Subnautica 2 dari Unknown Worlds mencatatkan peluncuran Early Access yang luar biasa di Steam: menurut estimasi firma analitik Alinea Analytics yang dikutip Wccftech, game ini terjual lebih dari 4 juta kopi dalam 5 hari pertama dengan perkiraan pendapatan $100 juta (sekitar Rp 1.625.000.000.000). Angka-angka ini bukan pernyataan resmi dari Unknown Worlds maupun Krafton, melainkan estimasi pihak ketiga.

Rekor Steam 2026: Lebih Cepat dari Crimson Desert hingga Slay the Spire 2

Berdasarkan laporan Alinea Analytics, Subnautica 2 berhasil menembus angka 2 juta kopi terjual dalam kurang dari 24 jam sejak peluncuran, kemudian melampaui 4 juta kopi pada hari kelima. Perkiraan total pendapatan menyentuh $100 juta (sekitar Rp 1.625.000.000.000) — angka yang luar biasa untuk sebuah judul Early Access.

Yang membuat pencapaian ini semakin mencolok adalah posisinya sebagai peluncuran tercepat di Steam sepanjang 2026 berdasarkan kecepatan penjualan lima hari pertama. Perbandingannya terhadap judul-judul besar lain cukup mengejutkan:

Judul PembandingPerbandingan Kecepatan Penjualan
Crimson DesertSubnautica 2 sekitar 3x lebih cepat
Resident Evil RequiemSubnautica 2 hampir 2x lebih cepat
Slay the Spire 2Subnautica 2 sekitar 1,4x lebih cepat

Perlu dicatat, perbandingan ini hanya berlaku untuk periode lima hari pertama sejak peluncuran masing-masing judul. Sebelum rilis, game ini sudah masuk wishlist lebih dari 5,5 juta pengguna Steam — dan konversi ke penjualan aktual terbilang sangat tinggi.

Steam Mendominasi, Xbox Jauh Tertinggal

Dari total penjualan tersebut, porsi terbesar berasal dari Steam. Versi Xbox hanya mencatatkan kurang dari 100.000 kopi terjual — kesenjangan yang cukup besar. Wccftech menjelaskan bahwa komunitas seri Subnautica memang secara historis berpusat di ekosistem PC/Steam.

Faktor lain yang turut memengaruhi adalah ketersediaan Subnautica 2 di Xbox Game Pass Ultimate. Dengan akses melalui langganan, banyak pemain Xbox tidak perlu membeli game secara terpisah, sehingga angka penjualan di platform tersebut secara alami lebih rendah.

Sebagai gambaran tambahan, game ini diluncurkan pada 14 Mei 2026 dengan harga $29,99 (sekitar Rp 487.000) di Steam. Pada puncaknya, jumlah pemain yang bermain secara bersamaan melampaui 460.000 orang, dan game ini meraih status "Very Positive" dari lebih dari 11.800 ulasan pengguna.

Konten Early Access dan Respons Unknown Worlds soal Sistem Pertarungan

Versi Early Access Subnautica 2 hadir dengan sejumlah fitur baru yang memperluas formula seri ini. Game ini mendukung mode kooperatif hingga 4 pemain meski dirancang dengan pengalaman solo sebagai inti. Selain itu, terdapat sistem "Adaptation" — peningkatan permanen yang memperluas kemampuan eksplorasi pemain dan mempercepat ritme perkembangan karakter.

Unknown Worlds juga telah mempublikasikan peta jalan jangka pendek yang memprioritaskan perbaikan bug sebelum penambahan konten besar. Menariknya, studio ini secara terbuka merespons permintaan sebagian pemain yang menginginkan sistem pertarungan langsung melawan predator laut. Jawaban mereka tegas: tidak akan ada mekanisme membunuh ikan secara langsung karena bertentangan dengan filosofi inti game. Namun, penyesuaian efektivitas alat pertahanan dan keseimbangan perilaku makhluk agresif masih dalam rencana pengembangan.

Perlu dicatat pula bahwa sebelum peluncuran resmi, build yang belum selesai sempat bocor secara online dan memicu kontroversi pembajakan — sebuah tantangan yang kerap menyertai judul-judul besar di era digital.

Sengketa Hukum Krafton vs Unknown Worlds: Bonus $250 Juta Kini Makin Nyata

Di balik kesuksesan komersial ini, terdapat drama hukum yang tidak kalah menarik. Sebelumnya, para pendiri Unknown Worlds dan Krafton terlibat sengketa hukum besar yang berpusat pada klausa bonus senilai $250 juta (sekitar Rp 4.062.500.000.000). Formula perhitungan bonus tersebut adalah $3,12 untuk setiap $1 pendapatan yang melampaui $69,8 juta, dengan batas maksimum $250 juta.

Pengadilan Delaware telah mengeluarkan sejumlah keputusan penting dalam kasus ini:

AspekKeputusan/Perkembangan
Ted Gill (mantan CEO)Diperintahkan untuk dipulihkan ke posisi CEO
Batas waktu earnoutDiperpanjang hingga 15 September 2026, dengan opsi perpanjangan hingga 15 Maret 2027
Batas maksimum bonus$250 juta

Terungkap pula bahwa CEO Krafton, Changhan Kim, pernah menggunakan ChatGPT dalam merancang strategi yang disebut "Project X" — sebuah rencana pemecatan yang kemudian menjadi salah satu poin kontroversial dalam persidangan. Sejak April 2026, nama Krafton dihapus dari halaman toko Steam dan platform lainnya, dengan Unknown Worlds kini tampil sebagai penerbit mandiri. Fase kedua persidangan yang membahas ganti rugi masih berlangsung.

Dengan estimasi penjualan yang sudah melampaui ambang batas $69,8 juta dalam waktu kurang dari seminggu, kewajiban pembayaran bonus tersebut kini tampak semakin konkret — meski keputusan final tetap bergantung pada proses hukum yang masih berjalan.

Apa yang Perlu Diperhatikan Selanjutnya

Bagi para gamer di Indonesia yang tertarik dengan Subnautica 2, game ini tersedia di Steam dengan harga $29,99 (sekitar Rp 487.000) dan dapat dimainkan sekarang dalam versi Early Access. Mengingat statusnya yang masih dalam pengembangan aktif, spesifikasi dan mekanisme permainan masih berpotensi berubah secara signifikan sebelum versi final dirilis.

Angka-angka yang disebut dalam artikel ini — 4 juta kopi, $100 juta pendapatan, serta kurang dari 100.000 kopi untuk versi Xbox — seluruhnya merupakan estimasi dari Alinea Analytics dan belum dikonfirmasi secara resmi oleh Unknown Worlds maupun Krafton. Konfirmasi resmi diperkirakan baru akan muncul saat Krafton merilis laporan keuangan berikutnya, yang sekaligus akan menjadi indikator penting bagi perkembangan sengketa hukum senilai $250 juta tersebut.

Sumber