Bagi pembaca digital, pilihan antara Amazon Kindle dan Onyx BOOX bukan sekadar soal merek, melainkan soal filosofi: ekosistem tertutup yang fokus pada membaca, atau perangkat E-Ink berbasis Android yang serba bisa. Sebuah ulasan dari Android Authority yang dipublikasikan pada 2 Juni 2026 menyajikan perbandingan jujur dari seorang pengguna Kindle lama yang beralih ke BOOX, dan kesimpulannya cukup berimbang antara keunggulan dan kompromi.

Fleksibilitas Android Jadi Senjata Utama BOOX

Kekuatan terbesar BOOX berasal dari basis sistem operasi Android-nya. Pengguna dapat mengunduh berbagai aplikasi baca melalui Google Play Store, sehingga koleksi buku dari Kindle, Kobo, artikel web yang disimpan, PDF di Google Drive, hingga aplikasi catatan dapat diakses dari satu perangkat yang sama.

Dukungan format file BOOX juga jauh lebih luas dibandingkan Kindle, yang berpotensi mengubah perangkat E-Ink dari sekadar "mesin baca buku" menjadi alat serbaguna untuk dokumen, catatan, dan PDF. Namun, proses pengaturan awalnya tidak sederhana. Sang reviewer mengakui bahwa beberapa hari pertama terasa sedikit kacau karena banyak pengaturan yang harus dipelajari, sesuatu yang asing bagi pengguna Kindle yang terbiasa dengan antarmuka minimalis.

Baterai dan Kehalusan Software Jadi Korban

Sebagai gantinya, dua keunggulan klasik Kindle justru melemah di BOOX:

  • Daya tahan baterai: Karena Android berjalan di latar belakang, BOOX tidak mampu menyamai ketahanan baterai Kindle. Jika Kindle bisa bertahan berminggu-minggu dan diisi ulang hanya ketika teringat, BOOX kerap ditemukan dalam kondisi baterai hampir habis ketika hendak digunakan.
  • Kehalusan software: Kindle dinilai lebih mulus dan konsisten antarmukanya. BOOX terasa seperti memperlihatkan "mesin di balik layar", dengan banyak menu dan pengaturan yang menunjukkan sisi sebaliknya dari fleksibilitas tinggi yang ditawarkannya.

Trade-off antara kebebasan fungsi dan kesempurnaan sebagai perangkat baca khusus terlihat jelas di sini.

Bukan Cara Membaca yang Berubah, Tapi Apa yang Dibaca

Hal paling menarik dari pengalaman ini bukanlah perubahan cara membaca, melainkan perubahan jenis bacaan. Pada masa Kindle, perangkat hampir hanya digunakan untuk buku. Setelah berpindah ke BOOX, sang reviewer mulai berpindah-pindah antara e-book, artikel panjang, PDF, materi riset, newsletter, hingga dokumen yang menumpuk di Google Drive.

Sayangnya, kebebasan ini memiliki efek samping. Niat awal membuka BOOX untuk membaca satu bab sebelum tidur sering kali berakhir dengan terjebak di aplikasi lain. Kesimpulannya: BOOX memang lebih serbaguna, tetapi serbaguna tidak selalu berarti pengalaman membaca yang lebih baik. Bagi mereka yang benar-benar ingin tenggelam dalam buku, batasan Kindle justru menjadi nilai tambah.

Cocok untuk Siapa? Pertimbangkan Profil Pengguna Berikut

Karena karakter layar E-Ink, ada perbedaan antara "bisa dilakukan" dan "nyaman dilakukan" di BOOX.

