Apple dilaporkan sedang menguji versi baru aplikasi Shortcuts yang memungkinkan siapa saja membuat otomatisasi canggih hanya dengan menuliskan apa yang ingin dilakukan — tanpa perlu memahami alur kerja teknis sama sekali. Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg dan diulas lebih lanjut oleh 9to5Mac, dengan pengumuman resmi diperkirakan hadir di WWDC 2026 pada 8 Juni mendatang.
Cukup Tulis Keinginan Anda, Shortcuts Bekerja Sendiri
Berdasarkan laporan Bloomberg yang dikutip 9to5Mac, versi Shortcuts yang sedang diuji Apple menampilkan antarmuka baru yang sangat sederhana: sebuah kolom teks dengan pertanyaan "What do you want your shortcut to do?" (Apa yang ingin Anda lakukan dengan shortcut ini?).
Pengguna cukup mendeskripsikan kebutuhan mereka dalam kalimat biasa — bahkan melalui suara — dan sistem akan secara otomatis membangun serta menginstal shortcut tersebut ke perangkat. Sebagai gambaran, permintaan seperti "setiap pagi pukul 7, bacakan prakiraan cuaca, kirimkan info kemacetan ke kontak tertentu, lalu putar playlist favorit saya" yang sebelumnya membutuhkan rangkaian aksi manual yang rumit, kini bisa terwujud hanya dari satu kalimat deskripsi.
9to5Mac menjelaskan bahwa AI bekerja di balik layar untuk menyusun logika otomatisasi tersebut, meski detail teknis tentang cara sistem menghasilkan shortcut belum diungkap secara eksplisit dalam laporan Bloomberg.
Mengapa Shortcuts Selama Ini Sulit Digunakan Banyak Orang
Shortcuts — yang berakar dari aplikasi Workflow yang diakuisisi Apple pada 2017 dan resmi menjadi Shortcuts pada 2018 — sejatinya adalah alat yang sangat powerful. Aplikasi ini memungkinkan pengguna menghubungkan berbagai aplikasi, file, dan data secara otomatis di iPhone, iPad, maupun Mac.
Namun, 9to5Mac secara terus terang mengakui bahwa selama ini manfaat Shortcuts hanya benar-benar dirasakan oleh sebagian kecil pengguna. Mereka yang mampu memaksimalkannya — seperti Federico Viticci dari MacStories atau Stephen Robles — adalah kalangan yang bersedia meluangkan waktu mempelajari logika kondisi, variabel, dan rangkaian aksi yang kompleks. Bagi mayoritas pengguna biasa, Shortcuts kerap terasa terlalu teknis untuk dijelajahi lebih jauh.
Perlu dicatat, meski integrasi Apple Intelligence dalam beberapa tahun terakhir sudah membawa kemajuan, tembok pembatas itu belum sepenuhnya runtuh — hingga kini.
Kondisi Shortcuts di iOS 26 Saat Ini
Untuk memahami seberapa besar lompatan yang akan terjadi, penting untuk melihat posisi Shortcuts saat ini di iOS 26. Versi ini sudah memungkinkan pengguna membuat shortcut yang memanfaatkan model Apple Intelligence — baik yang berjalan langsung di perangkat (on-device) maupun melalui Private Cloud Compute — serta ChatGPT.
Fitur "Use Model" memungkinkan pengguna memilih model AI yang digunakan, termasuk opsi On Device yang memproses segalanya di iPhone atau iPad tanpa mengirim data ke server eksternal. Apple juga telah menambahkan sejumlah aksi siap pakai di seksi Apple Intelligence, seperti Morning Summary, Leftover Recipes, Document Review, dan Summarise PDF.
Satu catatan penting: pembuatan shortcut berbasis Apple Intelligence saat ini masih terbatas pada perangkat iPhone 15 Pro ke atas.
WWDC 2026 dan Arah Besar AI Apple
Fitur Shortcuts baru ini tidak berdiri sendiri — ia merupakan bagian dari strategi AI Apple yang lebih luas yang akan dipresentasikan di WWDC 2026.
| Detail | Informasi |
|---|---|
| Tanggal WWDC 2026 | 8–12 Juni 2026 |
| Keynote | 8 Juni, pukul 10.00 PT |
| Tema Utama | Pembaruan besar Siri dan fondasi AI |
| Fondasi AI | Google Gemini sebagai basis Apple Foundation Models generasi berikutnya |
Menurut laporan Mark Gurman dari Bloomberg, Apple berencana merombak Siri menjadi asisten bergaya chatbot lengkap dengan antarmuka mirip iMessage yang memungkinkan pengguna melanjutkan percakapan sebelumnya. Selain itu, iOS 27 secara keseluruhan disebut akan berfokus pada peningkatan kualitas, pengurangan bug, dan pemangkasan kode yang membengkak. Fitur Shortcuts berbasis bahasa alami ini tampak selaras dengan visi "operasikan perangkat melalui percakapan" yang menjadi benang merah WWDC tahun ini.
Yang Perlu Diperhatikan Sebelum WWDC
Meski prospeknya menarik, ada beberapa hal yang perlu digarisbawahi. Hingga saat ini, Apple belum mengumumkan fitur ini secara resmi. Semua informasi yang beredar bersumber dari laporan Bloomberg yang kemudian diulas 9to5Mac — bukan dari pernyataan resmi Apple.
Detail krusial seperti dukungan bahasa (termasuk Bahasa Indonesia), perangkat yang kompatibel, apakah pemrosesan dilakukan sepenuhnya di perangkat, serta cakupan aksi yang tersedia, semuanya belum diungkap. 9to5Mac sendiri menggunakan frasa bersyarat "jika Apple berhasil mengimplementasikannya dengan baik" dalam ulasannya.
Bagi pengguna Apple di Indonesia, fitur ini berpotensi sangat relevan mengingat tingginya penetrasi iPhone di segmen premium. Namun, dukungan Bahasa Indonesia untuk fitur berbasis bahasa alami seperti ini biasanya hadir belakangan dibanding bahasa Inggris. Informasi resmi mengenai ketersediaan fitur untuk pasar Indonesia belum diumumkan, sehingga WWDC 2026 pada 8 Juni menjadi momen yang tepat untuk ditunggu.
