Kabar terbaru dari jagat bocoran Apple kembali mengundang perhatian. Leaker asal Tiongkok, Digital Chat Station, mengungkap dugaan kapasitas baterai iPhone 18 Pro yang ternyata hanya naik tipis dibandingkan generasi sebelumnya. Laporan ini pertama kali diangkat oleh MacRumors dan langsung memicu diskusi di kalangan penggemar Apple, termasuk di Indonesia.

Versi China 4.056 mAh, Versi AS 4.288 mAh

Berdasarkan unggahan Digital Chat Station di Weibo, Apple dikabarkan tengah menguji iPhone 18 Pro dengan dua varian kapasitas baterai yang berbeda berdasarkan wilayah. Versi yang ditujukan untuk pasar China memiliki kapasitas sekitar 4.056 mAh, sementara versi Amerika Serikat mencapai 4.288 mAh.

ModeliPhone 17 ProiPhone 18 Pro (bocoran)Selisih
Versi China / SIM fisik3.988 mAhsekitar 4.056 mAh+68 mAh (+1,7%)
Versi AS / eSIM saja4.252 mAhsekitar 4.288 mAh+36 mAh (+0,8%)

Jika bocoran ini akurat, peningkatannya tergolong sangat tipis — hanya 68 mAh untuk versi China dan 36 mAh untuk versi AS. Bagi konsumen yang berharap lompatan signifikan di sektor daya tahan baterai, angka ini boleh dibilang kurang menggigit di atas kertas.

Mengapa Versi AS dan China Berbeda?

Perbedaan kapasitas ini bukan tanpa alasan. Sejak generasi iPhone 14, Apple menghapus tray SIM fisik pada model yang dijual di Amerika Serikat dan beralih sepenuhnya ke eSIM. Sebaliknya, iPhone yang dijual di China masih mempertahankan tray SIM fisik karena regulasi setempat.

Ketiadaan tray SIM fisik membuat ruang internal di versi AS sedikit lebih lega, sehingga Apple dapat menyelipkan baterai berkapasitas lebih besar tanpa mengubah dimensi luar perangkat. Perlu dicatat, iPhone Air dilaporkan akan menggunakan eSIM secara global, termasuk di pasar China.

Bagi pengguna di Indonesia, unit resmi yang dijual melalui iBox, Digimap, atau Erafone umumnya mengikuti spesifikasi versi internasional yang masih mempertahankan tray SIM fisik — artinya kapasitas baterai kemungkinan akan lebih dekat ke angka versi China.

iPhone 18 Pro Max Diklaim Tembus 5.000 mAh

Sementara kenaikan di model Pro terbilang minim, situasi berbeda diprediksi terjadi pada iPhone 18 Pro Max. Masih menurut Digital Chat Station, sebagaimana dikutip MacRumors, varian terbesar ini diperkirakan menembus angka 5.000 mAh untuk pertama kalinya dalam sejarah iPhone.

Lebih spesifik lagi, versi China iPhone 18 Pro Max disebut akan memiliki kapasitas sekitar 5.000 mAh, sementara versi internasional diperkirakan berada di rentang 5.100–5.200 mAh. Pola ini menunjukkan Apple tampaknya memilih mengalokasikan peningkatan kapasitas yang lebih signifikan pada model dengan bodi lebih besar.

A20 Pro dan Modem C2 Jadi Kunci Daya Tahan

Meskipun peningkatan kapasitas baterai terbilang minim, MacRumors mengingatkan bahwa angka mAh bukan satu-satunya penentu daya tahan. iPhone 18 Pro dikabarkan akan menggunakan chipset A20 Pro yang diproduksi dengan teknologi fabrikasi 2nm dari TSMC, generasi terbaru yang menjanjikan efisiensi daya jauh lebih baik.

Rincian spesifikasi A20 Pro yang beredar antara lain:

AspekDibandingkan A19 Pro
Performa komputasisekitar +15%
Efisiensi dayasekitar +30%
Konfigurasi CPU6 inti (2 performa + 4 efisiensi)
RAM12GB di semua varian

Selain itu, Apple juga dikabarkan akan menyematkan modem C2 buatan sendiri yang lebih hemat daya dibandingkan modem Qualcomm. Kombinasi A20 Pro berbasis 2nm dengan arsitektur Gate-All-Around (GAA) dan modem C2 berpotensi membuat daya tahan iPhone 18 Pro tetap meningkat secara signifikan meski kapasitas baterainya hanya naik tipis.

Desain Baru: Dynamic Island Menyusut 35% dan Warna Dark Cherry

Selain urusan baterai, iPhone 18 Pro juga akan membawa sejumlah pembaruan visual. MacRumors melaporkan bahwa Dynamic Island akan menyusut sekitar 35% karena Apple memindahkan flood illuminator Face ID ke bawah layar. Bagian belakang dengan Ceramic Shield juga akan tampil lebih menyatu dengan finishing frosted, meninggalkan tampilan dua nada milik iPhone 17 Pro.

Untuk pilihan warna, Apple dikabarkan akan memperkenalkan Dark Cherry sebagai warna unggulan baru, ditemani Light Blue, Dark Gray, dan Silver. Sementara Cosmic Orange dan Deep Blue dari generasi sebelumnya akan dihentikan. Panel layar pun ditingkatkan menggunakan teknologi LTPO+ yang turut berkontribusi pada efisiensi daya.

Catatan untuk Konsumen Indonesia

iPhone 18 Pro dan Pro Max diperkirakan resmi meluncur pada September 2026. Untuk pasar Indonesia, unit resmi biasanya baru tiba beberapa bulan setelah peluncuran global melalui iBox, Digimap, dan Erafone. Jika mengikuti tren harga generasi sebelumnya, iPhone 18 Pro kemungkinan dibanderol mulai sekitar US$999 (sekitar Rp 16.200.000) untuk varian terendah di pasar internasional, dengan harga resmi di Indonesia biasanya 15–25% lebih tinggi karena pajak dan biaya distribusi.

Bagi Anda yang sedang mempertimbangkan upgrade, ada baiknya menunggu pengumuman resmi Apple sebelum mengambil keputusan. Bocoran ini berasal dari sumber tidak resmi dan MacRumors sendiri menegaskan bahwa belum jelas apakah angka tersebut berasal dari database regulator atau sampel prototipe rantai pasok. Dengan kata lain, spesifikasi final masih sangat mungkin berubah.

Sumber