Memangkas langganan digital hingga tersisa tiga saja terdengar ekstrem, namun itulah yang dilakukan Mitja Rutnik, editor Android Authority. Total pengeluarannya kini hanya $45 per bulan (sekitar Rp 731.000), mencakup Claude, Obsidian Sync, dan Proton Unlimited — sementara Gemini, Headspace, Todoist, hingga YouTube Music sudah ditinggalkan. Berikut rincian alasan di balik pilihan tersebut.
Tiga Langganan yang Tersisa dan Rincian Biayanya
Rutnik menyusun tiga langganan ini berdasarkan dua prioritas utama: efisiensi kerja dan perlindungan privasi. Rincian biayanya adalah sebagai berikut:
| Aplikasi | Biaya/Bulan | Fungsi Utama |
|---|---|---|
| Claude | $20 (sekitar Rp 325.000) | Asisten AI untuk penulisan dan produktivitas |
| Obsidian Sync | $5 (sekitar Rp 81.250) | Sinkronisasi catatan dengan enkripsi E2E |
| Proton Unlimited | $13 (sekitar Rp 211.250) | Cloud, email, VPN, dan manajemen kata sandi |
| Total | $45 (sekitar Rp 731.250) | — |
Rutnik sendiri mengakui bahwa angka $45 per bulan terasa "steep" — istilah yang dalam konteks ini berarti cukup memberatkan, bukan sekadar "agak mahal". Meski ia telah aktif memangkas langganan, jumlah ini tetap bukan pengeluaran yang ia anggap ringan.
Claude $20/Bulan: AI yang Mau "Menantang Balik" Penggunanya
Dari ketiga langganan, Claude adalah yang paling mahal sekaligus yang paling sulit dilepas. Rutnik menggunakannya hampir setiap hari untuk keperluan seperti menyusun judul artikel, perencanaan kebugaran, hingga ide memasak.
Alasan utama ia memilih Claude dibanding Gemini atau ChatGPT adalah gaya responsnya yang lebih langsung dan jujur. Menurutnya, Claude tidak segan menolak ide yang kurang baik dan mendorong penggunanya untuk berpikir lebih kritis — sesuatu yang ia nilai lebih berguna daripada AI yang selalu setuju.
Fitur Projects juga menjadi pembeda penting: pengguna dapat menyimpan instruksi khusus dan data relevan untuk setiap topik, sehingga konteks tidak perlu diulang setiap sesi. Rutnik menyebut Gemini Gems tidak memiliki fitur penyimpanan riwayat percakapan yang setara.
Dari sisi kelemahan, Claude tidak memiliki kemampuan menghasilkan gambar atau video. Rutnik mengakui batas penggunaan hariannya pun cukup mudah tercapai — bahkan dalam beberapa prompt saja. Untuk kebutuhan gambar, ia tetap menggunakan Gemini secara terpisah.
Bagi pengguna berat yang sering mencapai batas penggunaan, Claude menyediakan paket Max dengan kuota 5× lebih besar seharga $100/bulan, atau 20× seharga $200/bulan. Beralih ke pembayaran tahunan juga memangkas biaya Pro dari $20 menjadi $17/bulan (setara Rp 276.250).
Obsidian Sync $5/Bulan: Catatan Terenkripsi Tanpa Kompromi
Perjalanan Rutnik dalam mencari aplikasi catatan cukup panjang: Google Keep → Evernote → Notion → Obsidian. Ia meninggalkan Notion karena terasa terlalu berat untuk kebutuhan sehari-hari.
Obsidian sendiri sebenarnya gratis. Yang ia bayar adalah layanan Obsidian Sync seharga $5/bulan (sekitar Rp 81.250), yang menawarkan sinkronisasi lintas perangkat dengan enkripsi end-to-end (E2E). Artinya, bahkan pihak Obsidian pun tidak dapat membaca isi catatan penggunanya — berbeda dengan layanan berbasis server seperti Google Drive.
Memang ada opsi sinkronisasi gratis melalui Google Drive, tetapi jalur itu mengorbankan keunggulan privasi yang justru menjadi alasan utama Rutnik memilih Obsidian. Ia menggunakan aplikasi ini untuk dua kebutuhan sekaligus: tulisan panjang dan catatan singkat, keduanya berjalan lancar tanpa hambatan.
Proton Unlimited $13/Bulan: Lima Layanan Privasi dalam Satu Paket
Proton Unlimited bukan sekadar satu aplikasi, melainkan bundel lima layanan sekaligus: Proton Drive, Proton Mail, Proton Authenticator, Proton VPN, dan Proton Pass. Dengan harga $13/bulan (sekitar Rp 211.250) — atau lebih murah jika memilih pembayaran tahunan — paket ini menggantikan beberapa langganan terpisah sekaligus.
Layanan yang paling sering digunakan Rutnik adalah Proton Drive, yang ia jadikan pengganti Google Drive dan Google Photos untuk menyimpan foto dalam jumlah besar. Proton Mail menggantikan Gmail, dengan keunggulan berupa fitur self-destructing emails, enkripsi E2E, serta antarmuka yang memudahkan pengelolaan dan pembatalan langganan newsletter.
Untuk manajemen kata sandi, Rutnik berpindah dari Bitwarden ke Proton Pass karena Bitwarden sesekali gagal menyimpan atau mengisi otomatis kata sandi di beberapa situs. Proton Pass dinilai lebih konsisten. Proton Authenticator dan Proton VPN turut tersedia dalam paket yang sama, sehingga tidak perlu berlangganan aplikasi autentikasi atau VPN secara terpisah.
Satu catatan penting: Proton Drive memang lebih lambat dibanding Google Drive atau Google Photos, dan hal ini bisa terasa mengganggu dalam penggunaan intensif.
Perlu dicatat, Proton juga telah mengumumkan sejumlah pembaruan untuk paruh pertama 2026, antara lain pengisian otomatis iFrame pada Proton Pass, kemampuan mengirim dan menerima email Gmail langsung dari kotak masuk Proton Mail, serta fitur pencarian teks lengkap di aplikasi mobile Proton Mail.
Apakah Formula Ini Relevan untuk Pengguna di Indonesia?
Pola tiga lapis yang diterapkan Rutnik — AI untuk produktivitas, catatan terenkripsi, dan infrastruktur privasi — pada dasarnya bisa diadopsi siapa saja, termasuk pengguna di Indonesia.
Tantangan utamanya adalah soal biaya. Total $45/bulan (sekitar Rp 731.000) memang bukan angka kecil jika dibandingkan dengan rata-rata pengeluaran digital masyarakat Indonesia. Namun, jika ketiga layanan ini digunakan setiap hari untuk keperluan profesional, nilai yang didapat bisa sepadan.
Bagi yang ingin mencoba secara bertahap, Proton Unlimited mungkin menjadi titik masuk yang paling efisien karena menggabungkan lima layanan dalam satu harga. Obsidian Sync bisa menjadi tambahan berikutnya jika privasi data catatan menjadi prioritas. Sementara Claude lebih cocok untuk mereka yang sudah aktif menggunakan AI dalam pekerjaan sehari-hari dan merasa layanan gratis tidak lagi mencukupi.
Informasi ketersediaan dan metode pembayaran untuk pengguna Indonesia (termasuk opsi kartu kredit atau dompet digital) perlu dikonfirmasi langsung melalui situs resmi masing-masing layanan.
