Oura Ring 5 resmi diumumkan dengan harga $399 (sekitar Rp 6.480.000) dan membawa sejumlah peningkatan signifikan — desain 40% lebih ramping, sensor yang dirancang ulang, hingga pemantauan tekanan darah. Namun di balik kemajuan teknis tersebut, satu keputusan bisnis langsung memantik reaksi keras: charging case dijual terpisah seharga $99 (sekitar Rp 1.610.000), sementara seluruh kompetitor utama sudah menyertakannya dalam paket standar.

Apa yang Baru di Oura Ring 5?

Secara hardware, Oura Ring 5 menawarkan lompatan yang cukup nyata. Profil cincin diperkecil hingga 40% dibanding generasi sebelumnya, dengan sistem sensor yang sepenuhnya dirancang ulang. Fitur unggulan yang diperkenalkan antara lain:

  • Blood Pressure Signals — memantau tren tekanan darah pengguna secara berkelanjutan
  • Health Radar yang disempurnakan untuk memberikan wawasan kesehatan lebih mendalam
  • Live Activity Tracking untuk pemantauan aktivitas secara real-time

Rita El Khoury dari Android Authority, yang telah menggunakan Oura Ring 3 dan beralih ke Ring 4, menyatakan bahwa Ring 5 memenuhi hampir semua yang ia harapkan: profil lebih tipis, pemantauan tekanan darah, dan desain yang lebih tahan goresan. Dari sisi perangkat keras murni, tidak ada keluhan berarti.

Selain itu, Oura turut mengumumkan ekspansi layanan berbasis perangkat lunak. Melalui kemitraan dengan platform "Counsel Health", pengguna di Amerika Serikat dapat mengakses konsultasi kesehatan dengan dokter berlisensi langsung dari aplikasi Oura — meski layanan ini memerlukan biaya tambahan di luar langganan standar, dan besarannya belum diumumkan secara resmi.

Charging Case $99: Keputusan yang Disebut "Paling Anti-Konsumen"

Di sinilah letak persoalan utamanya. Oura Ring 5 hanya menyertakan puck charger (pengisi daya berbentuk keping) dalam paket standar. Untuk mendapatkan charging case portabel — yang memungkinkan pengisian daya di dalam saku atau tas tanpa perlu permukaan datar — pengguna harus merogoh kocek tambahan $99 (sekitar Rp 1.610.000).

Android Authority menyebut keputusan ini sebagai "langkah paling buruk dan paling anti-konsumen yang dilakukan Oura dalam empat tahun terakhir." Perbandingan dengan kompetitor langsung menunjukkan betapa mencoloknya kebijakan ini:

ProdukHargaCharging CaseLangganan
Samsung Galaxy Ring$399 (sekitar Rp 6.480.000)Sudah termasukTidak perlu
Luna Ring 2$329 (sekitar Rp 5.350.000)Sudah termasukTidak perlu
RingConn Gen 2 Smart Ring$299 (sekitar Rp 4.860.000)Sudah termasukTidak perlu
UltraHuman Ring Pro$349 (sekitar Rp 5.670.000)Sudah termasukTidak perlu
Oura Ring 5$399 (sekitar Rp 6.480.000)Terpisah $99 (sekitar Rp 1.610.000)Hampir wajib, $69,99/tahun

Perlu dicatat bahwa Oura juga memiliki skema langganan tahunan seharga $69,99 (sekitar Rp 1.140.000 per tahun) yang dianggap "hampir wajib" untuk mengakses fitur-fitur utama seperti Health Radar dan Blood Pressure Signals secara penuh. Artinya, total pengeluaran di tahun pertama bisa mencapai sekitar $568 (sekitar Rp 9.230.000) jika pengguna membeli charging case sekaligus.

