CUKTECH 30 Ultra adalah charger desktop dengan output maksimal 300W yang dilengkapi dua port USB-C 140W PD 3.1, display diagnostik berwarna 1,8 inci, serta output DC — kombinasi yang belum banyak ditemukan dalam satu perangkat di kelasnya. Berdasarkan hands-on review dari 9to5Mac, perangkat ini menawarkan solusi pengisian lengkap bagi pengguna yang mengelola banyak perangkat sekaligus di meja kerja.

Dua Port USB-C 140W dan Output DC: Konfigurasi Port yang Tidak Biasa

Keunggulan utama CUKTECH 30 Ultra terletak pada konfigurasi portnya yang terbilang agresif untuk kategori charger desktop:

  • 3 port USB-C (2 di antaranya mendukung USB-C PD 3.1 hingga 140W masing-masing)
  • 1 port USB-A
  • 1 output DC
  • Display warna 1,8 inci
  • Aksesori bawaan: kabel USB-C PD 3.1 240W, kabel daya anyaman, dan dudukan (stand)

Dengan dua port USB-C 140W yang aktif bersamaan, pengguna secara teoritis dapat mengisi daya dua unit MacBook Pro 16 inci secara bersamaan pada kecepatan penuh. Bagi pengguna yang menjalankan dua laptop sekaligus — misalnya satu untuk pekerjaan kreatif dan satu lagi untuk keperluan lain — ini merupakan nilai praktis yang nyata.

Keberadaan output DC menjadi pembeda tersendiri. Reviewer dari 9to5Mac mencatat bahwa pengguna laptop gaming Windows dari merek seperti Razer, ASUS ROG, atau Alienware dapat memanfaatkan output ini, sehingga satu charger desktop bisa melayani dua ekosistem berbeda sekaligus. Untuk pasar Indonesia yang memiliki basis pengguna laptop gaming cukup besar, fitur ini relevan untuk dipertimbangkan.

Display 1,8 Inci: Bukan Sekadar Hiasan

Salah satu fitur yang membedakan CUKTECH 30 Ultra dari kompetitor adalah layar warna 1,8 inci yang tertanam di bodinya. Layar ini menampilkan informasi secara real-time, meliputi:

  • Total watt yang sedang digunakan
  • Watt per port secara individual
  • Pemantauan suhu perangkat

Dalam pengujian hands-on, reviewer menghubungkan beberapa perangkat sekaligus — termasuk lampu studio (~65W), iPad Pro, DJI Osmo Pocket, dan baterai kamera Sony — lalu memverifikasi apakah klaim "mendukung X watt" dari kabel atau aksesori tertentu benar-benar terpenuhi secara aktual. Hasilnya, display ini terbukti berguna untuk mendeteksi apakah sebuah kabel atau aksesori benar-benar bekerja sesuai spesifikasi yang tertera.

Perlu dicatat, perangkat ini juga mampu mengenali merek perangkat yang terhubung. Saat Apple device disambungkan, layar akan menampilkan notifikasi yang sesuai. Fitur ini memang tidak mengubah performa pengisian, tetapi memberikan pengalaman penggunaan yang lebih informatif dan menyenangkan.

GaN dan 13 Protokol Pengisian Cepat: Kompatibilitas Luas untuk Ekosistem Asia

Di balik bodinya yang relatif kompak (sekitar 85 × 108 × 43,5 mm, bobot ~632 gram), CUKTECH 30 Ultra menggunakan teknologi GaN (Gallium Nitride). Dibandingkan desain berbasis silikon konvensional, GaN memungkinkan efisiensi lebih tinggi dengan panas yang lebih rendah — alasan utama mengapa charger bertenaga besar kini bisa dibuat dalam ukuran yang tidak terlalu besar.

Yang menarik bagi pengguna di Indonesia adalah daftar protokol pengisian cepat yang didukung, mencakup 13 standar utama:

  • PD 3.1 hingga 140W
  • PPS 100W
  • Xiaomi 120W
  • UFCS 44W
  • Huawei SCP 22,5W
  • Qualcomm Quick Charge (QC)
  • AFC dan protokol lainnya

Dengan kata lain, pengguna smartphone Xiaomi, Huawei, Samsung, maupun perangkat Apple dapat mengisi daya pada kecepatan maksimal yang didukung perangkat masing-masing — hanya dari satu charger. Mengingat dominasi merek-merek tersebut di pasar Indonesia, kompatibilitas ini menjadi nilai tambah yang signifikan.

Sistem perlindungan berlapis sembilan juga disertakan, mencakup pemantauan suhu, proteksi tegangan berlebih, dan proteksi arus berlebih.

Perbandingan Harga: $159 vs Anker Prime $150

CUKTECH 30 Ultra dijual seharga $159 (sekitar Rp 2.583.000) di Amazon, dengan kode diskon 10% dari halaman produk yang dapat menurunkan harga menjadi sekitar $145 (sekitar Rp 2.356.000). Paket pembelian sudah mencakup charger, kabel daya anyaman, kabel USB-C 240W (panjang ~152 cm, 6A, dilengkapi E-marker chip), serta dudukan.

Sebagai perbandingan, Anker Prime dibanderol $150 (sekitar Rp 2.438.000) dengan output maksimal 250W. Berikut ringkasan perbandingannya:

SpesifikasiCUKTECH 30 UltraAnker Prime
Total Output300W250W
Harga$159 (~Rp 2.583.000)$150 (~Rp 2.438.000)
Port USB-AAdaTidak disebutkan
Output DCAdaTidak disebutkan
Display Diagnostik1,8 inci warnaTidak disebutkan

Reviewer menyimpulkan bahwa charger desktop yang memenuhi tiga kriteria sekaligus — output 300W, port USB-A, dan display diagnostik — praktis tidak ada di pasaran selain produk ini.

Ketersediaan dan Konteks Pasar Indonesia

CUKTECH merupakan merek yang berasal dari ekosistem Xiaomi, dengan rekam jejak lebih dari 150 juta unit power bank dan 20 juta unit charger yang telah dikirimkan secara global di bawah merek CUKTECH dan ZMI. Per 2026, distribusi resmi telah mencakup Amazon AS, Inggris, dan Uni Eropa dengan harga masing-masing $159,99 / £139,00 (sekitar Rp 2.849.500) / €159,00 (sekitar Rp 2.782.500).

Untuk pasar Indonesia, informasi rilis resmi belum diumumkan. Produk ini kemungkinan dapat ditemukan melalui jalur importir atau marketplace lintas batas seperti Amazon Global. Bagi konsumen Indonesia yang mempertimbangkan pembelian, perlu diperhitungkan biaya pengiriman internasional dan kemungkinan bea masuk yang dapat menambah total pengeluaran secara signifikan.

Sebagai gambaran, harga $159 setara dengan sekitar 1,5 kali UMP DKI Jakarta — sehingga produk ini lebih tepat disasar oleh segmen profesional atau enthusiast yang memang membutuhkan kapasitas pengisian tinggi untuk banyak perangkat sekaligus, bukan pengguna kasual.

Sumber