Motorola Razr Ultra 2026 resmi diumumkan dengan harga $1.499 (sekitar Rp 24.300.000), naik $200 dibanding generasi sebelumnya yang dibanderol $1.299 (sekitar Rp 21.100.000). Kenaikan ini memicu perdebatan: apakah pembaruan yang ditawarkan cukup untuk membenarkan lonjakan harga tersebut, atau justru Motorola sedang meninggalkan keunggulan utama yang selama ini membuatnya dicintai konsumen?

Apa Saja yang Baru di Razr Ultra 2026?

Perlu diakui, Razr Ultra 2026 membawa sejumlah pembaruan teknis yang cukup signifikan. Beberapa di antaranya bahkan menjadi yang pertama di kelasnya.

  • Sensor kamera Sony LOFIC: Razr Ultra 2026 diklaim sebagai ponsel pertama di Amerika Serikat yang menggunakan sensor Sony LOFIC, dengan peningkatan dynamic range hingga 6 kali lipat dibanding Razr Ultra 2025, serta dukungan perekaman video 8K 30fps.
  • Baterai silikon-karbon 5.000 mAh: Kapasitas meningkat dengan klaim daya tahan hingga 36 jam per pengisian. Mendukung pengisian kabel 68W dan nirkabel 30W.
  • Layar dalam 7,0 inci HDR: Kecerahan puncak mencapai 5.000 nit.
  • Material premium: Layar luar menggunakan Corning Gorilla Glass Ceramic 3, tersedia pilihan finishing Alcantara dan wood veneer, serta engsel berpenguatan titanium.

Dari sisi spesifikasi, Razr Ultra 2026 jelas bukan produk yang berdiri di tempat. Namun pertanyaannya tetap sama: apakah semua ini cukup untuk membenarkan harga $1.499?

Masalah Utama: Dukungan Perangkat Lunak yang Tertinggal

Di luar soal harga, ada persoalan yang lebih mendasar. Android Authority melaporkan bahwa pengguna Razr Ultra generasi sebelumnya baru menerima pembaruan keamanan bulan Maret pada bulan Mei — tertinggal dua bulan penuh. Sebelumnya, perangkat tersebut bahkan sempat terhenti di patch bulan Desember selama berbulan-bulan.

Sebagai perbandingan, Samsung berkomitmen memberikan tujuh tahun pembaruan perangkat lunak untuk lini Galaxy-nya, sementara Google secara konsisten menghadirkan Android 16 bahkan pada Pixel Fold generasi pertama. Motorola, di sisi lain, belum menunjukkan rekam jejak yang setara.

Ini menjadi isu krusial bagi konsumen yang berencana menggunakan perangkat dalam jangka panjang. Membayar lebih dari Rp 24 juta untuk sebuah ponsel, lalu mendapati pembaruan keamanan yang terlambat berbulan-bulan, tentu bukan pengalaman yang memuaskan.

Razr Ultra vs Galaxy Z Flip 8: Perbandingan Dua Pesaing Utama

Galaxy Z Flip 8 dari Samsung diperkirakan hadir pada Juli 2026 dengan harga yang dilaporkan tetap di kisaran $1.099 (sekitar Rp 17.900.000) — selisih $400 lebih murah dari Razr Ultra 2026.

SpesifikasiRazr Ultra 2026Galaxy Z Flip 8 (bocoran)
Harga$1.499 (Rp 24.300.000)~$1.099 (Rp 17.900.000)
Tanggal rilis21 Mei 2026Perkiraan Juli 2026
Pengisian kabel68W25W (diperkirakan sama)
Bobot~180 g
Pembaruan OSTidak spesifik7 tahun

Dari sisi performa, Razr Ultra 2026 yang menggunakan Snapdragon 8 Elite diprediksi unggul atas Galaxy Z Flip 8 yang bocoran-nya mengarah ke chipset Exynos. Namun keunggulan performa semata belum tentu cukup untuk menutup selisih harga yang cukup besar, apalagi jika dukungan perangkat lunak Samsung jauh lebih terjamin.

Menariknya, meski harga Razr Ultra terbilang tinggi, Motorola saat ini masih menguasai sekitar 67% pangsa pasar ponsel lipat clamshell di Amerika Serikat dan memimpin secara global — sebuah posisi yang tentu ingin dipertahankan.

Apakah Lebih Baik Menunggu Harga Turun?

Salah satu pola yang konsisten dari Motorola adalah harga yang cenderung turun signifikan dalam beberapa bulan setelah peluncuran. Razr Ultra generasi sebelumnya yang diluncurkan seharga $1.299 (sekitar Rp 21.100.000) kini sudah bisa ditemukan di kisaran $800 (sekitar Rp 13.000.000). Motorola Edge yang awalnya $550 (sekitar Rp 8.900.000) turun ke bawah $400 (sekitar Rp 6.500.000) hanya dalam satu hingga dua bulan.

Berdasarkan tren ini, menunggu tiga hingga enam bulan setelah peluncuran bisa menjadi strategi yang masuk akal. Namun perlu dicatat, konfigurasi 16GB RAM dan 512GB penyimpanan internal membuat ruang penurunan harga tahun ini mungkin tidak sebesar sebelumnya, mengingat biaya komponen memori yang terus meningkat — sebagian dipicu oleh tingginya permintaan chip untuk kebutuhan AI.

Survei pembaca Android Authority (66 responden) menunjukkan bahwa hanya 3% yang bersedia membayar $1.500 untuk Razr Ultra. Mayoritas responden (32%) menyebut $800 sebagai harga yang wajar, diikuti $1.000 (27%) dan $1.300 (21%). Sebanyak 17% menyatakan tidak akan membeli sampai Motorola memperbaiki kualitas pembaruan perangkat lunaknya.

Sumber