BOOX resmi mengumumkan generasi terbaru e-reader kompak mereka, Poke 7 dan Poke 7 Pro, yang dijadwalkan mulai dijual pada 21 Mei 2026. Berbekal sistem operasi Android dan desain yang lebih modern, duo ini kembali menegaskan posisi BOOX sebagai alternatif paling terbuka dibandingkan Kindle milik Amazon.

Harga dan Jadwal Rilis: Lebih Mahal dari Pendahulunya

Berdasarkan laporan Good e-Reader dan Notebookcheck, BOOX Poke 7 dibanderol dengan harga resmi (MSRP) sebesar CNY 1.199 — setara sekitar Rp 2.650.000 atau US$165. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan harga peluncuran Poke 6 yang berada di CNY 1.099.

Sebagai perbandingan, Kindle Paperwhite terbaru dijual seharga $159,99 (sekitar Rp 2.600.000), sehingga Poke 7 berada di kisaran harga yang hampir setara dengan kompetitor utamanya.

Untuk mendorong penjualan awal, BOOX menyiapkan sejumlah insentif pembelian:

  • 200 pembeli pertama mendapatkan diskon 10%
  • Pemesanan dalam 4 jam pertama mendapatkan silicone case senilai CNY 69 (sekitar Rp 152.000) secara gratis
  • Penjualan dimulai di China pada 21 Mei 2026, dengan ekspansi internasional diperkirakan beberapa bulan setelahnya — kemungkinan dengan nama produk yang berbeda

Perlu dicatat, informasi rilis untuk pasar Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara belum diumumkan secara resmi.

Desain Baru, Tiga Pilihan Warna

Dari sisi tampilan, Poke 7 membawa pembaruan yang cukup signifikan dibandingkan generasi sebelumnya. Panel belakang kini menggunakan tekstur ribbed (bergerigi halus) yang memberikan cengkeraman lebih baik saat digenggam dengan satu tangan. Tersedia dalam tiga pilihan warna: Blue, White, dan Sand.

Bagian depan mengadopsi desain flush — layar rata dengan bingkai tanpa tonjolan — yang memberikan kesan lebih premium dan modern. Layar tetap menggunakan E-Ink hitam-putih tanpa opsi warna, sebuah pilihan yang konsisten dengan filosofi Poke sebagai e-reader kompak yang fokus pada kenyamanan membaca teks.

AspekSpesifikasi
Jenis LayarE-Ink monokrom
Desain DepanFlush (rata tanpa tonjolan)
Tekstur BelakangRibbed grip
Pilihan WarnaBlue, White, Sand

Detail lain seperti ukuran layar, bobot, kapasitas baterai, dan perbedaan spesifikasi antara Poke 7 dan Poke 7 Pro belum diungkapkan secara resmi hingga artikel ini ditulis.

Keunggulan Android Terbuka vs. Ekosistem Tertutup Kindle

Nilai jual utama BOOX Poke 7 tetap sama seperti pendahulunya: fleksibilitas Android. Berbeda dengan Kindle yang mengunci pengguna ke ekosistem Amazon, perangkat BOOX menjalankan Android sehingga memungkinkan instalasi aplikasi pihak ketiga — mulai dari aplikasi baca seperti Kobo, Google Play Books, hingga aplikasi catatan dan text-to-speech.

Android Authority menggambarkan Poke 7 sebagai pasangan e-reader yang "membuat Kindle terlihat semakin terbatas," sebuah penilaian yang mencerminkan keunggulan keterbukaan platform BOOX.

Menariknya, ada perbedaan penting antara versi China dan versi internasional:

Meskipun berjalan di atas Android, versi China tidak dapat mengakses Google Play Store. Akses ke Play Store hanya tersedia pada versi internasional.

Artinya, bagi pengguna di luar China — termasuk Indonesia — versi internasional yang akan dirilis beberapa bulan ke depan justru menawarkan pengalaman Android yang lebih lengkap. Pengguna dapat menginstal aplikasi membaca apa pun yang tersedia di Play Store, termasuk aplikasi lokal.

Relevansi untuk Pembaca di Indonesia

Bagi konsumen di Indonesia yang gemar membaca digital, BOOX Poke 7 menawarkan proposisi yang menarik: layar E-Ink yang ramah mata dengan kebebasan memilih platform baca sesuai preferensi — tidak terikat pada satu toko buku digital saja.

Dengan kisaran harga yang diperkirakan mendekati Rp 2.500.000–3.000.000 untuk versi internasional (mengikuti tren harga regional ASEAN), perangkat ini bersaing langsung dengan Kindle Paperwhite yang sudah tersedia di Indonesia melalui Amazon dan beberapa platform e-commerce lokal.

Sebelum memutuskan untuk membeli, ada baiknya menunggu pengumuman resmi versi internasional beserta spesifikasi lengkapnya — terutama untuk memastikan dukungan bahasa, ketersediaan garansi, dan saluran penjualan resmi di Indonesia.

Sumber