Samsung akhirnya mendengar keluhan pengguna Galaxy yang selama bertahun-tahun terganggu oleh app handle di mode layar terbagi (split screen). Melalui One UI 9 beta yang mulai dirilis pada 12 Mei 2026, kini hadir toggle untuk menyembunyikan elemen tersebut — sebuah perubahan kecil yang berdampak besar bagi pengguna multitasking harian.

Apa Itu App Handle dan Mengapa Mengganggu?

Saat menggunakan fitur Multi Window — mode yang memungkinkan dua aplikasi berjalan berdampingan secara bersamaan — Samsung menampilkan sebuah bilah di bagian atas layar yang disebut app handle. Dari sini, pengguna bisa melakukan sejumlah aksi seperti mengganti aplikasi, membuka aplikasi dalam jendela pop-up, memaksimalkan tampilan, hingga menutup aplikasi.

Secara fungsional, fitur ini memang berguna. Namun bagi sebagian pengguna, kehadirannya yang permanen di layar justru terasa mengganggu — memakan ruang visual dan menciptakan kebisingan antarmuka yang tidak perlu, terutama saat menonton video atau membaca dokumen panjang dalam mode split screen.

Delapan Versi Menunggu, One UI 9 Akhirnya Menjawab

Hingga One UI 8.5, tidak ada satu pun opsi untuk menyembunyikan app handle. Pengguna tidak punya kendali atas elemen ini, meski sudah lama dikeluhkan di berbagai forum komunitas Galaxy.

One UI 9 beta mengubah situasi tersebut. Menurut laporan Android Authority, Samsung menambahkan toggle baru di dalam pengaturan Multi Window yang memungkinkan pengguna memilih apakah app handle ditampilkan atau disembunyikan sesuai preferensi. Perubahan ini tergolong minor secara teknis, tetapi bagi pengguna yang mengandalkan split screen setiap hari — misalnya untuk membuka WhatsApp sambil menonton YouTube, atau membandingkan dua dokumen sekaligus — ini adalah pembaruan yang sudah lama dinantikan.

Apa Saja yang Baru di One UI 9 Beta?

Selain toggle app handle, One UI 9 beta membawa sejumlah pembaruan lain yang patut diperhatikan:

  • Keamanan lebih ketat: Sistem kini dapat mendeteksi aplikasi berisiko tinggi, lalu memberikan peringatan, memblokir instalasi atau eksekusi, sekaligus merekomendasikan penghapusan.
  • Quick Panel yang lebih fleksibel: Tata letak panel notifikasi mendapat kontrol lebih granular, termasuk kemampuan mengatur volume media dan sistem secara terpisah.
  • Contacts: Pengguna kini bisa membuat kartu profil langsung dari dalam aplikasi.
  • Samsung Notes: Mendapat tambahan decorative tape dan pilihan gaya pena baru.
  • Aksesibilitas: Hadir fitur Text Spotlight untuk menampilkan teks yang dipilih dalam jendela mengambang berukuran besar, paket TalkBack yang mengintegrasikan fungsi Google dan Samsung, serta kecepatan Mouse Key yang kini bisa disesuaikan.

One UI 9 dibangun di atas Android 17, dengan build Beta 1 berukuran 3.618 MB dan menyertakan patch keamanan Mei 2026.

Siapa yang Bisa Mencoba Sekarang?

Saat ini, One UI 9 beta baru tersedia untuk pengguna Galaxy S26 series di enam negara: Jerman, India, Korea Selatan, Polandia, Inggris, dan Amerika Serikat. India dan Polandia baru bergabung dalam program ini mulai 26 Mei 2026. Pendaftaran dilakukan melalui aplikasi Samsung Members.

Perlu dicatat, Indonesia belum termasuk dalam daftar negara yang mendapat akses beta tahap pertama ini. Informasi resmi mengenai jadwal rilis One UI 9 untuk pasar Indonesia belum diumumkan oleh Samsung.

Adapun versi stabil One UI 9 diperkirakan akan hadir bersamaan dengan peluncuran Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Flip 8 pada acara Unpacked yang dijadwalkan berlangsung musim panas 2026 — kemungkinan besar Juli. Setelah itu, pembaruan bertahap ke perangkat Galaxy lain biasanya menyusul dalam beberapa bulan.

Yang Perlu Diperhatikan Pengguna Galaxy di Indonesia

Bagi pengguna Galaxy S26 series yang sudah berada di negara-negara beta, disarankan untuk tidak menginstal build beta ini pada perangkat utama karena masih berpotensi mengandung bug dan perubahan spesifikasi sebelum versi final.

Sementara itu, pengguna Galaxy di Indonesia bisa mulai memantau pengumuman resmi Samsung Indonesia untuk jadwal pembaruan One UI 9. Mengingat Samsung adalah salah satu merek smartphone paling populer di Indonesia, pembaruan ini berpotensi menjangkau banyak pengguna — terutama mereka yang aktif menggunakan fitur Multi Window untuk produktivitas sehari-hari.

Sumber