PenggunaanKenyamanan di E-Ink
Membaca, anotasi, jurnal, multi-dokumenSangat cocok
Scroll media sosial, mengetik panjangKurang ideal

BOOX layak dipertimbangkan jika Anda termasuk salah satu profil berikut:

  • Ingin membaca buku dari Kindle dan Kobo dalam satu perangkat
  • Sering bekerja dengan PDF, web clip, atau aplikasi catatan
  • Mengutamakan anotasi tulisan tangan dan journaling
  • Tidak keberatan menghabiskan waktu untuk pengaturan awal

Sebaliknya, jika daya tahan baterai dan kesederhanaan pengalaman membaca adalah prioritas utama, Kindle tetap menjadi pilihan yang lebih bijak.

Lineup BOOX 2026 Semakin Tersegmentasi

Onyx Boox meluncurkan beberapa model baru sepanjang 2026 untuk menjangkau kebutuhan yang lebih spesifik. Berdasarkan laporan Good e-Reader, model saku Poke 7 mulai dijual di Tiongkok pada 21 Mei 2026 dalam tiga warna: Blue, White, dan Sand. Model berukuran 10,3 inci untuk pencatatan, Note X6, diumumkan sebagai penerus Note X5 (rilis Juli 2025) dengan peluncuran pada 27 Mei. Sementara itu, Go 10.3 Gen II yang dilaporkan 9to5Google pada 17 Maret 2026 telah tersedia di Amazon dan toko resmi Boox mulai dari US$399 (sekitar Rp 6.500.000), kini menggunakan Android 15 menggantikan Android 12. Model lain seperti Palma 3 juga sedang direncanakan.

ModelTarget PenggunaanFitur Utama
Poke 7Membaca portabelPilihan warna Blue, White, Sand
Note X6Catatan tanganLayar 10,3 inci, penerus Note X5
Go 10.3 Gen IISerbagunaAndroid 15, mulai US$399 (sekitar Rp 6.500.000)

Amazon Balas dengan Kindle Scribe Colorsoft dan Fitur AI

Di sisi lain, Amazon tidak tinggal diam. Lewat Kindle Scribe Colorsoft generasi baru, Amazon mencoba menjawab fleksibilitas perangkat berbasis Android. Berdasarkan keterangan resmi About Amazon, harganya dibanderol US$629,99 (sekitar Rp 10.240.000) di Amerika Serikat, £569,99 (sekitar Rp 11.685.000) di Inggris, dan €649,99 (sekitar Rp 11.375.000) di Jerman. Bodinya hanya 5,4 mm dengan bobot 400 gram, dan kecepatan menulis serta berpindah halaman naik 40%.

Good e-Reader juga mengabarkan bahwa Kindle Scribe generasi pertama dan kedua akan menerima pembaruan fitur secara bertahap pada awal 2026, antara lain:

  • Integrasi Google Drive dan Microsoft OneDrive
  • Antarmuka beranda baru dan sebagian fitur AI untuk generasi lama
  • Story So Far untuk merangkum bacaan tanpa spoiler
  • Ask This Book untuk bertanya berdasarkan teks yang dipilih
  • Mode gelap penuh (latar hitam, teks putih)

Apa Artinya bagi Pembaca di Indonesia?

Bagi konsumen Indonesia, situasinya cukup unik. Perangkat Kindle resmi sudah cukup mudah ditemukan melalui marketplace seperti Tokopedia atau Shopee maupun impor melalui Amazon, sedangkan Onyx BOOX lebih banyak beredar melalui reseller dan toko online tanpa garansi resmi nasional. Selisih harga, ketersediaan suku cadang, dan akses ke pembaruan firmware menjadi pertimbangan tambahan di luar fitur teknis.

Jika prioritas Anda adalah membaca buku berbahasa Inggris dari ekosistem Amazon, Kindle dasar atau Kindle Paperwhite masih merupakan pilihan paling praktis. Namun jika Anda kerap berurusan dengan PDF jurnal, materi kuliah, atau dokumen kerja yang disimpan di Google Drive, fleksibilitas BOOX dapat sepadan dengan harganya yang lebih tinggi. Pertimbangkan dua hingga tiga jenis konten utama yang ingin Anda baca di layar E-Ink sebelum memutuskan.

Sumber