Motorola Razr Fold resmi hadir sebagai ponsel lipat format buku pertama dari Motorola, dan ulasan selama tujuh hari penuh oleh Brady Snyder dari Android Authority mengungkap sesuatu yang tidak tertulis di lembar spesifikasi mana pun: sebuah antarmuka yang secara aktif mengajak pengguna memanfaatkan layar besar. Bukan sekadar fitur split-screen biasa — melainkan sistem yang mendeteksi kebiasaan Anda dan menawarkan mode multitasking sebelum Anda sempat memikirkannya sendiri.
Hello UI: Ketika OS Lebih Pintar dari Penggunanya
Razr Fold berjalan di Android 16 dengan antarmuka Hello UI milik Motorola. Secara teknis, fitur-fitur seperti taskbar, pembagian layar 90:10, dan pergantian aplikasi cepat juga tersedia di Pixel 10 Pro Fold maupun Galaxy Z Fold 7. Yang membedakan Razr Fold bukan apa yang bisa dilakukan, melainkan bagaimana OS mendorong pengguna untuk melakukannya.
Berikut perilaku spesifik yang dicatat Snyder selama pengujian:
- Setelah beberapa kali berpindah antara dua aplikasi, muncul pop-up: "Buka dalam mode split-screen?" — satu ketukan langsung membuka keduanya berdampingan 50:50
- Rasio layar bisa digeser bebas, misalnya menjadi 90:10 sesuai kebutuhan
- Mengetuk tautan di dalam Gmail atau Google Messages secara otomatis membuka Chrome di sisi lain layar dalam format 50:50, tanpa langkah tambahan (perilaku ini tidak ditemukan pada Galaxy Z Fold 7 dalam pengujian yang sama)
- Laci aplikasi di taskbar berukuran lebih kecil dibanding milik Pixel dan Galaxy, sehingga tidak menutupi konten yang sedang dibuka
- Di app switcher, tombol split-screen langsung terlihat di setiap aplikasi — pada Samsung dan Google, tombol serupa tersembunyi di submenu
Snyder mengakui bahwa saat menguji Pixel 10 Pro Fold dan Galaxy Z Fold 7, ia cenderung menggunakannya seperti ponsel layar besar biasa. Razr Fold adalah pertama kalinya ia merasa terdorong secara alami untuk benar-benar memanfaatkan format lipat.
Snapdragon 8 Gen 5: Bukan yang Tercepat, tapi Lebih dari Cukup
Razr Fold dibanderol mulai $1.899 (sekitar Rp 30.800.000), dengan RAM 16 GB dan penyimpanan 512 GB. Dapur pacunya adalah Qualcomm Snapdragon 8 Gen 5 — bukan varian "Elite" yang diperkirakan akan hadir di Galaxy Z Fold 8, dan hal ini sempat menjadi kekhawatiran sebelum unit tersedia untuk diuji.
Namun dalam pemakaian nyata — menulis artikel, memutar musik, menonton video, hingga bermain game — Snyder tidak merasakan hambatan berarti. Hasil Geekbench 6 menempatkan Razr Fold di posisi tengah:
| Pengujian | Skor Razr Fold |
|---|---|
| Geekbench 6 Single-Core | 2.606 |
| Geekbench 6 Multi-Core | 8.690 |
Angka ini berada di atas Pixel 10 Pro Fold (Tensor G5) dan di bawah Galaxy Z Fold 7 (Snapdragon 8 Elite). Untuk kebutuhan sehari-hari, posisi tengah ini terbukti tidak menjadi hambatan.
Soal daya tahan baterai, Razr Fold menggunakan sel silikon-karbon berkapasitas 6.000 mAh. Snyder melaporkan tidak pernah kehabisan baterai di tengah hari meski layar utama digunakan intensif. Pengisian daya kabel 80W dan nirkabel 50W turut tersedia — sebuah kombinasi yang menurut Snyder mengatasi kelemahan Galaxy Z Fold 7 dalam hal konsumsi daya.
