Spotify memperkenalkan fitur baru bernama Podcast Clips yang memungkinkan pendengar memotong bagian tertentu dari sebuah episode podcast dan langsung membagikannya ke media sosial atau aplikasi pesan. Fitur ini tersedia untuk pengguna gratis maupun Premium, meski penerapannya masih berlangsung secara bertahap.

Cara Kerja Podcast Clips: Cukup Satu Ketukan

Fitur ini dapat diakses melalui ikon gunting (scissors) yang muncul di layar Now Playing saat memutar podcast yang sudah didukung. Setelah memilih bagian yang diinginkan, pengguna dapat langsung menyimpan klip tersebut atau membagikannya ke berbagai platform.

Pilihan berbagi yang tersedia cukup lengkap: pengguna bisa membagikan seluruh episode, bab (chapter) tertentu, tautan dengan timestamp, atau klip yang sudah dipotong. Tujuan berbagi mencakup fitur Spotify Messages maupun aplikasi eksternal seperti WhatsApp, Instagram, dan platform lainnya. Klip yang disimpan akan tersimpan di bagian Your Library dan dapat diorganisasi ke dalam daftar putar (playlist) khusus podcast.

Fitur ini bekerja untuk podcast berbasis audio maupun video, sehingga cakupannya cukup luas bagi berbagai jenis konten.

Mengapa Fitur Ini Relevan bagi Pendengar di Indonesia

Indonesia termasuk salah satu pasar podcast yang tumbuh pesat di Asia Tenggara. Banyak pendengar menemukan podcast bukan melalui pencarian langsung, melainkan lewat potongan konten yang beredar di TikTok, Instagram Reels, atau YouTube Shorts. Selama ini, proses membuat klip semacam itu membutuhkan aplikasi pihak ketiga dan proses pengunggahan manual yang cukup merepotkan.

Dengan Podcast Clips, Spotify berupaya membawa proses tersebut ke dalam ekosistemnya sendiri. Perlu dicatat, Spotify sendiri mengakui bahwa dalam uji internal awal, podcast yang mengaktifkan fitur klip mengalami peningkatan jumlah saves dari pendengar — sebuah indikasi bahwa konten pendek bisa menjadi pintu masuk yang efektif untuk menarik pendengar baru.

Status Ketersediaan: Masih Bertahap

Meski Spotify menyatakan fitur ini dirancang untuk pengguna di seluruh dunia — baik gratis maupun Premium — kenyataannya akses masih belum merata. Berdasarkan laporan Android Authority, berikut gambaran situasinya:

PaketStatus Saat Ini
Spotify GratisSebagian akun belum menampilkan ikon gunting di layar Now Playing
Spotify PremiumIkon gunting muncul pada podcast yang sudah didukung, fitur potong dan simpan dapat digunakan

Bahkan untuk pengguna Premium sekalipun, tidak semua podcast menampilkan ikon tersebut. Dukungan terhadap podcast tertentu masih diperluas secara bertahap. Jika ikon gunting belum muncul di akun Anda, saat ini belum ada cara untuk mengaktifkannya secara manual — pengguna perlu menunggu hingga fitur tersebut digulirkan ke akun mereka.

Langkah praktisnya: buka layar Now Playing pada podcast yang biasa Anda dengarkan. Jika ikon gunting sudah muncul, fitur ini siap dicoba sekarang. Jika belum, kemungkinan besar akan aktif dalam waktu dekat seiring perluasan bertahap dari Spotify.

Konteks Lebih Luas: Spotify Perkuat Ekosistem Podcast di Investor Day 2026

Podcast Clips bukan satu-satunya pembaruan yang diumumkan Spotify. Dalam Investor Day 2026, perusahaan mengungkap sejumlah fitur tambahan yang memperkuat posisi Spotify sebagai platform podcast terlengkap:

  • Fitur tanya jawab real-time: Pendengar dapat mengajukan pertanyaan kepada podcast yang sedang diputar dan mendapat jawaban langsung. Fitur ini saat ini tersedia untuk pengguna Premium di Amerika Serikat, Swedia, dan Irlandia.
  • Memberships: Kreator kini dapat memperoleh pendapatan berulang dari penggemar paling setia, dengan desain yang mendorong pendengar untuk mengakses konten eksklusif semakin dalam.
  • Chapters: Fitur yang diluncurkan awal tahun ini sudah mencatatkan lebih dari dua juta penyimpanan dan penambahan ke playlist per bulan.

Dari sisi angka, Spotify melaporkan pengguna aktif bulanan (MAU) sebesar 761 juta pada kuartal pertama 2026, tumbuh 12% dibanding tahun sebelumnya. Jumlah pelanggan Premium mencapai 293 juta. Penonton podcast video melampaui 500 juta pengguna, meningkat hampir 50% dalam setahun.

Persaingan dengan TikTok dan YouTube Shorts

Langkah Spotify ini tidak bisa dilepaskan dari dinamika persaingan platform. YouTube justru menghapus fitur Clips miliknya pada April lalu dan menggantinya dengan berbagi timestamp yang lebih sederhana. Spotify, di sisi lain, memilih untuk mengisi celah tersebut dengan pendekatan yang lebih lengkap.

Sebagai gambaran, kompetitor sesungguhnya bagi Spotify bukan aplikasi podcast lain, melainkan TikTok, YouTube Shorts, dan Instagram Reels — platform yang sudah menjadi tempat utama beredarnya potongan konten audio dan video. Dengan Podcast Clips, Spotify berupaya agar aktivitas berbagi klip podcast tetap berlangsung di dalam platformnya sendiri, bukan diekspor ke luar.

Bagi kreator podcast di Indonesia yang selama ini mengandalkan cara manual untuk membuat konten pendek dari episode mereka, fitur ini bisa menjadi alat distribusi yang jauh lebih efisien. Terlebih, Spotify juga telah melonggarkan syarat bergabung ke Spotify Partner Program sejak Januari 2026: minimum episode kini hanya 3, waktu konsumsi 2.000 jam, dan audiens aktif 1.000 orang dalam 30 hari terakhir — ambang yang lebih terjangkau bagi kreator yang baru berkembang.

Sumber