Microsoft akhirnya merespons permintaan lama para pengguna Windows 11: taskbar kini bisa dipindahkan ke sisi atas, kiri, maupun kanan layar. Fitur ini hadir bersama Compact Taskbar dalam build preview Experimental terbaru, meski sejumlah fungsi masih belum bekerja sempurna.
Taskbar Akhirnya Bebas Bergerak Setelah Bertahun-tahun Terkunci
Sejak Windows 11 dirilis, taskbar dikunci permanen di bagian bawah layar — sebuah kemunduran dibanding Windows 10 yang memungkinkan pengguna memindahkannya ke mana saja. Feedback Hub saat itu dibanjiri keluhan, namun Microsoft sempat menyatakan bahwa fitur ini "tidak penting" (not important). Pernyataan tersebut kini terbukti berbalik arah.
Melalui build 26300.8493 yang berbasis Windows 11 versi 25H2, pengguna Windows Insider di kanal Experimental dapat menempatkan taskbar di sisi atas, kiri, atau kanan layar. Perlu dicatat, cara memindahkannya berbeda dari Windows 10 yang menggunakan drag-and-drop. Di build baru ini, perpindahan dilakukan melalui:
Pengaturan → Personalisasi → Taskbar → Perilaku Taskbar → Posisi Taskbar
Ketika taskbar dipindah ke posisi non-standar, elemen pendukung seperti Quick Settings, language bar, dan overflow menu juga ikut menyesuaikan posisinya secara otomatis.
Compact Taskbar Kembali Hadir, Cocok untuk Layar Kecil
Selain fitur pemindahan posisi, build ini juga menghidupkan kembali Compact Taskbar — mode yang memperkecil ukuran ikon dan menghemat ruang vertikal layar. Dalam mode ini, tampilan tanggal pada jam sistem akan disembunyikan, dan badge notifikasi berubah dari angka penghitung menjadi titik kecil penanda "ada yang belum dibaca."
Terdapat opsi untuk beralih ke mode kompak secara otomatis ketika taskbar mulai penuh oleh ikon aplikasi — fitur yang sangat berguna bagi pengguna laptop dengan layar berukuran 13 hingga 14 inci. Compact Taskbar juga berfungsi saat taskbar ditempatkan di sisi kiri atau kanan, lengkap dengan opsi untuk menampilkan atau menyembunyikan label aplikasi.
Dengan kombinasi kedua fitur ini, fleksibilitas taskbar Windows 11 praktis sudah menyamai Windows 10.
Daftar Kendala yang Masih Perlu Diperbaiki
Implementasi saat ini belum sepenuhnya matang. Beberapa fungsi yang belum bekerja antara lain:
- Kalender dan notifikasi masih muncul di pojok kanan bawah, tidak mengikuti posisi taskbar
- Taskbar sentuh (touch-optimized taskbar), gestur, dan animasi sembunyikan-otomatis belum berfungsi
- Menu Win + X dan menu klik kanan Start Menu tidak berfungsi saat Compact Taskbar aktif
- Kotak pencarian, gestur sentuh, dan Ask Copilot di posisi alternatif masih dalam tahap pengerjaan
Microsoft menyatakan akan memperbaiki kendala-kendala tersebut di build berikutnya, namun belum memberikan jadwal yang pasti.
Sebagai gambaran tambahan, build yang sama juga membawa perubahan kecil namun cukup berarti: warna badge taskbar kini mengikuti accent color yang dipilih pengguna, tidak lagi terkunci pada warna merah. Relevansi hasil pencarian Windows juga ditingkatkan, dengan file dan aplikasi lokal yang kini diprioritaskan di atas saran web apabila kontennya lebih relevan.
Bagian dari Inisiatif Windows K2 yang Lebih Besar
Perlu dipahami bahwa pemindahan taskbar ini bukan sekadar penambahan fitur tunggal. Ini merupakan bagian dari Windows K2 Initiative — program pembaruan menyeluruh pada antarmuka Windows yang dipimpin oleh Pavan Davuluri, kepala divisi Windows di Microsoft. Davuluri secara terbuka mengakui bahwa repositioning taskbar adalah "salah satu permintaan teratas dari pengguna."
Diego Baca, Partner Director of Design di Microsoft, juga mengungkapkan bahwa pihaknya sedang mengevaluasi dua fitur tambahan: pengaturan posisi taskbar yang berbeda untuk setiap monitor, serta pemindahan via drag-and-drop. Dalam roadmap yang dirilis bersamaan, Microsoft juga mengumumkan penyederhanaan Start Menu — pengguna nantinya bisa menonaktifkan bagian "Rekomendasi" dan "Semua Aplikasi" agar hanya aplikasi yang disematkan yang tampil, termasuk opsi menyembunyikan nama dan foto profil demi privasi.
Apakah Perlu Dicoba Sekarang?
Build ini didistribusikan melalui Controlled Feature Rollout, artinya meskipun sudah menginstal build 26300.8493, fitur ini belum tentu langsung muncul — Microsoft menyebarkannya secara bertahap sambil memantau umpan balik. Bagi yang ingin mencoba, pendaftaran ke Windows Insider Program kanal Experimental diperlukan.
Mengingat sejumlah kendala yang masih ada — terutama menu Win + X yang tidak berfungsi dan masalah pada layar sentuh — penggunaan di perangkat utama sebaiknya dihindari untuk saat ini. Lebih aman mencobanya di perangkat sekunder atau lingkungan virtual machine. Bagi pengguna Indonesia yang tidak terdaftar di program Insider, menunggu rilis stabil adalah pilihan yang lebih praktis.
Bagi konsumen di Indonesia yang menggunakan laptop atau PC Windows 11, hadirnya fitur ini di versi stabil nantinya bisa menjadi alasan untuk kembali mengeksplorasi pengaturan antarmuka yang selama ini terasa terbatas — khususnya bagi pengguna layar kecil yang menginginkan lebih banyak ruang kerja.
