Sebuah nama perangkat Bluetooth sepanjang empat huruf berhasil memaksa pesawat United Airlines berbalik arah di tengah Samudra Atlantik. Penerbangan yang seharusnya mendarat di Spanyol itu harus kembali ke titik keberangkatan setelah lebih dari empat jam mengudara, dan para penumpang akhirnya kehilangan sekitar 10 jam waktu perjalanan mereka.
Empat Jam Terbang, Lalu Berbalik Arah ke Newark
Berdasarkan laporan Android Authority yang mengutip NPR, insiden ini terjadi pada penerbangan United Airlines rute Newark Liberty International Airport (New Jersey, AS) menuju Palma de Mallorca, Spanyol. Penerbangan tersebut dioperasikan menggunakan Boeing 767-400ER dengan nomor registrasi N67052, membawa 190 penumpang dan 12 awak kabin.
Pesawat lepas landas pada pukul 18.08 waktu setempat. Ketika sudah berada di atas Samudra Atlantik — diperkirakan mendekati titik tengah penyeberangan — awak kabin mendeteksi sinyal Bluetooth aktif dengan nama perangkat "BOMB". Setelah upaya mengidentifikasi sumber sinyal tidak membuahkan hasil yang memuaskan, kokpit memutuskan untuk menyiarkan kode transponder 7700, yakni kode darurat umum dalam penerbangan sipil, dan mengarahkan pesawat kembali ke Newark.
United Airlines hanya memberikan pernyataan singkat bahwa keputusan tersebut diambil atas dasar "potensi masalah keamanan" (potential security concern), tanpa penjelasan lebih rinci kepada publik.
Prosedur Darurat yang Ditempuh Setelah Mendarat
Begitu pesawat mendarat kembali di Newark, serangkaian prosedur keamanan langsung diberlakukan. Seluruh penumpang diperintahkan turun dari pesawat hanya dengan membawa paspor dan telepon genggam — barang bawaan kabin lainnya ditinggalkan di dalam pesawat. Petugas keamanan federal dan lokal segera memeriksa seluruh kabin serta bagasi kargo secara menyeluruh.
Setelah dinyatakan aman, penumpang harus melewati pemeriksaan keamanan TSA (Transportation Security Administration) sekali lagi sebelum diizinkan naik ke penerbangan pengganti. Penerbangan pengganti tersebut baru berangkat sekitar pukul 02.30 dini hari, dan tiba di Palma de Mallorca pada pukul 15.41 keesokan harinya. Total waktu yang terbuang bagi para penumpang: sekitar 10 jam.
Sumber Sinyal: Fitbit Milik Remaja 16 Tahun?
Identitas perangkat yang menjadi pemicu insiden ini masih simpang siur hingga berita ini ditulis. Di platform Reddit, sejumlah penumpang mengklaim bahwa perangkat tersebut adalah speaker portabel milik seorang remaja yang sengaja mengganti nama Bluetooth-nya menjadi "BOMB". Namun, New York Post kemudian melaporkan bahwa perangkat yang dimaksud adalah sebuah Fitbit, bukan speaker, dengan pemilik berusia 16 tahun.
Penting untuk dicatat bahwa tidak satu pun dari klaim ini telah dikonfirmasi secara resmi oleh pihak berwenang. Investigasi masih berlangsung dan informasi yang beredar di media sosial belum dapat dijadikan acuan pasti.
Pro dan Kontra: Keputusan Tepat atau Reaksi Berlebihan?
Insiden ini memicu perdebatan di kalangan pengamat penerbangan. Phil Squares, mantan kapten penerbangan dengan jam terbang lebih dari 23.500 jam, menyatakan kepada Simple Flying bahwa ia tidak mempermasalahkan keputusan sang kapten. Menurutnya, jika pemilik perangkat langsung mematikan Bluetooth saat diminta, penerbangan kemungkinan besar akan dilanjutkan tanpa harus berbalik arah.
Di sisi lain, blogger penerbangan Ben Schlappig dari One Mile at a Time berpendapat bahwa keputusan putar balik ini merupakan reaksi yang berlebihan. Ia menunjukkan bahwa sepanjang sejarah penerbangan komersial dengan miliaran kursi-mil yang telah ditempuh, tidak ada satu pun insiden terorisme nyata yang berasal dari jaringan Wi-Fi atau Bluetooth bernama "bomb". Schlappig menilai bahwa protokol semacam ini perlu dikaji ulang agar tidak mengorbankan kenyamanan ribuan penumpang atas dasar ancaman yang belum terverifikasi.
Periksa Nama Perangkat Bluetooth Anda Sekarang
Bagi pengguna perangkat Bluetooth — mulai dari earphone nirkabel, speaker portabel, smartwatch, hingga fitness tracker — insiden ini menjadi pengingat penting. Nama perangkat yang terasa lucu di darat bisa memiliki konsekuensi serius di lingkungan penerbangan, di mana awak kabin wajib menindaklanjuti setiap indikasi ancaman sekecil apa pun.
Berikut cara mengubah nama perangkat Bluetooth Anda:
- iPhone: Buka Pengaturan → Umum → Informasi → Nama
- Android: Buka Pengaturan → Perangkat yang Terhubung atau Bluetooth → ikon pengaturan pada perangkat → edit nama
- Speaker/Earphone portabel: Gunakan aplikasi resmi pabrikan, seperti Sony Headphones Connect, JBL Portable, atau aplikasi serupa
Bagi pembaca di Indonesia yang kerap bepergian ke luar negeri menggunakan penerbangan internasional, perlu diingat bahwa regulasi keamanan penerbangan bersifat universal. Nama perangkat yang dianggap mengandung ancaman — meski hanya sebagai lelucon — dapat memicu prosedur darurat yang berdampak pada seluruh penumpang di dalam pesawat.
Sumber
- Android Authority — This is the worst way to find out what you shouldn't name your Bluetooth device
- Simple Flying — "Four-Letter Word": United Airlines 767 Returns To Newark After Bluetooth Name Sparks Alert
- One Mile at a Time — Hot Take: Diverting Flights Over "Bomb" Wi-Fi & Bluetooth Names Is Dumb
