Replit, platform coding berbasis AI, akhirnya merilis pembaruan besar untuk aplikasi iPhone-nya setelah vakum selama hampir empat bulan. Pembaruan ini membawa Agent 4, fitur agen paralel, kolaborasi tim, serta kampanye migrasi gratis dari platform pesaing — sebuah langkah agresif yang datang tepat sebelum WWDC Apple dibuka pada 8 Juni.

Konflik App Store Berakhir: CEO Replit Umumkan "Damai" dengan Apple

Amjad Masad, CEO Replit, mengumumkan pembaruan ini melalui X (sebelumnya Twitter) dengan pernyataan yang cukup tegas:

"Kami berhasil mencapai kesepakatan dengan Apple dan untuk pertama kalinya dalam empat bulan, kami merilis aplikasi. Terima kasih kepada semua pelanggan dan kreator yang mendukung kami. Perjalanannya panjang, tapi kami tidak pernah menyerah."

Sebelumnya, pada Maret lalu, dilaporkan bahwa Apple mengajukan keberatan terhadap versi terbaru Replit — khususnya terkait cara aplikasi yang dibangun dengan AI dipratinjau di iPhone. Detail teknis mengenai apa yang berubah hingga kedua pihak mencapai kesepakatan belum diungkapkan secara resmi.

Momen peluncuran ini menarik perhatian karena bertepatan dengan menjelang WWDC, di mana Apple kemungkinan akan mengumumkan perubahan kebijakan App Store yang lebih luas terkait aplikasi berbasis agen AI.

Apa Saja yang Baru di Agent 4?

Pembaruan ini bukan sekadar perbaikan teknis kecil. Replit menyuntikkan sejumlah fitur signifikan ke dalam aplikasi iPhone-nya:

Agent 4 adalah teknologi agen terbaru Replit yang diumumkan pada Maret lalu. Platform ini menyebutnya dirancang khusus untuk eksplorasi kreatif, dilengkapi fitur Design Canvas yang memungkinkan pengguna menjelajahi desain secara bebas. Saat memilih elemen apa pun dan menekan "Generate variants", Agent 4 akan menampilkan pilihan baru yang kontekstual dan langsung bisa diterapkan ke aplikasi.

Agen paralel menjadi salah satu fitur paling praktis: pengguna kini bisa menjalankan beberapa ide secara bersamaan, bukan satu per satu. Sistem ini diklaim mampu menyelesaikan 90% konflik penggabungan (merge conflict) secara otomatis oleh AI. Di balik layar, setiap tugas berjalan di lingkungan terisolasi menggunakan micro VM yang bisa aktif secara instan — dirancang agar alur kerja tidak terganggu oleh jeda teknis.

Kolaborasi tim kini tersedia melalui merge flows, memungkinkan beberapa anggota tim mengerjakan proyek yang sama secara bersamaan. Selain itu, hadir pula tampilan lintas workspace untuk memantau berbagai proyek sekaligus dari satu layar.

Kampanye Migrasi Gratis: Replit Incar Pengguna Lovable, Base44, dan V0

Bersamaan dengan pembaruan ini, Replit meluncurkan kampanye migrasi yang cukup menarik: proyek yang dibuat di platform vibe coding pesaing — Lovable, Base44, dan V0 — bisa diimpor ke Replit secara gratis untuk waktu terbatas. Setelah diimpor, Replit Agent diklaim mampu membangun aplikasi mobile dalam hitungan menit dan langsung mendukung proses publikasi ke App Store.

Perlu dicatat, ketiga platform ini juga tengah berkembang pesat dengan pendekatan masing-masing:

PlatformKeunggulan UtamaHarga Mulai
LovablePrototipe cepat, sudah ada aplikasi iOS & Android$21/bulan (sekitar Rp 341.000)
Base44Integrasi backend & infrastruktur, sudah mendukung App Store & Google Play$20/bulan (sekitar Rp 325.000)
V0Komponen React/Next.js dengan shadcn/ui & Tailwind CSS$20/bulan (sekitar Rp 325.000)

Lovable sendiri telah lebih dulu merilis aplikasi iOS dan Android pada akhir April 2026 — langkah yang disebut sebagai yang pertama di kategori vibe coding. Kembalinya Replit ke platform mobile bisa dibaca sebagai respons langsung terhadap keunggulan awal Lovable tersebut. Base44, yang telah diakuisisi oleh Wix pada 2025, menambahkan fitur publikasi langsung ke App Store dan Google Play sejak Februari 2026.

Skala Replit dan Relevansinya bagi Pengembang di Indonesia

Replit saat ini memiliki lebih dari 50 juta pengguna di seluruh dunia dan baru saja meraih pendanaan Seri D senilai $400 juta (sekitar Rp 6,5 triliun) dengan valuasi $9 miliar (sekitar Rp 146,25 triliun). Google Cloud juga menobatkan Replit sebagai AI Tooling Partner of the Year untuk 2026.

Bagi pengembang dan kreator aplikasi di Indonesia, pembaruan ini membuka beberapa peluang konkret. Pertama, fitur agen paralel memungkinkan iterasi lebih cepat tanpa harus menunggu satu proses selesai sebelum mencoba pendekatan lain — sangat relevan bagi indie developer atau tim kecil yang bekerja dengan sumber daya terbatas. Kedua, kampanye impor gratis dari Lovable, Base44, atau V0 bisa menjadi jalan masuk yang hemat biaya bagi siapa pun yang sudah bereksperimen dengan platform-platform tersebut namun ingin menjajal ekosistem Replit.

Aplikasi Replit untuk iPhone dan iPad tersedia di App Store dan sudah mencerminkan pembaruan terbaru ini. Informasi mengenai ketersediaan resmi di pasar Indonesia tidak memerlukan langkah khusus karena aplikasi ini dapat diunduh langsung dari App Store regional.

Sumber