Nvidia secara resmi mengumumkan RTX Spark Superchip di Computex 2026 — chip SoC berbasis ARM pertama mereka untuk laptop dan PC kompak Windows dalam lebih dari satu dekade. Dengan GPU Blackwell berkekuatan 6.144 CUDA core dan memori terpadu hingga 128GB, chip ini dirancang langsung untuk bersaing dengan Apple MacBook Pro di segmen laptop berperforma tinggi.

RTX Spark Superchip: Apa Sebenarnya Chip Ini?

RTX Spark Superchip adalah hasil kolaborasi antara Nvidia dan MediaTek, dikemas dalam paket 2.5D menggunakan proses fabrikasi 3nm TSMC. Chip ini menggabungkan dua die dalam satu paket: CPU yang dirancang MediaTek dan GPU Blackwell dari Nvidia, keduanya dihubungkan lewat interkoneksi NVLink C2C dengan bandwidth dua arah sebesar 300GB/s.

Sisi CPU terdiri dari 10 inti Arm Cortex-X925 (performa) dan 10 inti Cortex-A725 (efisiensi), menggunakan arsitektur Armv9.2 dengan L3 cache sebesar 32MB dan kecepatan clock maksimal 4,1GHz. Sisi GPU membawa 6.144 CUDA core — angka yang identik dengan GPU desktop RTX 5070 — dengan dukungan memori LPDDR5X hingga 128GB melalui 16 kanal.

Perlu dicatat bahwa chip ini merupakan produk yang sebelumnya bocor dengan nama kode "N1X". Nvidia sendiri mengonfirmasi bahwa spesifikasi puncaknya identik dengan chip GB10 yang tertanam di perangkat mini PC DGX Spark mereka.

Dua Lini Produk: N1 untuk Mid-Range, N1X untuk Performa Puncak

Sebelum pengumuman resmi, dokumen internal yang beredar melalui Videocardz mengungkap bahwa Nvidia menyiapkan dua lini SoC dengan segmentasi berbeda.

Lini N1 (standar) ditujukan untuk laptop tipis dengan TDP 18W–45W:

ModelCPU CoreCUDA CoreMemori MaksTDP
N1 (1)12 (8+4)2.56064GB LPDDR5X18W–45W
N1 (2)10 (7+3)2.04864GB LPDDR5X18W–45W

Lini N1X (RTX Spark) untuk segmen performa tinggi dengan TDP 45W–80W:

ModelCPU CoreCUDA CoreMemori MaksTDP
N1X (1)20 (10+10)6.144128GB LPDDR5X45W–80W
N1X (2)18 (9+9)5.120128GB LPDDR5X45W–80W

Menurut Tom's Hardware, lini N1 diperkirakan akan hadir di bawah harga $1.500 (sekitar Rp 24.375.000), sementara N1X — yang kini resmi sebagai RTX Spark — kemungkinan besar akan bersaing di kisaran $2.000 ke atas (sekitar Rp 32.500.000 atau lebih). Keduanya masih bersifat estimasi dan belum dikonfirmasi sebagai harga resmi.

Sebagai gambaran, konfigurasi memori hingga 128GB dengan bandwidth tinggi membuka kemungkinan menjalankan model bahasa besar (LLM) secara lokal, pengeditan video resolusi tinggi, hingga rendering 3D — semua dari sebuah laptop tanpa bergantung pada cloud.

Laptop dari Microsoft, ASUS, Dell, hingga Lenovo Siap Hadir Musim Gugur 2026

Nvidia mengumumkan bahwa laptop dan PC kompak berbasis RTX Spark akan mulai tersedia pada musim gugur 2026. Sejumlah merek besar sudah bergabung sebagai mitra awal:

MerekModelKeunggulan
MicrosoftSurface Laptop UltraDitujukan untuk kreator konten
DellXPS 16 Creator EditionLayar Tandem OLED, True Black HDR 600
HPOmniBook Ultra 16 / X 14Untuk kreator dan pengembang AI
LenovoYoga Pro 9nMelanjutkan lini kreator Yoga
ASUSProArt P16 / P14Desain tipis dengan performa AI
MSIPrestige N16 Flip AI+Layar UHD+ Tandem OLED, baterai 99,9Wh

Acer dan GIGABYTE dijadwalkan menyusul setelahnya. Menariknya, pada hari pengumuman resmi ini, saham Intel turun sekitar 6% dan saham AMD turun sekitar 5% — sinyal bahwa pasar menganggap serius ancaman Nvidia di segmen PC.

Kemampuan AI: 1 Petaflop dan LLM 120 Miliar Parameter

Nvidia mengklaim RTX Spark Superchip mampu mencapai performa AI sebesar 1 petaflop, cukup untuk menjalankan model LLM berukuran 120 miliar parameter dengan panjang konteks hingga 1 juta token secara lokal. Ini menempatkan chip tersebut jauh di atas kemampuan laptop konvensional saat ini dalam hal inferensi AI.

Bocoran sebelumnya juga menyebut kecepatan memori di angka 8.533 MT/s — jika terkonfirmasi, ini akan melampaui konfigurasi RAM pada AMD Strix Halo. Namun detail ini belum muncul dalam pengumuman resmi, sehingga perlu ditunggu konfirmasi lebih lanjut.

Relevansi untuk Konsumen di Indonesia

Untuk konsumen di Indonesia, kehadiran RTX Spark membuka babak baru persaingan di segmen laptop premium. Merek-merek seperti ASUS, Lenovo, MSI, dan Dell — yang semuanya memiliki jaringan distribusi resmi di Indonesia — sudah masuk dalam daftar mitra awal Nvidia. Artinya, peluang laptop berbasis RTX Spark masuk ke pasar Indonesia cukup terbuka, meski informasi rilis resmi untuk pasar Indonesia belum diumumkan.

Dengan estimasi harga mulai $2.000 ke atas (sekitar Rp 32.500.000), segmen ini memang bukan untuk semua kalangan. Namun bagi profesional kreatif, pengembang AI, atau pengguna yang selama ini mempertimbangkan MacBook Pro sebagai satu-satunya pilihan laptop berperforma tinggi, RTX Spark bisa menjadi alternatif Windows yang layak diperhitungkan — terutama jika ekosistem software-nya matang saat peluncuran.

Sumber