Spotify resmi mengumumkan fitur baru bernama Personal Podcasts dan aplikasi desktop Studio by Spotify Labs — dua terobosan yang memungkinkan pengguna membuat episode podcast pribadi hanya dari sebuah teks prompt. Fitur ini diumumkan dalam Investor Day 2026 dan mulai bergulir ke pengguna Premium di Amerika Serikat pada bulan depan, sementara Studio by Spotify Labs akan memasuki fase research preview di lebih dari 20 pasar dalam beberapa minggu ke depan.

Apa Itu Personal Podcasts dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Menurut laporan Android Authority, Personal Podcasts bekerja dengan cara yang cukup sederhana: pengguna mengetikkan topik atau permintaan di kolom prompt, lalu Spotify secara otomatis menghasilkan episode audio yang sesuai. Episode tersebut bersifat privat dan langsung ditambahkan ke perpustakaan pengguna — tidak dapat diakses oleh pengguna lain.

Fitur ini merupakan pengembangan dari Prompted Playlists yang sudah ada sebelumnya, namun kini hadir dalam format audio naratif layaknya podcast sungguhan. Beberapa opsi kustomisasi yang tersedia antara lain:

  • Unggah PDF sebagai referensi materi
  • Pengaturan frekuensi pembaruan episode
  • Pilihan suara narator (voice selection)

Sebagai contoh yang ditampilkan dalam demo, seorang pengguna meminta "daily brief" berisi informasi konser favorit, cuaca lokal, dan berita teknologi terkini — dan Spotify langsung menghasilkan episode audio yang memuat semua itu dalam hitungan detik. Potensi penggunaannya sangat luas: dari belajar bahasa, merangkum berita pagi, hingga mengikuti perkembangan topik hobi tertentu.

Sistem Kredit: Berapa Biaya yang Harus Dikeluarkan?

Personal Podcasts tidak sepenuhnya gratis meski Anda sudah berlangganan Spotify Premium. Fitur ini menggunakan sistem kredit — setiap kali menghasilkan episode, sejumlah kredit akan terpotong. Pengguna Premium mendapatkan jatah kredit bulanan secara otomatis, dan kredit tambahan dapat dibeli secara terpisah.

Perlu dicatat, Spotify belum mengungkapkan berapa kredit yang dikonsumsi per satu kali pembuatan episode, maupun berapa kredit gratis yang diberikan setiap bulan kepada pelanggan Premium. Ini adalah pergeseran model bisnis yang cukup signifikan: dari langganan bulanan flat menjadi model hibrida yang menggabungkan biaya tetap dengan konsumsi berbasis penggunaan — mirip dengan pendekatan yang diterapkan layanan AI generatif lainnya.

Bagi pengguna di Indonesia yang berlangganan Spotify Premium (saat ini seharga sekitar Rp 54.990 per bulan untuk paket Individual), pertanyaan utamanya adalah apakah kredit bulanan yang diberikan cukup untuk penggunaan harian, atau justru memerlukan pengeluaran tambahan di luar biaya langganan yang sudah ada.

Studio by Spotify Labs: Podcast yang Membaca Kalender Anda

Satu langkah lebih jauh dari Personal Podcasts, Studio by Spotify Labs adalah aplikasi desktop yang mampu mengakses bookmark dan kalender pengguna sebagai bahan pembuatan audio. Hasilnya adalah episode yang benar-benar tersinkronisasi dengan jadwal dan aktivitas nyata pengguna.

Contoh yang dipaparkan Spotify cukup mengesankan: seorang pengguna meminta "daily audio brief" untuk perjalanan darat keliling Italia. Studio by Spotify Labs kemudian membaca data kalender dan reservasi pengguna, lalu menyusun episode yang berisi rekomendasi restoran makan malam di setiap kota yang akan dikunjungi, sekaligus menyarankan podcast yang relevan untuk dinikmati di perjalanan.

Soal privasi, Spotify menegaskan bahwa data pribadi seperti kalender dan bookmark hanya diakses atas izin eksplisit dari pengguna. Meski demikian, keputusan untuk menyerahkan informasi pribadi kepada sistem AI tetap menjadi pertimbangan masing-masing individu.

Studio by Spotify Labs dijadwalkan memasuki fase research preview di lebih dari 20 pasar dalam beberapa minggu ke depan. Namun, daftar negara yang masuk dalam gelombang pertama belum diumumkan secara resmi — termasuk apakah Indonesia termasuk di dalamnya.

Fitur-Fitur Lain yang Diluncurkan Bersamaan di Investor Day 2026

Personal Podcasts dan Studio by Spotify Labs hanyalah dua dari serangkaian pengumuman besar Spotify. Co-CEO Gustav Söderström menyebut arah baru ini sebagai "era of Generation" — era di mana Spotify tidak sekadar mendistribusikan konten, tetapi juga ikut menciptakannya bersama pengguna.

Berikut fitur-fitur lain yang diumumkan bersamaan:

  • Podcast AI Q&A — Sudah mulai bergulir untuk pengguna Premium mobile di AS, Swedia, dan Irlandia. Memungkinkan pengguna mengajukan pertanyaan tentang episode yang sedang diputar dan mendapatkan jawaban langsung.
  • Self-publishing audiobook via ElevenLabs — Beta berbasis undangan dijadwalkan mulai Juni 2026, awalnya hanya untuk konten berbahasa Inggris. Kreator dapat menerbitkan versi narasi AI dari karya mereka di berbagai platform.
  • AI Cover & Remix — Berkat perjanjian lisensi dengan Universal Music Group, penggemar dapat membuat versi AI dari lagu-lagu yang telah diizinkan oleh artisnya, dengan pembagian royalti kepada pemilik lagu.
  • Reserved Access — Anggota Premium dewasa di AS yang tercatat sebagai pendengar setia artis tertentu dapat memesan hingga dua tiket konser sebelum penjualan umum dibuka.

Persaingan Ketat: Spotify Melawan Google NotebookLM dan Pemain Lainnya

Langkah Spotify ini secara langsung memasuki arena yang selama ini dikuasai Google NotebookLM — layanan yang dianggap menjadi pionir format audio brief berbasis konten pengguna. Kehadiran Spotify membawa bobot tersendiri: platform ini memiliki lebih dari 600 juta pengguna aktif bulanan secara global, menjadikannya pemain terbesar yang pernah masuk ke segmen ini.

Kompetitor di ruang yang sama pun tidak sedikit. Google sendiri telah menambahkan fitur pembuatan podcast harian berbasis Discover feed ke NotebookLM. Adobe, ElevenLabs, Hero, dan Huxe juga aktif di segmen podcast generatif. Sementara startup seperti Cluely, Granola, dan Rewind mengembangkan varian personal audio brief mereka sendiri. Amazon Alexa+ pun sudah menawarkan podcast bertenaga AI untuk topik pilihan pengguna.

Keunggulan kompetitif Spotify terletak pada tiga hal: infrastruktur sinkronisasi perpustakaan yang sudah matang, algoritma rekomendasi yang telah dilatih selama bertahun-tahun, dan ekosistem kreator yang luas.

Bagi pengguna Spotify di Indonesia, informasi resmi mengenai jadwal peluncuran Personal Podcasts maupun Studio by Spotify Labs untuk pasar lokal belum diumumkan. Langkah paling praktis saat ini adalah memastikan notifikasi pembaruan aplikasi Spotify aktif, dan memantau pengumuman resmi dari kanal Spotify Indonesia untuk mendapatkan informasi pertama kali saat fitur ini tersedia di wilayah kita.

Sumber