Charging Case-nya Sendiri Sebenarnya Bagus — Tapi Ada Masalah Lain

Secara fungsional, charging case Oura Ring 5 tidak bisa dibilang buruk. Ia memiliki baterai internal berkapasitas satu bulan, mendukung pengisian daya nirkabel, dan dilengkapi fitur pelacak lokasi jika hilang. Keunggulan praktisnya dibanding puck charger jelas terasa.

Namun Rita El Khoury mengangkat kekhawatiran lain yang tidak kalah penting: charging case ini kemungkinan besar tidak akan kompatibel dengan Oura Ring 6 yang akan datang. Artinya, pengguna yang membeli case seharga $99 hari ini berpotensi harus membuangnya begitu mereka beralih ke generasi berikutnya — sebuah siklus yang tidak hanya merugikan dompet, tetapi juga berkontribusi pada limbah elektronik (e-waste).

Android Authority bahkan mengusulkan solusi yang lebih masuk akal: Oura bisa menawarkan dua konfigurasi — paket standar $399 dengan puck charger, dan paket $449 (sekitar Rp 7.300.000) yang sudah menyertakan charging case. Dengan begitu, pengguna yang tidak membutuhkan case tidak perlu membeli aksesori yang akhirnya terbuang sia-sia.

Pasar Smart Ring Tumbuh Pesat, Persaingan Makin Ketat

Keputusan Oura meluncurkan Ring 5 hanya sekitar 1,5 tahun setelah Ring 4 bukan tanpa alasan. Data IDC memproyeksikan pengiriman smart ring tumbuh 49% pada 2025 — jauh melampaui pertumbuhan smartwatch yang diperkirakan hanya 6%. Oura sendiri mengklaim telah menjual lebih dari 5,5 juta unit hingga September 2025, naik dari 2,5 juta unit pada Juni 2024.

CEO Oura, Tom Hale, bahkan menyebut kepada CNBC bahwa pendapatan perusahaan berpotensi mencapai sekitar $2 miliar pada 2026. Peluncuran Ring 5 juga dilakukan tepat sehari sebelum RingConn Gen 3 mulai dikirimkan ke konsumen — sebuah langkah yang jelas bersifat strategis.

Menariknya, salah satu kompetitor utama, Ultrahuman, saat ini tengah menghadapi sengketa paten yang memaksanya mundur dari pasar Amerika Serikat. Kondisi ini membuka peluang bagi Oura, namun tekanan dari RingConn dan Samsung Galaxy Ring yang menawarkan paket lebih lengkap dengan harga setara tetap menjadi tantangan nyata.

Pertimbangan bagi Calon Pembeli

Bagi konsumen yang sedang mempertimbangkan smart ring, berikut gambaran singkat berdasarkan profil kebutuhan:

  • Pengguna Oura Ring 3 atau Ring 4: Peningkatan 40% lebih kecil dan fitur Blood Pressure Signals adalah kemajuan nyata. Namun pastikan terlebih dahulu apakah charging case lama kompatibel dengan Ring 5 sebelum memutuskan membeli case baru.
  • Pembeli baru: Samsung Galaxy Ring dan UltraHuman Ring Pro menawarkan charging case bawaan tanpa biaya langganan tahunan — perbandingan total pengeluaran jangka panjang perlu diperhitungkan secara cermat.
  • Pengguna yang tidak keberatan berlangganan: Fitur Health Radar dan Blood Pressure Signals dapat dimanfaatkan secara maksimal dengan langganan $69,99/tahun (sekitar Rp 1.140.000).

Bagi konsumen di Indonesia, informasi rilis resmi untuk pasar lokal belum diumumkan. Oura Ring saat ini belum memiliki jalur distribusi resmi di Indonesia, sehingga pembelian umumnya dilakukan melalui jasa titip atau platform importir. Dengan total biaya yang bisa melampaui Rp 9 juta di tahun pertama, perbandingan dengan Samsung Galaxy Ring yang lebih mudah ditemukan di pasaran Indonesia patut menjadi pertimbangan serius.

Sumber