Samsung menggelar flash sale 24 jam untuk smart TV seri The Frame Pro 85 inci (2025) dengan harga $2.799,99 (sekitar Rp 45.500.000), turun $1.500 dari harga normal. Ini adalah penawaran terbesar yang pernah ditawarkan Samsung untuk lini TV bergaya bingkai lukisan tersebut — dan persaingan di kategori ini pun semakin ketat memasuki 2026.
Apa Itu The Frame Pro dan Mengapa Berbeda dari The Frame Biasa?
The Frame adalah lini smart TV Samsung yang dirancang agar tidak terlihat seperti layar hitam besar saat tidak digunakan. Dengan mode Art Mode dan panel berlapis matte anti-refleksi, TV ini tampak seperti lukisan yang terpasang di dinding.
Versi Pro membawa sejumlah peningkatan signifikan dibanding model standar:
- Neo QLED + Mini LED backlight: menghasilkan warna hitam lebih dalam dan kontras lebih tajam
- Wireless One Connect: semua kabel perangkat eksternal disatukan ke dalam kotak terpisah yang bisa diletakkan hingga 10 meter dari TV, sehingga hanya satu kabel daya yang terlihat di dinding
- Prosesor NQ4 AI Gen3: chip pemrosesan gambar berbasis AI generasi terbaru dari Samsung
- Dolby Atmos: dukungan audio spasial
- Refresh rate hingga 144Hz: mendukung koneksi PC untuk gaming dengan frame rate tinggi
- Fitur AI: termasuk Live Translate dan peningkatan kualitas suara otomatis
Sementara itu, model standar The Frame 43 inci (2025) menggunakan panel QLED 4K biasa dengan refresh rate 60Hz — lebih terjangkau, namun tetap mempertahankan desain bingkai dan Art Mode yang menjadi ciri khas seri ini.
Perbandingan Harga dan Spesifikasi Dua Model dalam Flash Sale
| Model | Harga Flash Sale | Diskon | Panel |
|---|---|---|---|
| The Frame Pro 85 inci (2025) | $2.799,99 (sekitar Rp 45.500.000) | $1.500 | Neo QLED 4K / 144Hz |
| The Frame 43 inci (2025) | $649,99 (sekitar Rp 10.550.000) | $250 | QLED 4K / 60Hz |
Flash sale ini merupakan bagian dari promosi "20 Years on the 20th" Samsung — merayakan 20 tahun berturut-turut sebagai merek TV terlaris di dunia. Sebelum flash sale, The Frame Pro 85 inci sudah dibanderol $2.999,99 (sekitar Rp 48.750.000) dalam rangka Memorial Day Sale. Flash sale menambahkan potongan $200 lagi selama 24 jam.
Perlu dicatat, untuk model 43 inci, setelah periode flash sale berakhir, diskon akan menyusut dari $250 menjadi $200 — artinya ada selisih $50 (sekitar Rp 812.000) yang hanya tersedia dalam jendela waktu terbatas ini.
Kelebihan Nyata dan Biaya Tersembunyi yang Perlu Diperhatikan
Berdasarkan sejumlah ulasan yang telah beredar, The Frame Pro 2025 memiliki beberapa keunggulan konkret dibanding pendahulunya:
- Kecerahan layar: The Frame Pro mencapai sekitar 1.000 nits, jauh di atas The Frame standar yang hanya sekitar 600 nits. Ini membuat konten HDR terasa lebih impresif, terutama di ruangan terang.
- Koneksi benar-benar nirkabel: Wireless One Connect Box menggunakan Wi-Fi 7 untuk mentransmisikan sinyal video, sehingga TV benar-benar hanya membutuhkan satu kabel daya.
- Sertifikasi warna Pantone ArtfulColor: Model 2025 mendapat pengakuan resmi atas akurasi reproduksi warna di Art Mode.
Namun ada satu hal yang kerap luput dari perhatian: Samsung Art Store memerlukan langganan bulanan sebesar $5 (sekitar Rp 81.000) per bulan untuk mengakses seluruh koleksi karya seni digital. Diskon besar pada harga unit memang menarik, tetapi biaya operasional ini akan terus berjalan selama TV digunakan — dan perlu diperhitungkan dalam total biaya kepemilikan jangka panjang.
Persaingan Makin Ketat: Hisense dan Amazon Masuk Arena
Samsung bukan lagi satu-satunya pemain di kategori "TV bergaya seni". Memasuki 2026, dua nama besar mulai mengancam posisi The Frame:
| Merek | Model | Keunggulan |
|---|---|---|
| Hisense | S7 CanvasTV (2026) | 5 ukuran (50–85 inci), 144Hz, Dolby Vision IQ, HDR10+, tanpa biaya langganan |
| Amazon | Ember Artline | Masih dalam rencana rilis, belum ada detail resmi |
Hisense S7 CanvasTV hadir dengan bingkai kayu bawaan dan pustaka seni digital yang bisa diakses tanpa biaya berlangganan — kebalikan langsung dari model bisnis Samsung Art Store. Dengan spesifikasi yang kompetitif dan tanpa biaya tambahan bulanan, CanvasTV berpotensi menjadi alternatif yang lebih hemat dalam jangka panjang.
Amazon pun dikabarkan akan masuk ke segmen ini lewat "Ember Artline", meski detail resminya belum diumumkan.
Relevansi untuk Konsumen di Indonesia
Flash sale ini berlaku khusus untuk pasar Amerika Serikat melalui situs resmi Samsung AS, sehingga tidak dapat diakses langsung oleh konsumen di Indonesia. Informasi rilis resmi Samsung The Frame Pro 2025 untuk pasar Indonesia belum diumumkan.
Meski demikian, tren ini tetap relevan untuk diperhatikan. Samsung The Frame seri standar sudah tersedia di Indonesia melalui Samsung Experience Store dan mitra resmi seperti Erafone. Jika Samsung mengikuti pola peluncuran globalnya, The Frame Pro 2025 berpeluang masuk ke pasar Asia Tenggara — termasuk Indonesia — dalam beberapa bulan ke depan.
Bagi konsumen yang sedang mempertimbangkan pembelian smart TV premium bergaya dekoratif, perkembangan persaingan antara Samsung, Hisense, dan Amazon di segmen ini patut diikuti. Masuknya lebih banyak pemain ke kategori ini biasanya berujung pada tekanan harga yang menguntungkan konsumen, termasuk di pasar regional ASEAN.
Sumber
- Android Authority — Samsung's giant art TV is $1,500 off until midnight
- T3 — Samsung The Frame Pro review: Picture perfect?
- Smart Home Sounds — Samsung The Frame Pro Review | Real-World Hands-On Testing
