Xiaomi dikabarkan tengah mengembangkan fitur anti-intip layar yang menyerupai "Privacy Display" milik Samsung Galaxy S26 Ultra. Menurut laporan Android Authority yang mengutip bocoran dari leaker terpercaya Yogesh Brar, fitur tersebut kemungkinan besar akan hadir melalui pembaruan Hyper OS 4. Menariknya, pendekatan yang ditempuh Xiaomi diduga berbeda secara fundamental dari milik Samsung.
Bocoran Yogesh Brar: Hyper OS 4 Jadi Kendaraan Utama
Yogesh Brar, leaker yang selama ini dikenal cukup akurat dalam membocorkan informasi perangkat Android, menyebut bahwa Xiaomi sedang mempersiapkan fitur setara Privacy Display untuk jajaran produknya. Peluncurannya disebut-sebut akan beriringan dengan rollout Hyper OS 4, sistem operasi generasi berikutnya dari Xiaomi.
Perlu dicatat, Android Authority sendiri membuka kemungkinan dua interpretasi: pertama, fitur ini murni berbasis perangkat lunak; kedua, Hyper OS 4 berperan mengaktifkan komponen hardware khusus yang sudah tertanam di perangkat tertentu. Samsung pun pernah mengalami situasi serupa — fitur Privacy Display-nya pertama kali terdeteksi dari sisi software sebelum diumumkan secara resmi. Karena itu, kepastian soal implementasi Xiaomi masih harus ditunggu dari pengumuman resmi.
Flex Magic Pixel Samsung vs Pendekatan Xiaomi
Samsung Galaxy S26 Ultra mengandalkan teknologi bernama Flex Magic Pixel (FMP) — sebuah panel OLED yang mampu menggerakkan piksel secara fisik untuk mempersempit sudut pandang layar. Hasilnya terbukti signifikan: berdasarkan verifikasi independen oleh UL Solutions, pada sudut 45 derajat, tingkat kecerahan layar turun hingga hanya 3,5% dibandingkan tampilan normal, dan di atas 60 derajat menjadi di bawah 0,9%. Sebagai perbandingan, layar konvensional masih memancarkan sekitar 40% kecerahan pada sudut yang sama.
Xiaomi, menurut Android Authority, kemungkinan mengambil jalur yang berbeda — lebih mendekati konsep Privacy Shade yang pernah digunakan BlackBerry pada perangkat Android-nya. Mekanismenya adalah menutupi sebagian besar layar dengan warna gelap, lalu menyisakan area kecil yang bisa digeser oleh pengguna untuk melihat konten. Ini adalah solusi berbasis rendering, bukan manipulasi fisik piksel.
Berikut perbandingan keduanya:
| Aspek | Samsung S26 Ultra | Xiaomi (Hyper OS 4, perkiraan) |
|---|---|---|
| Metode | Hardware (Flex Magic Pixel) | Software / rendering |
| Mekanisme | Kontrol sudut pandang fisik per piksel | Pembatasan area tampilan secara visual |
| Kompatibilitas perangkat lama | Tidak memungkinkan | Berpotensi didistribusikan via OTA |
| Dampak pada kecerahan | Ada laporan penurunan & kelelahan mata | Secara teori lebih minim dampak |
Kelebihan dan Kekurangan Masing-Masing Pendekatan
Implementasi hardware Samsung memang menghasilkan perlindungan privasi yang lebih ketat secara teknis. Namun sejumlah pengguna dan reviewer, termasuk Zac Kew-Dennis dari Android Authority, melaporkan adanya penurunan kecerahan layar dan kelelahan mata saat fitur aktif — efek samping yang sulit dihindari dari pendekatan berbasis hardware ini.
Pendekatan software Xiaomi, meski secara teknis "kurang ambisius", memiliki keunggulan praktis yang tidak bisa diabaikan: fitur ini berpotensi didistribusikan ke perangkat Xiaomi yang sudah ada di tangan pengguna melalui pembaruan OTA, tanpa perlu membeli unit baru. Bagi konsumen Indonesia yang memiliki Xiaomi seri menengah ke atas, ini bisa menjadi nilai tambah nyata. Kelemahannya, presisi perlindungan sudut pandang tidak akan setara dengan solusi hardware.
Sebagai gambaran, Samsung Display juga telah mengajukan sekitar 150 paten terkait teknologi FMP sejak 2020, dan sejumlah produsen smartphone asal Tiongkok disebut tengah menguji teknologi serupa untuk perangkat flagship yang dijadwalkan hadir sekitar September mendatang.
Jadwal Hyper OS 4 dan Perangkat yang Kemungkinan Kebagian
Berdasarkan bocoran dari Digital Chat Station, Hyper OS 4 diperkirakan akan debut bersama seri Xiaomi 18 pada kuartal ketiga 2026. OS ini disebut membawa sejumlah perubahan besar, termasuk antarmuka Liquid Glass, aplikasi sistem yang ditulis ulang menggunakan bahasa pemrograman Rust, serta arsitektur zero-legacy.
Adapun jadwal distribusi yang diperkirakan:
- HyperOS 3.3 — saat ini sudah dalam tahap beta berbasis Android 17 untuk Xiaomi 17, 17 Ultra, Leica Leitzphone, dan 15T Pro
- Hyper OS 4 versi stabil — rollout diperkirakan dimulai September 2026 dari seri Xiaomi 17 dan 15, kemudian meluas ke lini POCO dan Redmi K Series, hingga akhir 2026
Fitur Privacy Display — jika benar hadir — kemungkinan besar akan lebih dulu tersedia di perangkat flagship, mengikuti pola distribusi bertahap yang lazim diterapkan Xiaomi.
Apa yang Harus Dilakukan Pengguna Xiaomi di Indonesia?
Xiaomi merupakan salah satu merek smartphone dengan basis pengguna terbesar di Indonesia, mulai dari segmen entry-level hingga flagship seperti seri Xiaomi 15. Jika fitur Privacy Display benar-benar hadir via Hyper OS 4 dan dapat didistribusikan ke perangkat yang sudah ada, ini menjadi kabar baik bagi jutaan pengguna Xiaomi di Tanah Air — terutama mereka yang sering bekerja di ruang publik seperti transportasi umum atau kafe.
Namun, informasi resmi mengenai ketersediaan fitur ini di pasar Indonesia belum diumumkan. Untuk saat ini, langkah paling bijak adalah menunggu pengumuman resmi Hyper OS 4 beserta daftar perangkat yang didukung sebelum mengambil keputusan pembelian berdasarkan fitur ini. Pantau saluran resmi Xiaomi Indonesia atau platform seperti Erafone dan Mi.com untuk informasi terkini.
Sumber
- Android Authority — Samsung's top Android rival might copy S26 Ultra's Privacy Display, but will it be better?
- Android Authority — Galaxy S26 Ultra's Privacy Display just passed an independent test, and the numbers are wild!
- GizChina — Xiaomi HyperOS 4 Leaks: Liquid Glass Design, Rust Apps, and a Leica Colour System
