Epic Games secara resmi mengisyaratkan bahwa Rocket League akan menjadi judul pertama yang menggunakan Unreal Engine 6 (UE6), diumumkan di ajang RLCS 2026 Paris Major. Meski detail teknis belum diungkap, pengumuman ini memberi gambaran nyata tentang arah pengembangan UE6 — termasuk ambisi besar Epic untuk mengatasi keterbatasan multithreading yang selama ini menghantui UE5.
Rocket League: Dari UE3 Langsung ke UE6, Lompat Dua Generasi
Yang membuat pengumuman ini luar biasa bukan sekadar soal engine baru, melainkan besarnya lompatan yang dilakukan. Rocket League saat ini masih berjalan di atas Unreal Engine 3 — teknologi yang sama sejak game ini dirilis pada 2015. Artinya, migrasi ke UE6 berarti melewati dua generasi sekaligus, sebuah keputusan yang sangat tidak lazim dalam industri game.
Dalam cuplikan teaser yang ditayangkan di Paris Major, versi UE6 dari Rocket League tampil dengan visual yang mendekati fotorealistis — jauh berbeda dari tampilan kartun stylized yang selama ini dikenal pemain. Menariknya, trailer tersebut juga menampilkan Fortnite secara berdampingan, mengisyaratkan integrasi yang lebih erat antara kedua game milik Epic ini. Mengingat Psyonix — developer Rocket League — telah diakuisisi Epic Games sejak Mei 2019, langkah ini bisa dibaca sebagai konsolidasi ekosistem yang sudah lama direncanakan.
Perlu dicatat, baik Psyonix maupun Epic belum mengonfirmasi jadwal rilis, detail fitur, maupun dampaknya bagi pemain yang sudah ada saat ini. Pengumuman Paris Major masih bersifat teaser.
Apa yang Membedakan UE6 dari UE5?
Selama ini, UE5 dikenal dengan kemampuan rendering yang luar biasa lewat fitur seperti Nanite dan Lumen. Namun ada satu kelemahan mendasar yang belum terselesaikan: simulasi game masih berjalan secara single-threaded, artinya logika inti permainan hanya memanfaatkan satu inti CPU, sementara inti-inti lainnya menganggur.
Di sinilah UE6 masuk. Berdasarkan pernyataan CEO Epic, Tim Sweeney, pada Mei 2025, UE6 dirancang dengan beberapa pilar utama:
- Multithreading pada simulasi game — logika permainan dapat memanfaatkan banyak inti CPU secara bersamaan
- Integrasi bahasa pemrograman Verse sebagai lapisan gameplay programming baru
- Penyatuan workflow antara UE5 dan UEFN (Unreal Editor for Fortnite)
- Konsolidasi branch pengembangan internal Epic yang selama ini terfragmentasi
Bagi pengguna CPU modern seperti AMD Ryzen X3D atau prosesor Intel dengan jumlah inti tinggi, perubahan ini berpotensi signifikan. Selama ini, game berbasis UE5 sering kali tidak mampu memanfaatkan seluruh kapasitas CPU karena bottleneck single-thread. Jika UE6 berhasil memecahkan masalah ini, performa pada game berskala besar bisa meningkat secara nyata — baik dari sisi frame rate maupun kompleksitas simulasi fisika.
Kapan UE6 Benar-Benar Siap Digunakan?
Epic belum memberikan tanggal resmi, namun ada beberapa petunjuk yang bisa dijadikan acuan. Sweeney menyebut "beberapa tahun lagi" dengan kemungkinan versi preview dalam 2–3 tahun sejak pernyataannya di Mei 2025.
Sebagai gambaran, perjalanan UE5 bisa menjadi tolok ukur:
| Tahapan | Waktu |
|---|---|
| UE5 diperkenalkan (reveal) | Mei 2020 |
| UE5 Early Access | Mei 2021 |
| UE5.0 rilis resmi | April 2022 |
| Jarak reveal → rilis resmi | ±23 bulan |
Jika pola yang sama berlaku untuk UE6, maka bahkan setelah versi preview muncul, developer masih perlu menunggu sekitar dua tahun lagi sebelum engine benar-benar siap untuk produksi skala penuh. Wccftech menginterpretasikan pengumuman Rocket League ini sebagai sinyal bahwa preview UE6 mungkin datang lebih cepat dari perkiraan awal — bahkan berpotensi tahun depan. Namun, game UE6 yang benar-benar siap untuk pasar massal diperkirakan baru akan muncul pada 2027 ke atas, atau bahkan 2028–2029 untuk judul-judul besar.
Visi Jangka Panjang: "Persistent World" Bersama Disney
Di balik aspek teknis, UE6 juga menjadi fondasi dari ambisi bisnis Epic yang jauh lebih besar. Sweeney memposisikan UE6 sebagai platform untuk membangun "persistent worlds" — dunia virtual yang mampu menampung puluhan juta pemain dalam satu simulasi bersama secara bersamaan.
Yang paling menarik perhatian adalah kabar bahwa Epic dan Disney tengah mengembangkan "persistent universe" secara bersama-sama, yang akan menjadi salah satu pilar utama visi metaverse berbasis UE6. Filosofi "build once, deploy anywhere" yang diusung Epic memungkinkan satu konten game dirilis sekaligus sebagai versi standalone maupun sebagai pulau di dalam Fortnite.
Fortnite sendiri sudah difungsikan sebagai "laboratorium" untuk menguji fitur-fitur UE6 sebelum engine tersebut resmi diluncurkan ke publik.
Apa Artinya Bagi Gamer di Indonesia?
Rocket League tersedia secara gratis di PC (Epic Games Store), PlayStation, Xbox, dan Nintendo Switch — termasuk dapat dimainkan oleh gamer di Indonesia tanpa hambatan regional. Pembaruan ke UE6 nantinya kemungkinan besar akan bersifat update otomatis, bukan rilis game baru terpisah, meski hal ini belum dikonfirmasi secara resmi.
Bagi komunitas PC gaming di Indonesia yang sudah berinvestasi pada CPU multi-core, kabar tentang multithreading UE6 adalah sesuatu yang patut dinantikan. Namun mengingat masih panjangnya jalan menuju rilis resmi, keputusan upgrade hardware sebaiknya tidak terburu-buru hanya karena pengumuman ini. Pantau terus pengumuman resmi dari Epic Games untuk perkembangan selanjutnya.