Kamera Triple 50MP: Konsisten di Semua Lensa
Konfigurasi kamera belakang Razr Fold terdiri dari tiga lensa dengan resolusi seragam 50MP:
- Kamera utama: Sensor Sony LYTIA 50MP. Meski kalah jumlah piksel dari kamera utama Galaxy Z Fold 7 yang mencapai 200MP, ukuran piksel yang lebih besar memberi keunggulan di kondisi cahaya rendah. Mendukung peralihan antara mode 50MP dan 12MP binning
- Ultrawide: 50MP, sudut pandang 122 derajat
- Telefoto: 50MP, zoom optis 3x. Snyder mencatat detail tetap terjaga melampaui batas optis, meski terdapat pergeseran warna saat zoom ditingkatkan
Untuk kamera depan, terdapat asimetri yang menarik: kamera di sisi layar utama (dalam) beresolusi 32MP, sementara kamera di layar sampul (luar) 20MP. Penempatan kamera beresolusi lebih tinggi di sisi dalam dinilai menguntungkan untuk panggilan video. Kamera Razr Fold juga telah meraih penilaian Gold dari DXOMARK dengan predikat "#1 foldable camera system".
Bobot 243 Gram dan IP49: Dua Hal yang Perlu Dipertimbangkan
Razr Fold memiliki bobot 243 gram — tergolong berat untuk ponsel lipat format buku. Distribusi bobotnya pun tidak merata karena tonjolan kamera yang besar membuat bagian atas terasa lebih berat saat digenggam.
Perlindungan bodi menggunakan Gorilla Glass Ceramic 3 dengan rating IP49. Perlu dicatat, angka "4" pada IP49 menunjukkan perlindungan terhadap partikel padat (debu) yang lebih rendah dibanding standar IP68 atau IP69 yang umum pada ponsel flagship. Ketahanan terhadap air tetap terjaga, namun pengguna yang sering berada di lingkungan berdebu atau berpasir sebaiknya mempertimbangkan hal ini.
Layar utama berukuran 8,1 inci dengan resolusi 2K dan panel LTPO, sementara layar sampul berukuran 6,6 inci.
Posisi Razr Fold di Pasar Foldable Global
Razr Fold tersedia di Amerika Serikat sejak 21 Mei 2026, dengan harga mulai $1.899 (sekitar Rp 30.800.000). Di Eropa, harga mulai €1.999 (sekitar Rp 34.900.000), dan di Inggris mulai £1.799,99 (sekitar Rp 36.900.000). Tersedia dalam dua warna: Blackened Blue dan Lily White dari Pantone, plus edisi khusus bertema Piala Dunia FIFA. Aksesori stylus Moto Pen Ultra dijual terpisah seharga $99 (sekitar Rp 1.600.000).
Motorola juga menjanjikan tujuh tahun pembaruan OS dan keamanan — komitmen jangka panjang yang relevan mengingat harga investasinya.
Dari sisi pasar, IDC memproyeksikan pengiriman ponsel lipat global akan tumbuh 30% pada 2026, sementara Omdia memperkirakan lonjakan hingga 50%. Motorola dilaporkan menguasai sekitar 50% pasar ponsel lipat di Amerika Serikat per awal 2026, meski angka ini masih bisa berubah setelah Apple diperkirakan memasuki segmen ini.
Snyder menyimpulkan Razr Fold sebagai perpaduan ketipisan dan performa Galaxy Z Fold 7 dengan pengalaman perangkat lunak dan ketahanan baterai ala Pixel — bahkan unggul dalam dua aspek terakhir dibanding seluruh ponsel lipat yang ada saat ini. Pertanyaannya sederhana: apakah keunggulan UI multitasking dan baterai 6.000 mAh sepadan dengan bobot 243 gram dan harga sekitar Rp 30.800.000?
Untuk pasar Indonesia, informasi rilis resmi Motorola Razr Fold belum diumumkan. Mengingat Motorola memiliki kehadiran terbatas di Indonesia dibanding Samsung, Oppo, atau Xiaomi, konsumen yang tertarik perlu memantau ketersediaan melalui importir resmi atau menunggu pengumuman distribusi regional.
