil), membuat gamertag, memilih direktori game, serta memilih driver Vulkan — baik driver sistem maupun driver kustom. Perlu dicatat, unduhan driver kustom hanya tersedia melalui menu pengaturan, bukan dari layar setup awal.

Satu hal yang patut diperhatikan sejak awal: aplikasi ini meminta izin akses file penuh (full file access), bukan scoped storage yang lebih terbatas. Izin ini memungkinkan aplikasi mengakses data dari aplikasi lain di perangkat, sehingga pengguna perlu memahami implikasinya sebelum melanjutkan instalasi.

Hasil Uji Coba: Call of Duty 2 Mengejutkan, Skate 3 Belum Stabil

Pengujian yang dilakukan oleh Hadlee Simons dari Android Authority menggunakan Galaxy S25 Ultra mencakup tiga judul game:

Judul GamePerforma di X360 MobilePerforma Asli
Call of Duty 2~30fps (terasa lebih mulus dari angkanya)60fps (kadang turun ke 30fps)
Skate 310-an hingga 30fps, tidak stabilVersi PS3 (fps versi Xbox 360 tidak disebutkan)
Trials HD (Xbox Live Arcade)Cenderung slow motion secara keseluruhan60fps

Call of Duty 2 masuk kategori "mengejutkan — cukup bisa dimainkan." Galaxy S25 Ultra memang terasa hangat saat menjalankannya, namun tidak sampai panas berlebihan. Skate 3 sesekali mencapai 30fps, tetapi secara keseluruhan tidak stabil — masih bisa ditoleransi bagi yang sudah terbiasa dengan versi PS3-nya. Sementara Trials HD menunjukkan efek slow motion yang cukup mencolok.

Perlu dicatat pula bahwa Skate 3 dan Trials HD awalnya hanya menampilkan layar hitam dan baru bisa dimainkan setelah di-restart.

Pengembang menyebut performa ini berasal dari penggunaan Xenia Canary ARM release sebagai fondasinya. Namun, emulator Android Xbox 360 lain bernama ax360e dilaporkan juga mengintegrasikan kode Xenia Canary yang sama — sehingga X360 Mobile tidak serta-merta unggul dibanding kompetitornya.

Risiko Keamanan yang Tidak Bisa Diabaikan

Di sinilah letak masalah utamanya. Terlepas dari performa yang cukup menjanjikan, X360 Mobile memiliki sejumlah kekhawatiran keamanan yang belum terselesaikan:

Kode sumber tidak dipublikasikan. Pengembang memilih untuk tidak membuka kode sumber aplikasi, dengan alasan melindungi basis kode dan mempertahankan peningkatan performa eksklusif. Padahal, Xenia yang menjadi fondasinya adalah proyek open-source — kondisi ini menimbulkan pertanyaan etis tersendiri di komunitas emulasi.

Audit keamanan tidak independen. Pengembang mengklaim telah menyertakan "laporan verifikasi keamanan dari pihak ketiga yang independen," namun laporan tersebut ternyata dihasilkan oleh alat pemeriksaan keamanan otomatis — bukan audit manual dari individu atau lembaga independen yang sesungguhnya.

Keterlibatan AI tidak transparan. Sejauh mana AI digunakan dalam proses pengembangan aplikasi ini tidak dijelaskan secara terbuka, dan hal ini sendiri berpotensi menjadi celah risiko keamanan tambahan.

Izin akses file penuh. Seperti disebutkan sebelumnya, izin ini memberikan akses luas ke seluruh isi perangkat, termasuk data dari aplikasi lain.

Kesimpulan dari Android Authority cukup tegas: X360 Mobile belum bisa direkomendasikan untuk diinstal di perangkat utama. Jika Anda tetap ingin mencobanya, gunakan perangkat cadangan yang tidak menyimpan akun Google atau informasi sensitif lainnya.

Panduan Perangkat dan Catatan untuk Pengguna Android di Indonesia

Bagi yang tertarik mengeksplorasi emulasi Xbox 360 di Android secara umum, berikut gambaran spesifikasi perangkat yang dibutuhkan berdasarkan data dari smartupworld.com — berlaku untuk ax360e maupun X360 Mobile:

KategoriContoh Perangkat
Tier terbaikGalaxy S25 Ultra, Pixel 9 Pro XL, ROG Phone 9, RedMagic 10 Pro
Batas minimum praktisSnapdragon 8 Gen 2 + RAM 8GB

Menariknya, chip Snapdragon 8 Elite dan 8 Elite Gen 5 justru dilaporkan lebih rentan terhadap bug dan penurunan performa saat menjalankan emulator ini. Untuk kasus tertentu, perangkat dengan Snapdragon 8 Gen 3 ke bawah justru lebih direkomendasikan. Kabar baiknya, driver Turnip baru khusus untuk 8 Elite dan 8 Elite Gen 5 sedang dalam pengembangan untuk mengatasi masalah ini.

Sebagai gambaran, perangkat seperti Galaxy S25 Ultra dijual di Indonesia mulai dari sekitar Rp 22.000.000 — artinya emulasi Xbox 360 yang mulus memang membutuhkan investasi perangkat yang tidak kecil.

Bagi konsumen di Indonesia yang penasaran dengan X360 Mobile, sikap paling bijak saat ini adalah menunggu. Tunggu hingga pengembang membuka kode sumber atau menyediakan audit keamanan yang benar-benar independen, dan tunggu pula hasil perbandingan langsung antara X360 Mobile dengan ax360e dalam lebih banyak judul game. Perkembangan Xenia Canary di sisi ARM64 juga terus berlanjut, sehingga versi yang lebih matang kemungkinan besar akan hadir dalam beberapa bulan ke depan.

Sumber