Motorola resmi memperkenalkan jajaran Razr 2026 yang terdiri dari tiga varian clamshell sekaligus mengumumkan langkah ambisius ke segmen ponsel lipat tipe buku melalui Razr Fold. Di pasar Amerika Serikat, beberapa model dari lini ini bahkan ditawarkan secara gratis melalui operator seluler setempat — sebuah strategi agresif yang menandai keseriusan Motorola dalam bersaing dengan Samsung Galaxy Z series.

Tiga Varian Razr 2026 dan Rentang Harganya

Jajaran Razr 2026 mencakup tiga model clamshell dengan segmentasi harga yang berbeda:

ModelHarga (USD)Harga Estimasi (IDR)
Razr$799,99sekitar Rp 13.000.000
Razr+$1.099,99sekitar Rp 17.900.000
Razr Ultra$1.499,99sekitar Rp 24.400.000

Perlu dicatat, dibandingkan generasi sebelumnya, Motorola menaikkan harga pada dua model teratas. Razr+ naik dari $999 menjadi $1.099,99, sementara Razr Ultra melonjak dari $1.299 ke $1.499,99. Kenaikan ini cukup signifikan dan menjadi sorotan sejumlah media teknologi global.

Razr Ultra menjadi andalan dengan layar dalam 7,0 inci HDR, kecerahan puncak 5.000 nit, sensor kamera utama 50MP LOFIC baru, serta pengisian daya kabel 68W TurboPower. Satu hal yang perlu diperhatikan: Razr Ultra tidak dijual melalui operator, melainkan eksklusif di Motorola.com, Best Buy, dan Amazon dalam versi unlocked — sehingga tidak termasuk dalam promo gratis via carrier.

Promo Gratis di Operator AS: Apa yang Perlu Diketahui

Menurut laporan Android Authority, sejumlah model dari lini Razr 2026 dan Moto G 2026 saat ini ditawarkan tanpa biaya melalui beberapa operator seluler di Amerika Serikat. Android Authority bahkan menyebut ada "satu penawaran yang benar-benar menonjol" di antara berbagai promo yang tersedia, meski detail spesifik mengenai operator mana, model apa, serta syarat trade-in atau paket yang diperlukan tidak dirinci dalam sumber yang tersedia.

Sebagai gambaran umum, promo semacam ini di pasar AS umumnya mensyaratkan aktivasi paket tertentu, nomor baru atau pindah operator, serta kadang kali trade-in perangkat lama. Nilai "gratis" yang sesungguhnya sangat bergantung pada syarat-syarat tersebut.

Bagi konsumen di Indonesia, promo ini tidak berlaku langsung. Informasi rilis resmi untuk pasar Indonesia belum diumumkan. Namun, kehadiran Razr 2026 di pasar global bisa menjadi indikasi bahwa distribusi ke kawasan Asia Tenggara — termasuk Indonesia — berpotensi menyusul, mengingat Motorola memiliki jejak distribusi di beberapa negara ASEAN.

Razr Fold: Motorola Tantang Galaxy Z Fold 7

Di balik tiga model clamshell tersebut, langkah yang paling menarik perhatian adalah masuknya Motorola ke segmen ponsel lipat tipe buku (book-style foldable). Perangkat ini dikenal dengan nama Razr Fold, dan sempat bocor melalui leaker Evan Blass yang mengekstrak daftar produk Motorola 2026 dari alat internal Lenovo bernama SmartFind.

Motorola sendiri memposisikan Razr Fold sebagai perluasan dari keluarga Razr "melampaui bentuk flip yang bisa masuk saku." Dengan kata lain, ini bukan sekadar iterasi — ini adalah ekspansi kategori. Perangkat dengan kode nama "Horizon26" ini disebut sebagai Motorola Fold pertama yang secara langsung akan berhadapan dengan Samsung Galaxy Z Fold 7.

Razr Fold pertama kali diperkenalkan di Lenovo Tech World, menandai babak baru bagi Motorola yang selama ini identik dengan clamshell.

Catatan Soal Dukungan Perangkat Lunak

Satu aspek yang perlu menjadi pertimbangan serius bagi calon pembeli adalah kebijakan pembaruan perangkat lunak Motorola. Saat ini, Motorola menjanjikan minimal tiga pembaruan Android mayor dan empat tahun patch keamanan — jauh di bawah komitmen Samsung dan Apple yang menawarkan tujuh tahun pembaruan.

Bagi konsumen di Indonesia yang cenderung menggunakan ponsel dalam jangka panjang, selisih dukungan ini bisa menjadi faktor penentu, terutama mengingat harga Razr Ultra yang mencapai sekitar Rp 24.400.000. Pada titik harga tersebut, ekspektasi terhadap umur panjang perangkat secara alami lebih tinggi.

Sumber