Vertu, merek ponsel mewah yang sempat menghilang dari peredaran, kini kembali dengan gebrakan besar: ponsel lipat book-style pertama mereka bernama AlphaFold. Harga mulai dari $6.880 (sekitar Rp 111.800.000) hingga $46.800 (sekitar Rp 760.500.000) untuk varian berlian — angka yang bahkan membuat Galaxy Z TriFold dari Samsung terlihat "murah" menurut Android Authority.

Tiga Varian, Tiga Tingkat Kemewahan

AlphaFold hadir dalam tiga pilihan edisi yang masing-masing menargetkan segmen berbeda dari kalangan eksekutif dan kolektor:

EdisiMaterialHarga
Calfskin (Standar)Kulit anak sapi$6.880 (sekitar Rp 111.800.000)
Italian AlligatorKulit alligator Italia$8.800 (sekitar Rp 143.000.000)
Himalaya Gold IV + DiamondEmas dan berlian$46.800 (sekitar Rp 760.500.000)

Penjualan global dilaporkan telah dimulai sejak 28 Mei 2026. Vertu memposisikan AlphaFold sebagai perangkat book-style yang "ditujukan langsung kepada para eksekutif" — bukan sekadar ponsel, melainkan simbol status kepemilikan.

Perlu dicatat, Vertu sebelumnya sempat bangkrut namun tidak sepenuhnya menghilang. Dalam satu dekade terakhir, merek ini merilis sejumlah model terbatas termasuk perangkat berbasis Web3, dan baru-baru ini meluncurkan ponsel lipat flip mewah seharga $7.300 (sekitar Rp 118.600.000) yang mengusung Snapdragon 8 Elite.

AI Hermes: Asisten Eksekutif dalam Satu Genggaman

Fitur unggulan AlphaFold adalah agen AI bernama Hermes — nama yang sama dengan merek fashion mewah asal Prancis. Vertu mengklaim kemampuan Hermes setara dengan Google Gemini Intelligence, dengan kemampuan mempelajari preferensi pengguna serta mengelola kalender, pesan, perjalanan dinas, hingga tugas-tugas bisnis.

Aplikasi yang dapat dikontrol Hermes mencakup:

  • Media sosial & pesan: X, TikTok, WhatsApp, Telegram, Facebook
  • Layanan Google: Gmail, Google Calendar, Drive, Maps, Chrome, Play Store
  • E-commerce: Amazon

Hermes juga diklaim mampu menjalankan alur kerja lintas aplikasi, mengatur pengaturan cepat seperti kecerahan layar dan volume, serta terintegrasi dengan perangkat lunak ERP (Enterprise Resource Planning) untuk mengkonsolidasikan sinyal bisnis dalam satu dasbor.

Dari sisi keamanan, informasi pribadi diproses secara lokal, sementara alur kerja enterprise mengikuti konfigurasi pelanggan dan integrasi yang telah disetujui. Untuk transaksi berisiko tinggi seperti transfer keuangan atau pemberian otorisasi, konfirmasi manual dari pengguna tetap diwajibkan. Sistem operasinya berbasis Android 15 dengan antarmuka kustom.

Sebagai gambaran nilai tambah di harga tersebut, AlphaFold juga menyertakan layanan concierge yang ditangani manusia — termasuk pemesanan jet pribadi dan akses ke acara VIP.

Spesifikasi: Snapdragon 8 Elite, Bukan Generasi Terbaru

Menariknya, di balik harga yang selangit, dapur pacu AlphaFold justru menggunakan Snapdragon 8 Elite generasi sebelumnya — bukan Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang terbaru. Ini bisa menjadi catatan penting bagi mereka yang mengharapkan performa puncak dari sisi chip.

Berikut ringkasan spesifikasi utama yang dilaporkan:

  • Layar dalam: 8,05 inci LTPO OLED, 120Hz
  • Layar luar: 6,53 inci LTPO OLED, 120Hz
  • Desain engsel: Teardrop saat dilipat, meminimalkan bekas lipatan
  • Baterai: 6.500 mAh, material silikon-karbon
  • Pengisian daya: 68W kabel
  • Kamera belakang: 50MP (utama) + 50MP (ultrawide) + 5MP (telefoto)
  • Rangka: Titanium dengan kulit eksotis pilihan
  • Ketahanan engsel: Diklaim tahan 650.000 kali buka-tutup

Android Authority sendiri menyebut kamera telefoto 5MP sebagai titik lemah yang "kurang menarik" mengingat banderol harganya. Engsel berbahan titanium dan serat karbon dengan klaim 650.000 siklus buka-tutup menjadi salah satu angka teknis yang relevan sebagai referensi industri ponsel lipat ke depan.

Apa Artinya bagi Konsumen di Indonesia?

Secara realistis, AlphaFold bukan produk yang dirancang untuk pasar massal — termasuk di Indonesia. Dengan harga varian terendah setara lebih dari Rp 111 juta, perangkat ini berada jauh di luar jangkauan konsumen umum.

Informasi rilis resmi untuk pasar Indonesia belum diumumkan. Mengingat rekam jejak Vertu yang distribusinya sangat terbatas di Asia Tenggara, kemungkinan besar unit hanya bisa diperoleh melalui importir paralel atau pemesanan langsung ke distributor global.

Yang lebih relevan bagi penggemar ponsel lipat di Indonesia adalah tiga angka teknis yang dibawa AlphaFold: baterai 6.500 mAh berbahan silikon-karbon, pengisian 68W, dan engsel tahan 650.000 siklus. Spesifikasi ini bisa menjadi tolok ukur yang akan diadopsi ponsel lipat segmen menengah-atas dalam satu hingga dua tahun ke depan — termasuk merek-merek yang sudah aktif di Indonesia seperti Samsung, Oppo, dan Xiaomi.

Sumber