Samsung resmi meluncurkan tujuh model monitor baru untuk tahun 2026, termasuk yang paling dinantikan: Odyssey G8 6K Monitor — monitor 6K pertama yang pernah diproduksi Samsung. Seluruh model mendapatkan diskon peluncuran $50 (sekitar Rp812.500) ditambah pilihan bonus senilai hingga $300 (sekitar Rp4.875.000).

Samsung Odyssey G8 6K: Monitor 6K Pertama dari Samsung

Puncak dari lini monitor 2026 Samsung adalah Odyssey G8 6K Monitor berukuran 32 inci (model G80HS), yang dikonfirmasi sebagai monitor 6K pertama dalam sejarah Samsung. Monitor ini dibanderol $1.549,99 (sekitar Rp25.190.000) setelah diskon peluncuran $50 diterapkan.

Panel IPS 32 inci ini mampu menampilkan resolusi 6.144×3.456 piksel dengan kepadatan 224 PPI. Pada mode 6K penuh, refresh rate mencapai 165Hz, sementara fitur Dual Mode memungkinkan monitor beralih ke resolusi 3K dengan refresh rate hingga 330Hz — pilihan menarik bagi gamer yang menginginkan fleksibilitas antara kualitas gambar dan kelancaran animasi.

Dari sisi konektivitas, Odyssey G8 6K dilengkapi HDMI 2.1 dan DisplayPort 2.1, dengan response time 1ms GtG. Dukungan AMD FreeSync Premium Pro dan NVIDIA G-Sync Compatible turut hadir di seluruh lini G8.

Sebagai perbandingan, Apple Pro Display XDR dengan resolusi 6K yang sama pernah dijual seharga $4.999 (sekitar Rp81.245.000) dan kini sudah dihentikan produksinya. Odyssey G8 6K hadir di harga yang jauh lebih terjangkau, meski tetap berada di segmen premium.

Tujuh Model Sekaligus, Harga Mulai $849

Selain Odyssey G8 6K, Samsung turut meluncurkan enam model lain secara bersamaan. Berikut daftar harga setelah diskon $50 beserta bonus Samsung Credit yang tersedia:

ModelHarga PeluncuranSamsung Credit
43 inci Movingstyle Essential$849,99 (sekitar Rp13.812.000)$200
27 inci Odyssey G8 5K Monitor$899,99 (sekitar Rp14.624.000)$200
32 inci Odyssey G7 4K Monitor$1.049,99 (sekitar Rp17.062.000)$200
27 inci Odyssey OLED G8 4K Monitor$1.049,99 (sekitar Rp17.062.000)$200
32 inci Odyssey OLED G8 4K Monitor$1.249,99 (sekitar Rp20.312.000)$300
40 inci ViewFinity S8 Curved Monitor$1.349,99 (sekitar Rp21.937.000)$300
32 inci Odyssey G8 6K Monitor$1.549,99 (sekitar Rp25.187.000)$300

Perlu dicatat, Samsung juga mengumumkan ViewFinity S8 27 inci, namun model tersebut dilaporkan belum tersedia untuk dibeli saat ini.

Tiga Pilihan Bonus Peluncuran

Setiap pembelian monitor dari lini 2026 ini mendapatkan diskon $50 secara otomatis. Selain itu, pembeli dapat memilih salah satu dari tiga bonus berikut:

  • Samsung Credit senilai $200 atau $300 (tergantung model), yang dapat digunakan untuk pembelian produk Samsung berikutnya
  • Music Studio Speaker gratis
  • Galaxy Buds4 Pro gratis

Pilihan Galaxy Buds4 Pro menjadi opsi yang cukup menggiurkan, terutama bagi pengguna yang sudah menggunakan smartphone Galaxy atau perangkat audio Samsung lainnya. Promo ini bersifat terbatas pada minggu peluncuran saja.

Spesifikasi Odyssey OLED G8 dan Posisi Samsung di Pasar Monitor

Satu model yang juga layak mendapat perhatian adalah Odyssey OLED G8 32 inci (G80SH). Monitor ini menggunakan panel QD-OLED Penta Tandem dengan resolusi 4K dan refresh rate 240Hz, serta telah mendapatkan sertifikasi VESA DisplayHDR True Black 500. Konektivitasnya mencakup DisplayPort 2.1 UHBR20 dengan bandwidth hingga 80Gbps, dan USB-C dengan pengisian daya hingga 98W.

Di pasar Eropa, model ini dilaporkan dijual seharga €1.499 (sekitar Rp26.232.000) dengan pengiriman mulai 19 Juni 2026.

Dari sisi pangsa pasar, Samsung saat ini menguasai 18,9% pasar monitor gaming di atas 144Hz, dan selama tiga tahun berturut-turut memimpin segmen monitor gaming OLED dengan pangsa 26%.

Ketersediaan untuk Pasar Indonesia

Informasi rilis resmi untuk pasar Indonesia belum diumumkan. Seluruh harga yang tercantum merupakan harga pasar Amerika Serikat dalam dolar AS. Bagi konsumen di Indonesia yang tertarik, pemantauan melalui kanal resmi Samsung Indonesia serta mitra distribusi seperti iBox atau Samsung Experience Store dapat menjadi langkah awal. Mengingat posisi Samsung yang kuat di segmen monitor premium global, kemungkinan kehadiran beberapa model di pasar regional ASEAN — termasuk Indonesia — tetap terbuka, meski belum ada konfirmasi resmi.

Sumber